Gadis Cantik But Kejam

Gadis Cantik But Kejam
Episode 14


__ADS_3

Happy Reading...


"Nathan Evander..." Ujar Calya datar saat dapat melihat dengan jelas rupa orang itu. Sedangkan gadis yang ditolong bergumam tidak percaya.


"Tak disangka di pertemuan kedua kita, aku akan melihat sesuatu yang menarik" Ujar Nathan dengan senyum misterius.


"Sejak kapan kau berada disana?" Calya tetap memasang wajah datar. Tidak menghiraukan ucapan Nathan yang melihat sisi lainnya dan lebih memilih untuk bertanya.


"Sejak seseorang menghabisi lawannya dengan kejam dan tak berperasaan" Jawab Nathan dengan santai.


Calya mendengus dingin, "Dan kau hanya diam menonton?" bertanya dengan nada sinis. Meskipun dia tidak berharap dibantu. Namun sangat menyebalkan saat mengetahui cowok ini tidak berniat membantu.


"Menjadi penonton ternyata lebih menyenangkan" Timbal Nathan dengan cueknya. Namun yang sebenarnya tidak demikian, karena sejatinya dia datang untuk berniat menolong. Dia berlari mencari sumber suara yang dia dengar. Dan saat dirinya sudah sampai, seseorang lebih dulu datang memberikan pertolongan. Lalu alangkah terkejutnya dia melihat orang yang menolong adalah seorang gadis yang bertemu dengannya siang tadi. Calya Lawson, nama yang masih dia ingat. Yang saat itu sedang menelintir salah satu penjahat dengan mudahnya, hingga tangan itu patah.


Dia tertegun dan mematung ditempat. Antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Gadis yang dia kira hanya gadis cantik yang dingin. Ternyata seorang gadis yang menyembunyikan jati diri yang sesungguhnya. Jantungnya berdebar. Tiba-tiba rasa penasaran timbul dalam dirinya ingin mengenal lebih jauh. Jarang sekali menemukan gadis dengan karakter kuat dan kejam sepertinya. Kebanyakan hanya manja dan juga merepotkan.


Calya berdecak kesal mendengar jawaban cuek dari Nathan. Sungguh menyebalkan, pikirnya. Tidak memperdulikannya lagi, dia pun beralih menatap orang yang menjadi sumber keberadaannya disini. Sambil berjalan ke tempatnya.


"Apa kau tak apa-apa?" Bertanya datar namun masih ada kesan peduli untuk sang gadis yang masih terkulai di tanah.


Sang gadis yang melongo menyaksikan percakapan antara Calya dan Nathan seketika tersentak saat dirinya ditanya. Dengan gugup dia menjawab,"Ah itu..iya tidak apa-apa. Terimakasih sudah menolongku" Lalu menunduk.


"Kau murid dari National School?" Calya duduk dihadapan sang gadis itu. Dan baru sadar jika gadis itu mengenakan seragam dari sekolah yang sama dengannya.


Gadis itu mengangguk. Semakin gugup dan juga takut. Entah apa yang dia pikirkan. Tapi kekejaman Calya masih membekas di kepalanya. Ditambah auranya yang tidak biasa dapat dia rasakan sedekat ini.


"Kau tidak perlu takut. Ini punyamu" Calya menyerahkan kacamata yang sempat terlepas dari wajah sang gadis ketika tamparan itu.


Gadis itu kemudian mengambil kacamatanya lalu memakainya setelah berterimakasih.

__ADS_1


"Siapa namamu? Kenapa kau pulang selarut ini?" tanya Calya saat tidak melihat ada name tag dibaju gadis itu. Dia juga mencoba untuk berbicara santai agar tidak membuatnya takut.


Gadis itu mendongak dengan ragu-ragu untuk melihat wajah penolongnya. Dia berusaha menekan rasa takutnya agar tidak menyinggung perasaannya.


"Na,namaku Se,serina" Jawab sang gadis dengan terbata-bata. Dia tidak bisa mengendalikan rasa gugupnya. Untuk pertama kalinya ada orang yang bertanya namanya. Biasanya di sekolah dia akan dijauhi karena dirinya hanya gadis miskin dan sering dibully. Bahkan teman satupun dia tidak punya.


"Lalu?"


"A,aku baru se,selesai bekerja jadi pulang jam se,segini" Gadis bernama Serina memberitahu alasannya mengapa pulang tengah malam.


Nathan yang berdiri tak jauh hanya diam menyaksikan interaksi keduanya. Fokus pandangannya terus tertuju pada Calya. Bagaimana dia berbicara dan caranya berinteraksi. Tak sekalipun dia berkedip.


Lalu di sisi Calya, dia tidak bertanya lagi. Tatapannya turun pada keadaan baju Serina yang kancingnya sudah terlepas. Sekarang Serina berusaha menyatukan belahan bajunya yang terbuka dengan kedua tangannya.


"Berikan jaketmu!" Menoleh pada Nathan lalu menyuruh tanpa bertanya apakah dia setuju atau tidak.


