Gadis Cantik But Kejam

Gadis Cantik But Kejam
Episode 13


__ADS_3

Happy Reading...


"Tolong!! Siapa pun tolong aku!!"


Teriakan kembali terdengar. Suaranya jauh lebih keras. Hingga bisa menebak jika itu adalah suara seorang perempuan. Dengan rasa penasaran, Calya menghampiri sumber suara tersebut. Selangkah demi selangkah, tak terasa dia sampai di sebuah gang kecil yang sepi. Tidak ada lampu jalan yang menerangi, namun ada cahaya bulan sebagai pengganti.


Ketika suara semakin terasa dekat, tangisan memohon dari orang yang sama menyelimuti pendengarannya. Terdengar pilu. Maka dengan cepat dia mendekat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Di sana, diujung gang yang buntu dan minim cahaya. Nampak empat laki-laki seperti preman sedang memaksa seorang gadis.


"Ku-kumohon hiks le-lepaskan aku hiks.." Suara serak sang gadis yang sudah terurai air mata dan mencoba memberontak melepaskan diri.


"Hehe..gadis kecil tidak usah menangis. Kami akan menyangimu dengan penuh kelembutan..." Ujar salah satu pria tersenyum mesum sambil meraih pipi sang gadis untuk dielus. Namun sang gadis buru-buru menghindar.


"Tidak! A-aku tidak mau!! Tolong!! Tolong aku!! Hiks.." Sang gadis kembali berteriak dengan sisa tenaga yang ada. Mencoba untuk meminta bantuan meski peluangnya hanya beberapa persen. Di tambah doa yang tidak terputus dalam hati. Berharap tuhan menolongnya dengan mengirimkan penyelamat.


"Sudahlah gadis kecil..percuma kau berteriak tidak akan ada yang menolongmu.."


"Itu benar...lebih baik kau gunakan tenagamu itu untuk nanti. Kami jamin kau akan menikmatinya..."


"Hahaha..."


Gadis itu menggelengkan kepala. Air matanya semakin deras mengalir dibalik kacamata bulatnya. Tubuhnya gemetar hebat dengan rasa takut yang sudah mendominasi dirinya. Dia tidak akan sudi memberikan tubuhnya pada sekelompok pria bajiangan ini. Lebih baik dia mati saja daripada dirinya dipermalukan seperti ini.


"Ti-tidak tidak jangan mendekat!! Ja-jangan medekati ku hiks, menjauh dariku hiks, aku tidak mau.."


Salah satu pria meraih tangan sang gadis lalu mencengkramnya dengan kuat. Sang gadis juga sekuat tenaga melepaskan diri sambil mencari celah untuk kabur. Namun itu sia-sia karena tenaga dari sang pria sangatlah besar.


Tidak menyerah sampai disitu saja, Sang gadis memberanikan diri menendang kaki si pria bahkan sampai menggigit tangan pria yang memegangnya.


"Arrhhkk...sialan dia menggigitku!!" Teriak pria itu kesakitan.


Merasa ada kesempatan, sang gadis bersiap untuk kabur tapi sepertinya percuma. Karena meskipun satu pria bisa di tangani tapi masih ada tiga pria lainnya yang berjaga. Maka mereka secepatnya memegang kedua lengannya.


Plak.

__ADS_1


"Rasakan!! Itu untukmu karena tidak bisa patuh" Rasa panas dan perih menjalar di pipi sang gadis. Tamparan yang keras hingga membuat kacamatanya terlepas. Setelah itu disusul dengan tangan pria itu yang merobek bajunya hingga kancing berjatuhan ke tanah. Tubuh atasnya terbuka memperlihatkan asetnya yang masih tertutupi pakaian dalam.


"Sial! Dia terlihat menggoda.." Menatap lapar tubuh sang gadis, "hehe gadis kecil saatnya berpesta~..."


Saat sang gadis sudah pasrah dan tidak bisa melawan. Hanya bisa menangis dan meracau minta dilepaskan. Seketika itu pula sebuah suara yang dingin menghentikan aksi sang pria yang ingin menjilat leher sang gadis.


"Sekelompok sampah masyarakat tidak seharusnya dibiarkan hidup"


Semuanya menoleh termasuk gadis itu. Ada kelegaan terpancar di wajahnya saat mendengar ada suara lain. Sementara keempat pria itu menyipitkan mata untuk melihat siapa itu. Saat Calya mendekat dan membuat seluruh tubuhnya terlihat, keempat pria itu terpana dengan kecantikannya.


"Hohoho...sepertinya kita kedatangan mangsa tembahan. Sebuah hidangan yang lebih lezat"


"Wajah yang cantik dan kulit yang lembut. Pasti akan memberikan kenikmatan tiada tara..."


"Hei gadis cantik datanglah...Kami janji tidak akan bersikap kasar jika kau patuh..."


"Malam ini kami pasti akan menjadikan malam yang tak terlupakan untuk kalian berdua..."


Calya menatap dingin pada sekelompok pria itu. Mendengus jijik melihat bagaimana wajah buas dan mesum yang menginginkannya itu.


"Kenapa kalian tidak datang menjemputku?" Tidak langsung menyerang duluan, Calya malah berkata sambil memberikan senyum polos yang mengundang. Membuat para pria itu saling pandang lalu tiba-tiba tersenyum senang. Merasa tidak curiga dan menganggap Calya hanyalah kelinci polos.


