
Happy Reading...
Mobil yang mereka tumpangi sekarang sudah berhenti di pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut. Ketiganya turun setelah mobil terparkir rapi di tempat parkiran. Nampak Rose dan putrinya Rihanna begitu antusias menggandeng Calya masuk ke dalam. Raut mereka berdua terus menerus memamerkan senyum lebar. Namun tidak dengan Calya, hanya berwajah datar dan pasrah saat diseret melakukan hal yang tidak terlalu disukainya.
Ya, Calya bukan orang yang suka berbelanja layaknya perempuan lainnya. Baginya berbelanja adalah sesuatu yang sia-sia. Dia lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca buku dalam ketenangan. Saat masih tinggal bersama paman dan bibinya, koleksi bukunya sangat beragam. Mulai dari buku sekolah hingga buku tentang bisnis. Karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengan para buku. Dia jadi lebih suka menyendiri daripada harus menghabiskan waktu bersama teman. Jadi tak heran dia akan sedikit masam saat pertama kalinya diajak berbelanja.
"Kita akan masuk ke toko mana dulu nih? Perhiasan, baju, atau sepatu?" tanya Rihanna dengan semangat.
"Calya menurutmu kita harus kemana?" Rose menyerahkan pada Calya untuk memilih.
"Perhiasan" jawab Calya asal. Tidak terlalu peduli kemana mereka akan pergi dahulu. Saat ini dia hanya ingin menemani mereka bermain untuk melihat apa yang mereka rencanakan.
"Pilihan yang bagus kak, ayo kita kesana!" Ujar Rihanna sambil menarik keduanya untuk mengikuti.
Tak berselang lama, mereka bertiga sampai di toko perhiasan yang terletak di lantai dua. Pintu otomatis terbuka dan mereka langsung mendapat sambutan hangat dari karyawan toko.
"Keluarkan semua perhiasan yang terbaru dari toko kalian! kami ingin melihat semunya!" Ujar Rose langsung pada dua wanita karyawan toko itu.
"Baik nyonya Lawson!" Sahut keduanya sambil membungkuk hormat. Setelah itu salah satu diantara dua wanita itu bergegas memenuhi keinginan Rose. Dan satunya lagi mempersilahkan ketiganya untuk duduk.
Saat mereka sudah duduk nyaman di sofa yang tersedia, wanita yang mengambil perhiasan datang dengan beberapa orang mengikuti dibelakangnya. Dimana masing-masing membawa kotak perhiasan dari berbagai jenis.
"Nyonya ini adalah semua perhiasan terbaru dari toko kami! Semuanya memiliki jenis yang unik dan mewah, di desain dan dibuat oleh orang yang terkenal"
Rose dan Rihanna dengan cepat mengambil perhiasan yang menarik perhatiannya. Kedua mata mereka ikut berkilau saat melihat betapa indahnya perhiasan ditangan mereka. Mereka berdua terus memilih dan mencoba perhiasan yang menurut mereka cocok. Tidak peduli dengan jumlah angka yang tertera, mereka tetap mengambil yang mereka inginkan. Sebab nominal yang diberikan Abram pada Rose hari ini lebih banyak dari biasanya. Berjumlah dua kali lipat, mungkin karena Calya juga ikut.
Sementara Calya tetap tidak bergeming di sofa single tempatnya duduk. Dia lebih memilih memperhatikan dengan datar ibu dan adik tirinya yang terlihat rakus mencoba semua perhiasan. Hal itu membuat dua karyawan wanita yang menemani berkerut heran. Hingga salah satu bertanya dan membuat dua orang yang sedang asik sendiri berhenti lalu ikut memandang Calya.
"Nona ini, kenapa hanya diam saja? apakah anda tidak mau mencoba perhiasannya?"
__ADS_1
Calya menatap datar wanita yang berbicara padanya. Sebenarnya enggan menanggapi, tapi wanita itu terlihat menunggu jawabannya. Saat bibirnya terangkat untuk berkata sesuatu. Rihanna lebih dulu menyela.
"Kakak ku itu baru saja kembali dari desa, dia tidak paham tentang hal beginian. Ya, kalian tau lah orang desa seperti apa bukan? Akan sedikit gugup melihat sesuatu yang mewah. Jadi mohon kalian membantunya memilih" Ujar Rihanna sambil tersenyum. Memang menunjukkan perhatian tapi secara tidak langsung merendahkan Calya.
"Anna jangan seperti itu sayang. Kakak tirimu pasti masih berpikir. Mungkin sedikit bingung harus pilih yang mana. Ini kan pertama kalinya dia melihat perhiasan mahal. Jadi kalian harus membantunya memilih" Rose memberi pembelaan. Akan tetapi ada sindiran didalamnya.
"O-oh begitu ya...baiklah kami akan bantu pilihkan buat anda" Kedua wanita itu memandang Calya dengan sedikit berbeda. Seperti pandangan merendahkan. Reaksi Calya? tentu saja bodo amat. Tidak terpengaruh sekalipun. Tetap pada ketenangan dan poker face nya.
