Gadis Cantik But Kejam

Gadis Cantik But Kejam
Episode 28


__ADS_3

Happy Reading...


Calya tiba di rumah setelah malam tiba. Ketika masuk ke dalam, Pak Lan langsung menyambutnya.


"Nona Calya, anda sudah kembali" Ujar Pak Lan dengan penuh kesopanan.


Calya hanya menjawab dengan "hm" lalu kembali berkata, "Papa sudah pulang?" sembari menatap datar pria paruh baya yang tampak profesional.


"Siang tadi tuan sudah berangkat ke luar kota untuk urusan bisnis. Mungkin akan kembali besok pagi. Dia juga sudah memberitahu nona Anna tentang hal ini" Jelas Pak Lan.


Calya tak bereaksi apapun selain datar dan dingin "Aku akan pergi ke kamar. Tak perlu memanggilku untuk makan malam. Aku sudah makan" ujarnya.


"Baik dan selamat beristirahat Nona" Sahut Pak Lan tanpa banyak bertanya. Calya mengangguk sekilas lalu melenggang pergi.


Ketika menaiki tangga, dia melihat Rihanna sedang menuruni tangga. Dengan ponsel yang sesekali menempel ditelinga seperti tengah menghubungi seseorang. Wajahnya tampak gelisah saat panggilannya tak direspon. Diselingi bibir yang tak berhenti menggerutu kesal. Hingga tatapan mereka bertemu dalam jarak dekat. Tapi hanya sebentar, sebab Rihanna buru-buru berjalan menuruni tangga.


"Pak Lan, Apa mama dan nenek sudah pulang? Daritadi aku menelpon, tapi nomor mereka tidak aktif." Suara Rihanna yang bertanya pada kepala pelayan.


Calya yang mendengar itu mendengus guna mencemooh. Percuma menelpon, saat ini mereka sedang tidur nyenyak ditempat paling nyaman. Mereka mungkin akan terbangun beberapa jam lagi, pikirannya mengejek. Maka tanpa menghentikan langkahnya dia tetap lanjut menaiki tangga menuju kamarnya. Tidak tertarik untuk mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Maaf nona Anna, mereka belum kembali. Mungkin masih dalam perjalanan pulang" Timbal Pak Lan.


Rihanna mendelik tak senang dengan jawaban Pak Lan, "Apa yang membuat Pak Lan begitu yakin jika mereka sedang diperjalanan? Sementara ponsel mereka saja tidak aktif" berkata dengan ketus.


Pak Lan menutup rapat bibirnya. Dia memutuskan untuk tidak berbicara lagi. Karena dia yakin jika terus berbicara, yang ada nona keduanya akan semakin tidak senang.

__ADS_1


Pada saat yang sama, Rihanna juga mengabaikan Pak Lan. Dia lebih memilih untuk kembali menghubungi mama dan neneknya. Akan tetapi yang dia dapatkan hanya kekesalan bercampur gelisah menguasai hatinya. Dia mencoba untuk berpikir tenang, mungkin saja ucapan Pak Lan benar. Mereka masih diperjalanan, gumamnya dalam hati.


Akhirnya Rihanna berjalan ke arah sofa lalu duduk disana. Dia akan bersabar menunggu. Sambi sesekali terus mengecek ponsel berharap mereka balik menelponnya. Hingga pukul 09.30 malam, mereka belum juga pulang.


"Nona Anna, Bagimana jika anda makan malam lebih dulu? Anda tidak boleh melewatkannya. Jika tidak anda akan sakit" Pak Lan membuka suara setelah lama terdiam. Sebagai kepala pelayan, sudah tugasnya untuk mengingatkan majikannya.


Rihanna yang sedang berdiri mondar-mandir seketika berhenti lalu menatap Pak Lan tidak senang, "Aku tidak lapar" menjawab singkat.


"Tapi nona Anna, anda harus..."


"Aku bilang aku tidak lapar! Bisakah Pak Lan diam saja!!" Rihanna memotong ucapan Pak Lan dengan nada membentak. Membuat kepala pelayan itu sedikit terkejut.


"Aku tidak akan makan sebelum mama dan nenek pulang! Jika Pak Lan tak mau menemaniku disini lebih baik kembali saja ke dapur! Tidak usah banyak bicara!" perintahnya sambil menunjuk ke arah dapur.


