
Happy Reading...
"Bos kecil, kau tidak apa-apa?"
Calya menatap dua orang yang baru saja menembak peluru untuk membantunya. Dia tak bergeming sesaat ketika melihat kedatangan mereka. Namun kembali lagi bermuka datar.
"Bagaimana kalian bisa ada disini?" Bertanya balik dan tak menjawab pertanyaan yang diajukan untuknya.
Kedua orang yang berbeda gender itu berjalan mendekat. Mereka dikenal sebagai Key dan Kai. Key adalah sosok wanita yang tangguh dan penyayang. Sedangkan Kai adalah sosok pria yang kuat, berkulit sawo matang dengan ketampanan rata-rata.
"Kami tiba tadi siang. Bos besar memberi perintah pada kami untuk menyelidiki petunjuk yang mengarah ke kota ini. Kami sempat menelpon untuk memberitahukan hal ini pada bos kecil, sayangnya bos kecil tidak bisa dihubungi. Hingga di perjalanan, kami tidak sengaja melihat bos kecil dikejar oleh sekelompok pria lalu kami mengikuti sampai sini" Kai menjawab dengan panjang lebar. Tanpa melepaskan sikap hormat pada tuannya.
Ya, Bos kecil adalah sebutan bagi Calya. Di usianya yang masih muda sebenarnya dia adalah sosok yang dihormati. Dia adalah cucu angkat dari seorang pria yang berstatus sebagai pemimpin mafia. Memiliki kepribadian yang tak jauh berbeda. Dingin dan kejam. Sama-sama memiliki aura kepemimpinan yang menakutkan. Bahkan lebih. Karena para bawahan lebih takut pada Calya daripada bos besar mereka.
"Lalu bagaimana dengan bos kecil? Kenapa bisa dikejar oleh mereka?" Giliran Key yang bertanya. Sambil melirik para pria yang sudah terkapar tak bernyawa. Reaksi yang timbul hampir sama dengan pemimpin kelompok itu. Yaitu sama-sama merasa ngeri. Bos kecilnya memang selalu menakutkan jika sudah dalam kondisi seperti ini.
"Ceritanya panjang. Sekarang bereskan dulu semuanya!" Suruh Calya datar.
"Baik" Maka keduanya menjawab patuh. Lalu bergegas mengerjakannya.
Tak sampai satu jam, semua sudah dibereskan. Mereka bertiga kini sudah berada di mobil. Disana Calya menceritakan kejadian yang menimpanya dengan singkat dan padat.
__ADS_1
"Ternyata semua ulah wanita tua itu! Sungguh berani sekali bermain-main dengan bos kecil kita" Ujar Kai terdengar kesal setelah diberitahu. Dari awal dia sudah tau tujuan Calya tinggal di rumah ayahnya. Dan yang mengherankannya lagi, ada yang berani memprovokasi bos kecil mereka. Meski usianya paling muda diantara kami, namun tidak ada yang berani meremehkannya.
"Lalu setelah ini, bos kecil ingin membalasnya dengan bagaimana. Apakah butuh bantuan kami?" Tanya Key sambil melirik Calya dari kaca spion.
"Aku sudah punya rencana untuk itu. Tak perlu membalasnya dengan lebih kejam dari ini. Karena permainan belum saatnya berakhir" Jawab Calya dengan seringai tipis. Namun masih bisa ditangkap oleh dua orang didepan. Maka mereka tak lagi bertanya karena paham betul perangai bos kecil mereka.
***
"Aku akan menguhubungi kalian besok untuk membicarakan semuanya lebih lanjut. Sekarang ada yang harus diurus" Ujar Calya datar sambil menatap keduanya.
Mobil mereka sudah berhenti di depan gerbang kediaman Lawson. Sudah menunjukkan pukul 9 baru mereka pulang. Dalam kondisi yang kotor tak memungkinkan Calya harus segera pulang. Jadi dia meminta keduanya untuk mencarikannya seragam ganti untuk menghindari kecurigaan. Habis itu mereka bertiga pergi makan malam sebentar.
