
Happy Reading...
Sehabis mengantar Calya ke ruang kepala sekolah dengan keterpaksaan. Rihanna kembali ke kelas. Saat masuk, kedua temannya terheran. Melihat wajah kesal Rihanna yang tidak biasanya. Karena kerap kali masuk selalu antusias, apalagi sudah membicarakan barang mewah. Maka ketika Rihanna sudah ambil posisi duduk, Keduanya mendekat untuk mencari tahu.
"Anna kau kenapa? Ada apa dengan wajah cemberut mu itu?" Teman bernama Jessie bertanya dahulu.
"Ya! Siapa yang telah membuatmu marah? Berani sekali dia!" Dilanjutkan oleh teman satunya yang bernama Vivian.
Mereka berdua adalah teman Rihanna. Teman yang memandang dari segi kekayaan saja. Tidak serius menjalin pertemanan. Di mata mereka hanya ada uang dan popularitas.
Rihanna yang ditanya semakin memperlihatkan kekesalannya. Kemudian Ia mulai menceritakan semuanya. Dan reaksi mereka setelah mendengarkan sedikit terkejut.
"Ternyata papamu punya putri dari istri pertamanya, dan sekarang Ia adalah kakak tirimu!!" Ujar Vivian tidak percaya.
"Jadi gadis yang bersamamu tadi adalah kakakmu? Tapi kenapa kalian tidak mirip?" Jessie bertanya dengan kebingungan. Seperti mengatakan Calya lebih cantik.
"Emang apa yang kau harapkan? Meski Ia adalah anak papaku. Tapi dia bukan anak mamaku juga. Lagipula siapa juga yang mau mirip dengannya!" Jawab Rihanna sewot. Tidak suka dengan pertanyaan itu.
Kedua orang itu saling pandang lalu kembali menatap Rihanna.
"Kau terlihat membencinya" Jessie mengangguk setuju dengan ucapan Vivian.
Rihanna berdecak kesal. Jelas dia benci. "Kalian ini bodoh ya! Jika kalian tiba-tiba punya saudara tiri dan bersaing denganmu, apa kalian akan suka?!!" ketus. Habis sudah kesabarannya berbicara sama kedua orang ini.
"Hehe kau benar juga sih. Jika aku tiba-tiba punya juga pasti tidak akan menyukainya!" Keduanya hanya cengengesan. Rihanna mendengus kesal.
"Terus kau punya rencana apa? Tidak mungkin kan kau diam saja dan membiarkannya terus merebut punyamu!" Jessie mencoba mencari tahu. Sudah hafal betul dengan perangai Rihanna yang tidak suka di saingi. Begitu pula Vivian yang juga penasaran.
__ADS_1
"Untuk saat ini belum ada rencana. Tapi aku tidak akan tinggal diam saja. Pelan-pelan rencana pasti akan muncul. Jadi tunggu saja!"
Jawaban Rihanna yang percaya diri membuat keduanya ikut percaya. Padahal tanpa sepengetahuan mereka berdua, Rihanna sebenarnya sudah melaksanakan rencana pelabrakan tadi malam. Tapi malah dirinya yang mendapat ancaman mengerikan. Sengaja mengatakan belum ada rencana, nyatanya ingin menyelamatkan harga dirinya yang sudah kalah telak. Bahkan sampai bergetar ketakutan. Jika mereka berdua tahu. Mungkin akan menjadikannya bahan gosip yang seru.
"Kau tenang saja Anna. Jika butuh kami maka kami siap membantu! Iya kan Vi?" Vivian mengangguk cepat. Menujukkan jika mereka akan menjadi partner yang bisa diandalkan. Membantu Rihanna apapun caranya. Asalkan bisa terus berteman dan tertular popularitasnya. Dan reaksi yang ditunjukkan Rihanna hanya tersenyum puas, tidak tau jika keduanya sedang menjilat dirinya.
***
Pak Leo berjalan memasuki ruang kelas di ikuti oleh Calya dari belakang. Seketika penghuni kelas yang dikenal 2A langsung bisik-bisik. Banyak siswa memberikan pujian akan kecantikan Calya, sedangkan yang siswi ada yang ikut kagum namun kebanyakan iri. Salah satunya Rihanna.
"Pagi anak-anak! Hari ini kelas kita kedatangan murid baru! Ayo perkenalkan dirimu!" Pak Leo menyuruh Calya memperkenalkan diri.
Calya menyapu seluruh ruangan dengan datar. Memperhatikan mereka yang juga sedang menatapnya penasaran.
"Calya Lawson!" Sambil sedikit membungkukkan badan. Singkat dan padat.
"Kau ada hubungan apa dengan Rihanna?" Yang lain langsung menatap sumber suara. Terkejut tapi juga setuju. Rasa penasaran mereka seakan terwakilkan dengan pertanyaan itu.