"Maaf atas kelancangan saya nona Anna. Saya akan kembali ke dapur. Panggil saya jika anda butuh bantuan saya" Dengan sabar dan masih sopan Pak Lan pamit untuk ke dapur.


"Ck bikin kesal saja!" Rihanna berdecak kesal setelah melihat kepergian Pak Lan.


Kemudian dia beralih untuk melirik waktu pada ponselnya. Betapa terkejutnya melihat waktu sudah menunjukkan malam yang semakin larut. Menimbulkan kegelisahan yang semakin jelas pada rautnya. Dia pun tidak tahan untuk tidak menggigit kuku jarinya. Membuktikan bahwa saat ini dia benar-benar khawatir pada dua wanita itu.


"Sebenarnya mereka kemana sih? Apa tempatnya begitu jauh sampai membuat mereka sangat lama?" Bergumam pada diri sendiri.


"Atau jangan-jangan terjadi...Ah tidak tidak Anna, kau tidak boleh berpikiran sembarangan." Berusaha menepis pikiran aneh yang terbesit di kepalanya, "Apa sebaiknya aku pergi mencari mereka saja, ya? Tapi...arrgh kemana aku harus mencarinya! Aku saja tidak tau kemana mereka berdua pergi!" berteriak frustasi.


Rihanna terus berbicara pada diri sendiri, berteriak marah meluapkan emosi karena tidak bisa melakukan apa-apa. Hingga pada saat berikutnya, suara pintu yang terbuka keras membuat perhatian Rihanna teralihkan.

__ADS_1


BRAK!!


"Calya!!! Dimana kau bajingan kecil!!!"


Disusul suara teriakan yang mampu membuat seisi kediaman terlonjak kaget kecuali seseorang dikamar lantai tiga, mungkin. Dan disisi Rihanna, dia bahkan mengelus dada saking terkejutnya. Namun segera tersadar saat dia mengenal suara itu dan bergegas menghampiri sumber suara tersebut.


Selang beberapa saat, Rihanna terkejut dengan mata melebar dan mulut terbuka. Bahkan Pak Lan dan beberapa pelayan yang juga sedang disana untuk mencari tau, menunjukkan ekspresi yang sama dengan Rihanna.


Disana, di depan pintu utama yang baru saja dibuka dengan keras. Telah berdiri dua wanita yang menjadi kecemasan Rihanna. Ya, mereka adalah Nyonya tua dan Rose. Dengan penampilan yang jauh berbeda dari penampilan biasanya. Jika biasanya selalu berpenampilan layaknya wanita berkelas, sekarang yang terlihat bukan wanita seperti itu. Melainkan wanita dengan penampilan seperti gelandangan.


Rambut yang sudah tak tertata rapi, mengembang kesana kemari seperti bulu singa. Tidak ada riasan cantik, hanya ada wajah kusam yang tampak jelek. Baju kotor dan tidak memakai alas kaki. Sudah sangat cocok jika didefinisikan seperti gelandangan.


Juga, ekspresi keduanya sangat gelap dan tak bersahabat. Dada kembang kempis dengan sangat cepat. Kedua tangan mengepal erat dengan gigi bergemeletuk. Membuat semua bertanya-tanya ada apa dengan mereka berdua.


"Beritahu aku sekarang! Dimana Calya?" Ujar Nyonya tua mengulang perkataannya dengan penuh penekanan saat tak ada satupun menjawab ucapannya.


"Anna cepat beritahu mama! Apa j*lang itu ada disini? Jika iya, katakan ada dimana!"


Rihanna terkejut bukan main saat mendengar bentakan dari mamanya, maka dengan terbata dia menjawab, "Di-dia a-ada dikamarnya!" Sambil menunjuk letak kamar Calya.


Maka tanpa berlama-lama, Nyonya tua dan Rose langsung menuju ke sana. Meninggalkan semuanya dalam keadaan termangu dengan berbagai macam pertanyaan. Namun tidak dengan pak Lan, dia menyadari jika akan ada keributan lalu berbegas mengikuti dua orang itu. Bahkan Rihanna dan yang lainnya ikut menyusul setelah disadarkan dengan kepergian Pak Lan.


Bersambung~


Jangan lupa like, komen, favorit, vote, dan hadiahnya...Happy terus semuanya!!

__ADS_1


__ADS_2