"Agar kedatanganmu tidak sia-sia" Cibir Calya dengan datar pula. Sengaja meminta jaket Nathan karena tidak mungkin dia melepas hoodienya. Dia hanya mengenakan kaos pendek yang tipis, sedangkan udara malam semakin dingin. Ditambah ada cipratan minuman yang terasa lengket.


"Apa yang akan aku dapatkan jika aku memberikanmu?" Pertanyaan itu langsung membuat Calya berkerut tajam.


"Apa seorang tuan muda Nathan kekurangan uang?" bukannya menjawab, Calya memberikan pertanyaan balik yang membuat Nathan seketika tersinggung.


"Evander bahkan lebih kaya dari Lawson" Sahut Nathan dengan nada arogan. Membuat Serina terkejut saat mengetahui bahwa penolongnya adalah seorang putri dari keluarga Lawson. Padahal setaunya putri dari keluarga itu adalah gadis yang manja dan sombong. Dan bagaimana mungkin orang seperti itu mau menolongnya? Ataukah sebenarnya rumor itu yang salah?, benaknya bertanya-tanya.


"Lalu kenapa kau tidak mau memberikannya jika tidak kekurangan uang?" Sinis Calya. Mulai jengkel dengan pembicaraan ini.


"Barangku tidak bisa disentuh sembarang orang" Timbal Nathan dingin membuat Calya mendengus. Sementara Serina tidak terlalu berharap. Sudah tau dari dulu di berita sekolah yang mengatakan tuan muda Nathan adalah orang dingin dan tidak sembarang orang bisa menyentuhnya.


"Mmm itu..." Serina mencoba menyela. Calya dan Nathan beralih menatapnya. "i-itu tidak perlu. Ak-aku tidak apa-apa ji-jika pulang seperti ini" Semakin gugup. Dia tidak boleh egois setelah diselamatkan lalu berharap memakai jaket tuan muda Nathan untuk menutupi tubuhnya.

__ADS_1


"Katakan apa yang kau inginkan?" Calya mengabaikan ucapan Serina dan malah bertanya pada Nathan. Tak akan dia biarkan gadis ini pulang dalam keadaan yang kacau. Akan seperti apa reaksi orangtuanya nanti saat melihat anaknya seperti itu? Mereka pasti akan merasa cemas.


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Nathan tersenyum tipis. Sangat tipis. Bahkan tidak bisa dilihat oleh Calya ataupun Serina.


"Aku mau kau menuruti satu permintaanku!" Ditujukan pada Calya. Tidak sungkan menyebutkan keinginannya. Seperti sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Entah apa yang dia rencanakan.


"Baiklah!" Langsung disetujui Calya. Tidak peduli apa yang direncanakan oleh cowok di depannya ini. Asalkan mau memberikan jaketnya. Walau sebenarnya dia ingin memukulnya sama seperti para pria bajingan yang sudah terkapar itu.


Setelah itu Nathan melepaskan jaketnya dengan senang hati. Lalu melemparkannya ke Calya dan ditangkap orangnya.


"Harap kau tidak ingkar janji. Jika tidak, aku tidak akan melepaskanmu" Ancam Nathan tegas. Namun hanya diabaikan oleh Calya.


"Hei kau dengar tidak!" Kembali berkata. Kesal tidak mendapat sahutan.


"Dengar, dan berhenti bicara" Sahut Calya dingin. Nathan mendengus namun tetap mengikuti ucapan Calya untuk diam. Serina yang melihat itu takjub akan kepatuhan pangeran es pada sosok penolongnya. Sangat keren, pujinya dalam hati.


"Ini pakailah!" Suruh Calya sambil menyodorkan jaket Nathan pada Serina. Terlihat Serina merasa ragu dan tidak enak hati untuk menerimanya "Tidak perlu sungkan. Kau harus memakainya agar tidak menimbulkan curiga pada orang tuamu. Kau tidak mau kan mereka tau dan membuat mereka cemas" rasa peduli yang besar.


Serina terdiam memikirkan ucapan Calya. Ada benarnya juga. Bagaimana jika mereka tau dan cemas tentang keadaannya? Pasti mereka tak akan mengizinkannya untuk bekerja lagi. Padahal kami sedang kekurangan uang. Namun apakah dia pantas mengenakan barang milik tuan muda Nathan?


"Eh.." Terkejut saat Calya sudah membantunya mengenakan jaket.


"Terlalu lama. Kau hanya perlu memakainya tidak harus berpikir sekeras itu" Ujar Calya tidak sabaran.


"Te-terimakasih" Serina jadi malu sendiri. Dia menundukkan kepalanya dalam untuk menghidari tatapan Calya. Ada perasaan hangat dan juga senang dipedulikan olehnya.


"Hm sama-sama" Timbal Calya sambil menarik ujung bibirnya. Dan itu tidak luput dari pandangan Nathan yang daritadi memperhatikan.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2