"Saudara!" Calya kembali menjawab singkat tanpa ekspresi. Heboh untuk kedua kalinya. Rihanna mendengus kesal saat orang mulai mencercokinya. Hanya diam tidak mau menyahut apapun.
"Baiklah. Perkenalan sudah selesai, silahkan kau duduk dibangku belakang Rihanna" Ujar Pak Leo sambil menunjuk bangku yang dimaksud. Agak heran dengan perkenalan Calya yang singkat. Tidak ada basa basinya seperti murid baru lainnya. Saat berbicara selama perjalanan kesini Calya juga hanya menjawab seadanya. Karakternya itu sangat mirip sekali dengan siswanya yang sudah naik tingkat ke kelas tiga.
Calya mengangguk memberi jawaban. Lalu berjalan ke mejanya. Tak sengaja tatapannya bertemu Rihanna yang menatapnya benci. Tapi Ia hanya mengabaikan.
"Sudah berhenti berbicara. Mari kita lanjutkan pelajaran hari ini!" Pak Leo kembali berucap tegas menghentikan keributan semuanya. Tanpa bicara dua kali, mereka perlahan mulai tenang.
***
__ADS_1
Pelajaran sudah berlangsung beberapa menit. Isi pelajaran Pak Leo mulai di isi dengan penjelasan tentang hukum pascal. Sebuah materi yang berbau fisika. Pak Leo adalah guru fisika yang terkenal tegas. Tidak ada toleransi meski mendapat nilai dibawah standar sekalipun. Inilah membuat siswa dibuat panas dingin saat pelajarannya.
"Rihanna sekarang jelaskan penerapan hukum pascal itu seperti apa dan rumus hukum pascal!" Tiba-tiba pertanyaan ditujukan pada Rihanna. Sedangkan Rihanna yang disebut namanya langsung terkesiap mendengarkan pertanyaan.
Setelah selesai dibacakan. Pak Leo menunggu jawaban. Namun tak ada jawaban yang keluar dari mulut Rihanna. Karena di meja, Rihanna sedang berusaha mencari tahu jawabannya. Ia sampai gelagapan saat namanya kembali disebut.
"Rihanna!" Sepertinya Pak Leo tidak sabaran menunggu.
Tegang seketika dirasakan oleh Rihanna. Bingung ingin menjawab apa karena ia tak tau sama sekali jawabannya. Ia kan bukan murid pintar, pekiknya dalam hati. Dan yang lainnya pun ikutan tegang belum tau jawabannya apa. Bila Rihanna tidak tau maka pasti akan di over ke yang lain. Gawat sudah!
"Maaf pak saya tidak tau" Akhirnya Rihanna memilih menyerah. Dipaksa juga tetap tidak akan tau.
"Bagaimana kau ini! pertanyaan sepele seperti itu tidak tau! Apa kau tidak pernah membaca bukumu? Apa gunanya kau mengikuti pelajaran saya?!" Inilah mode pak Leo jika sudah mengajar. Tak tanggung-tanggung memarahi muridnya jika tidak bisa menjawab. Berbeda sekali jika diluar kelas, sangat ramah apalagi pada murid yang pintar.
"Yang lain bagaimana? Apakah ada yang tau?" tuh kan langsung di over ke yang lain. Tapi kejadian sama seperti Rihanna. Tidak ada yang bisa menjawab. Mereka hanya menunduk menghindari pandangan dengan pak Leo. Membuat pak Leo menghela nafas pelan. Jika ada Eldric disini pasti Ia bisa menjawab, pikirnya.
Saat Pak Leo sudah pasrah jika tidak ada yang bisa. Ia akan menjelaskannya saja, Namun diluar dugaan Calya angkat tangan.
"Penerapan hukum pascal biasanya banyak terdapat pada sistem hidrolik. Salah satunya rem hidrolik pada mobil. Ketika pengemudi menginjak pedal rem, tekanan pada silinder utama akan meningkat. Kenaikan tekanan ini akan diteruskan keseluruh bagian fluida sepanjang sistem hidrolik sehingga silinder rem akan mendorong kanvas rem terhadap cakram yang menempel pada roda mobil. Akibat gesekan antara kanvas rem dengan cakram akan menyebabkan laju mobilnya berkurang!"
Semua murid terdiam dengan ekspresi masing-masing. Tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh Calya. Tapi bersamaan mereka takjub mendengarnya.
"Dan untuk rumus hukum pascal adalah...bla bla!" Calya selesai dengan penjelasannya.
"Bagus! Sangat bagus Calya! Jawabannya benar dan terperinci! Nilai tambahan untukmu hari ini!" Pak Leo sangat puas dengan jawabannya. Air mukanya jadi lebih baik saat ada yang bisa menjawab pertanyaannya. Setidaknya hari ini tidaklah terlalu buruk.
Bersambung~
__ADS_1