"Bagiamana dengan perhiasan ini? Perhiasan yang sama seperti nona Anna coba, hanya saja bentuknya sedikit besar" Karyawan itu menyodorkan kalung berlian dengan full emas putih.
"Tidak masalah perhiasan manapun. Aku akan tetap terlihat cantik mengenakannya" Jawaban Calya yang percaya diri membuat keempat orang itu bungkam. Tak bisa mendebat karena itu fakta. Dan mereka hanya bisa iri dalam hati.
"Kau sangat pandai memilih. Kalung dari white diamond dan emas putih ini dibuat oleh seorang desainer terkenal asal negara D, yaitu Derl Yuman. Memiliki arti kemurnian hati yang tulus, sangat cocok untuk menggambarkan karakter wanita dengan kepribadian seperti itu. Jadi jika ada wanita yang memiliki karakter yang suka berpura-pura baik tidak akan terlihat cocok memakainya"
Selesai Calya mengatakan itu, perubahan ekspresi Rose dan Rihanna menjadi aneh. Seolah perkataan itu telah menggores diri mereka. Jelas sekali jika mereka tersinggung. Terutama Rihanna, air mukanya lebih masam dari Rose. Bukankah itu juga mengartikan dirinya adalah salah satu orang yang tidak pantas memakai kalung itu. Sebab kondisinya saat ini sedang berpura-pura baik pada Calya.
Berbeda dari ibu dan anak itu, kedua karyawan wanita itu justru berkilat kagum. Antara percaya dan tidak percaya bahwa Calya akan memiliki pengetahuan tentang perhiasan.
"Iya benar. Calya sayang kau tau darimana?" tanya Rose ikut berbicara. Tetap tersenyum untuk menutupi emosinya.
"Calya sering melihatnya dari majalah. Meski belum pernah melihat perhiasan namun kita perlu mengetahui, bahwa perhiasan itu bukan untuk kecantikan saja. Tapi harus memahami campuran perasaan dari pembuatnya"
Dua wanita karyawan itu berdecak semakin kagum. Sedangkan ibu dan anak itu merengut kesal walau masih ditutupi dengan berpura-pura baik-baik saja. Namun Calya bisa merasakan itu, diam-diam dia tersenyum puas. Dia memang tidak suka perhiasan, akan tetapi dia banyak tau tentang perhiasan di dunia ini.
***
Sore menjelang, tak terasa mereka bertiga sudah menghabiskan waktu sangat lama untuk berbelanja. Sudah beberapa toko dikunjungi sampai masing-masing kedua tangan mereka penuh dengan tas belanjaan. Kini mereka sudah di tempat parkiran dan bersiap untuk pulang.
"Anak-anak tunggu sebentar!" Ujar Rose membuat keduanya menatapnya. "Mama ingin ke toilet dulu sebentar! Kalian tunggu disini!" berjalan pergi dengan cepat.
__ADS_1
"Ma! Anna juga mau ikut! Calya kau ngga papa kan sendirian disini?" Calya mengangguk sekilas dan Rihanna langsung menyusul mamanya.
"Sepertinya sudah dimulai ya" gumam Calya melihat intens kepergian keduanya. Tidak masuk ke dalam mobil, dia memilih untuk bersandar diluar mobil sambil waspada melihat sekitar.
Tidak sampai lima belas menit, Calya mendengar jelas suara orang yang berbicara. Karena di tempat parkir sedang tidak ada siapapun.
"Cari mobil dengan plat xxxxxx, katanya disana gadis itu berada!"
"Baik"
Calya mengangkat alis sebelah saat nomor plat mobilnya saat ini disebut oleh seseorang yang terdengar dari arah jalan keluar.
"Kalian lihat satu persatu mobil disini. Tidak boleh sampai terlewatkan. Karena mangsa kita saat ini sangat berharga!"
"Bos benar. Orang itu membayar dengan harga tinggi. Ditambah, bila kita menjualnya di pasar gelap malam ini pasti akan menghasilkan keuntungan berkali lipat. Dilihat dari fotonya saja dia sangat cantik, akan banyak yang menginginkannya"
Raut Calya berubah dingin. Jadi ini rencana mereka. Pura-pura menunjukkan ketulusan hati sebagai keluarga. Lalu mengajaknya pergi keluar selepasnya membuat skenario jika dirinya tiba-tiba menghilang. Padahal nyatanya mereka sudah mengatur seseorang untuk menculiknya.
Hehe rencana yang sangat kejam, batin Calya sambil tersenyum bengis.
"nah ini mobilnya!"
Saat suaranya sudah ada di belakangnya. Calya sudah bersiap akan melawan. Namun maniknya tidak sengaja melihat seorang wanita menggandeng dua anak kecil dari kejauhan yang akan menuju kemari. Seketika pikirannya berubah. Maka dengan cepat dia berlari melalui depan kepala mobil dan membuat orang-orang itu melihatnya.
"Itu dia!!"
"Apa yang kalian tunggu? ayo kejar!!" Dan sekelompok orang itu mulai mengejar Calya.
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE, DAN HADIAHNYA...HAPPY TERUS SEMUANYA!!!