Arrgghhh


Teriakan yang memilukan dari sang pria langsung membuat para temannya dibuat terkejut. Mata mereka melotot tidak percaya menyaksikan temannya ditumbangkan dalam sekejap.


"Arrgg sialan sakit sekali!!" Ringis pria itu dengan sakit yang mematikan pada tangan dan juga pada benda pusakanya. Karena rasa sakit yang tidak bisa ditahan ia akhirnya pingsan.


"Dasar lemah" Ejek Calya dingin. Tatapan meremehkan tidak bisa dia sembunyikan saat pria itu tumbang dalam satu kali serangan.


"Ka,kau beraninya melukai teman kami" Pria dengan tubuh paling tinggi namun kurus itu berkata sambil menunjuk Calya. Terlihat menggeram dengan emosi yang ditahan.


"Aku memang berani! Kenapa kalian tidak datang membalaskan dendam teman kalian?" Calya kembali menantang. Tidak ada rasa takut.


"Kau gadis j*lang! Aku akan membalasmu dan membuatmu menyesal seumur hidup karena sudah berani memprovokasi kami!"

__ADS_1


Dua pria yang memegang lengan si gadis tadi maju untuk menyerang Calya bersamaan. Meremehkan Calya jika kekalahan temannya itu adalah kebetulan. Tidak benar-benar menganggap Calya adalah gadis kuat. Pasti akan kalah jika kembali diserang.


Namun dugaan mereka salah. Calya ternyata sangat gesit menghidar setiap serangan. Bahkan sudah memegang kayu balok ditangannya yang kebetulan ada disana. Dan kemudian secara brutal menyerang tanpa ampun. Tangan dan kaki kedua pria itu menjadi sasaran kayu hingga tulang mereka patah. Bahkan setiap tubuh memiliki memar yang mengenaskan. Ditambah raungan sakit yang terdengar menderita.


"Sekarang...giliranmu"Ujar Calya memiringkan kepala dengan senyum yang menyeramkan.Suasana gelap dengan cahaya bulan mendukung aura yang dipancarkannya. Dia terlihat seperti iblis wanita yang kejam.


Pria yang tersisa adalah pria bertubuh kekar dan terlihat sangar. Siapa saja yang melihatnya akan merasa takut. Tapi apa jadinya pria yang ditakuti justru malah takut pada seorang gadis. Pria yang sudah melayangkan tamparan pada sang gadis, sekarang dalam keadaan gemetar. Bahkan celananya terlihat basah.


"Ka,ka,kau jangan pikir aku takut padamu! A,aku pasti akan mengalahkanmu" Terbata-bata dia berucap. Kuda-kuda sudah dipasang. Berlari dengan ragu untuk menghampiri Calya dan mengarahkan tinju pada wajahnya.


Buk.


Bukan Calya yang kena. Namun tubuh pria itu yang dihantam oleh kayu balok itu dengan keras. Hingga menimbulkan rasa nyeri.


Calya perlahan maju untuk mendekat. Melayangkan pukulan disaat pria itu belum bereaksi. Tiada henti. Terus memukul hingga keadaannya sama dengan para temannya. Ia tumbang dengan posisi badan terlungkup. Dengan kesadaran yang masih tersisa tipis.


Di hadapan pria itu, Calya berdiri menjulang. Masih dengan tatapannya yang dingin. Dia lalu menurunkan badannya menjadi duduk dengan lutut kiri sebagai tumpuan.


"Katakan! tangan mana kau pakai memukulnya?" Bertanya dengan intonasi rendah tapi menakutkan.


Pria itu menelan saliva dengan kesusahan. Mengira gadis ini sudah selesai. Namun kembali mengeluarkan suara mengancam. Gadis ini sangat kejam. Dia adalah iblis bertopeng manusia.


"Tidak ingin menjawab, eh?" Mendengus dingin, "Baik. Kalau begitu aku aku pilih keduanya saja" Sontak pria itu membelalakkan mata lebar. Lalu dengan cepat berkata ketakutan.


"Kanan! tangan kanan! Hanya tangan kanan! Kumohon lepaskan aku.." Giliran pria itu yang memohon dengan lirih.


"Huh, lepaskan? Baiklah...tapi setelah yang satu ini!" Calya mengangkat kayu dengan kedua tangannya lalu mengarahkannya ke tangan kanan pria itu.


ARRGGGHHH...


Setelah itu teriakan sangat keras menggema di sekitar gang itu. Pria itu meraung dengan rasa sakit yang luar biasa pada tangan kanannya. Karena tidak tahan akan perihnya dia pun tak sadarkan diri beberapa detik setelah teriakannya.


Di posisi sang gadis yang di tolong, Langsung jatuh ke tanah karena syok. Tubuhnya lemas setiap menyaksikan aksi kejam Calya. Dia menutup mulutnya sendiri untuk menahan jeritannya agar tidak keluar.


Calya berdiri lagi setelah tidak ada ancaman lagi. Di arahkan tatapannya pada sang gadis. Nampak sang gadis ketakutan. Dia pun menarik nafas lalu menghembuskannya. Mengubah ekspresinya agar gadis itu tidak ketakutan padanya.

__ADS_1


"Sepertinya bantuanku tidak diperlukan" Suara seorang pria dari belakang menghentikan gerakan mulut Calya. Dia dan gadis itu sama-sama menoleh.


Bersambung~


__ADS_2