"Baik bos kecil"
Sementara di dalam, telah terjadi keributan saat Rose dan Rihnna pulang sambil membawa air mata. Semua dibuat kebingungan kecuali Nyonya tua yang sudah tau dari awal. Namun dia ikut berpura-pura terkejut setelah mendengar cerita keduanya.
"Apa yang kalian katakan? Calya menghilang? Bagaimana bisa itu terjadi?"
Nyonya tua lebih dulu menujukkan kekahwatirannya. Mengatur sebaik mungkin mimik wajahnya agar terlihat natural. Menyembunyikan rasa senang karena rencananya berhasil.
"Iya, coba beritahu kejadiannya lebih rinci. Kenapa kalian mengatakan Calya menghilang!" Sentak Abram sudah panik setelah mendengar kabar putrinya menghilang.
__ADS_1
"Huhu...Kami juga tidak tau bagaimana Calya bisa menghilang. Saat itu aku dan Anna sedang ke kamar mandi dan Calya menunggu di parkiran. Tapi saat kami kembali, sudah tak ada seorang pun di sana. Kami sudah mencari ke semua tempat tapi tetap tidak bisa menemukannya" Jelas Rose sambil berurai air mata.
"Ini semua salah ku. Tidak seharusnya aku membiarkan kakak sendirian menunggu di parkiran. Huhuhu..." Sambung Rihanna yang juga berlelehan air mata.
Keduanya sangat menghayati peran mereka masing-masing. Hingga Pak Lan yang terus memperhatikan sulit membedakan apakah itu sandiwara atau bukan. Justru dia malah terperanngkap dan ikut panik mendengar kabar tersebut.
"Tidak Anna. Ini semua salah mama! Andai saja mama lebih menjaga kalian tadi, maka hal ini tidak akan terjadi pada kakakmu. Dan kita masih bisa pulang bertiga" Rose tidak mau kalah. Dia ikut menyalahkan diri sendiri. Agar memberi kesan bahwa dia seorang mama yang peduli pada anaknya.
"Sudah cukup tidak perlu saling menyalahkan! Sekarang juga Pak Lan, telpon pihak mall untuk mengirimkan CCTV di parkiran. Aku mau lihat sebenarnya apa yang terjadi pada putriku!" Seru Abram gusar. Tidak peduli siapa yang bersalah. Saat ini yang terpenting adalah menemukan putrinya Calya.
"Ide yang bagus nak. Cepat Pak Lan! segera beritahu pihak mall untuk mengecek CCTV parkiran. Pasti ada sesuatu yang tidak beres!" Nyonya tua menambahkan. Mendukung perkataan putranya tanpa merasa waspada jika putranya harus mengecek CCTV.
Setelah beberapa menit kemudian, rekaman CCTV sudah dikirimkan oleh pihak mall. Pak Lan segera memperlihatkan pada tuannya. Namun baru saja diputar sedikit, tiba-tiba video berubah jadi eror.
"Kenapa gambarnya menghilang?" Seru Abram entah pada siapa. Kecemasannya semakin membesar. Ia menekan-nekan layar iPadnya agar gambarnya dapat terlihat lagi. Namun sayangnya tetap tak bisa hingga ia pun membanting iPad nya hingga hancur.
Semua terkejut. Para pelayan bahkan Pak Lan mendunduk ketakutan. Berbeda dengan ketiga wanita itu yang diam-diam tersenyum kemenangan. Tentu saja CCTV tidak akan memberikan petunjuk apapun. Sebab Nyonya tua sudah mengatur orang ahli untuk merusak CCTV nya.
Sekarang, tampak Abram sudah frustasi dan tidak bisa berpikir jernih. Dia hendak pergi ke lokasi kejadian untuk mencari Calya. Namun ketika dia berbalik, betapa terkejutnya saat melihat Calya berada diambang pintu.
"Calya!!"
__ADS_1
Bersambung~
Jangan lupa LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE DAN HADIAHNYA!!...HAPPY TERUS SEMUANYA!!!