Gadis Cantik But Kejam

Gadis Cantik But Kejam
Episode 18


__ADS_3

Happy Reading...


"Kak nanti ingat ya, pulang sekolah kita akan pergi shopping sama mama. Aku jamin kau akan senang pergi bersama kami" Ujar Rihanna antusias. Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam mobil tanpa Abram yang ikut, karena Abram buru-buru ke kantor.


Calya menoleh ke samping kanan, tak ada perubahan ekspresi sama sekali. Meski Rihanna berbicara padanya dengan penuh keantusiasan. Baginya saat ini, mimik yang diperlihatkan Rihanna adalah kepura-puraan untuk menjalankan rencana yang saat ini belum dia ketahui. Baru beberapa menit yang lalu bahkan tidak sampai setengah jam, ibu Rihanna meminta izin pada papanya untuk membawa kami belanja ke mall. Bagaimana mungkin dia akan lupa secepat itu. Tapi Rihanna mengingatkannya kembali seperti takut dirinya lupa.


Pasti ada sesuatu. Mana mungkin seseorang mengajak musuhnya bersenang-senang kecuali di dalamnya telah dibuat skenario untuk menjebaknya. Dan dia yakin rencana akan dijalankan pada waktu itu. Heh, tapi apapun itu dia akan segera mengetahuinya nanti. Dan kita lihat siapa yang menang.


"Benarkah? Wah..pasti menyenangkan bisa pergi bertiga bersama kalian. Sungguh tak sabar menanti pulang sekolah..." Sahutnya juga dengan antusias dilengkapi senyum yang dibuat selebar mungkin. Menunjukkan bahwa dirinya juga menantikan itu.


"Iya kak. Aku juga tidak sabar menanti jam pulang sekolah" menyambut senyum Calya dengan senyuman pula.


Dasar bodoh. Tentu saja senang-senang yang kau pikirkan tidak sama dengan yang aku pikirkan. Ini bukan belanja yang biasa aku dan mama lakukan, namun ada hal lain yang membuatnya jauh lebih menyenangkan, Batin Rihanna sambil menyembunyikan kilatan licik dibalik pancaran matanya.


Keduanya kemudian hening tak ada yang bicara lagi. Calya sudah kembali dengan raut datarnya. Terus menatap lurus ke depan. Sedangkan Rihanna tak henti-hentinya melirik diam-diam Calya dengan senyum culasnya. Mencibir kemalangan Calya dalam hati yang sebentar lagi akan tamat. Padahal tanpa disadari, perbuatannya itu sebenarnya diketahui oleh Calya. Namun sengaja membiarkannya. Karena baginya, tidak apa-apa sesekali membiarkan mereka merasakan kemenangan sebelum kemenangan sesungguhnya jadi miliknya.


***


Mereka berdua tiba di sekolah National School, turun dari mobil dan pergi ke kelas bersamaan. Rihanna terus menunjukkan kedekatannya sebagai saudara yang sudah tobat. Hingga ketika dikelas, saat sudah duduk di kursi masing-masing. Rihanna langsung diapit oleh kedua temannya.


"Anna apa aku sedang bermimpi? Aku melihatmu akrab dengan saudaramu itu. Bukannya kau membencinya?" Tanya Jessie pelan, terdengar berbisik.


"Kau tidak mungkin sudah mengakuinya sebagai saudara mu, bukan? Jika tidak, mana mungkin kau terlihat akrab begitu" Lanjut Vivian dengan penasaran.


"Sudah kalian tenang saja. Aku tidak mungkin menyukai gadis miskin itu, apalagi mengakuinya. Tidak akan penah! Sampai kapan pun itu!" Jawab Rihanna jujur.

__ADS_1


"Lalu apa yang kami lihat tadi? jelas-jelas kalian sudah seperti saudara kandung" Ujar Vivian, Jessie mengangguk menyetujui.


"Itu adalah bagian dari rencana yang nenek dan mama ku buat. Dan kalian tidak perlu tau rencana apa itu. Namun, aku pasti akan mengundang kalian untuk merayakan kemenangan itu bila sudah berhasil" Balas Rihanna dengan bangga dan percaya dirinya.


Jessie dan Vivian langsung tersenyum paham. Lalu sama-sama berkata, "Oke" Setelah itu berdiri untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. Namun sebelum itu, mereka berdua menyempatkan diri menatap Calya dan memberikan senyum ramah. Sayangnya hanya dibalas tatapan datar oleh Calya. Disertai pikiran jika keduanya aneh.


Sembari menunggu jam pelajaran tiba, Calya memilih mendengarkan musik dan membaca buku untuk meredam kebosanan. Hingga satu persatu murid kelas 2A berdatangan memenuhi kursi. Cuek dengan keadaan sekitar, sampai tidak peduli semua siswi di kelasnya sedang berteriak histeris dengan kedatangan satu murid laki-laki.


Dia adalah Eldric William, tuan muda kedua dari keluarga William. Murid cerdas yang menempati peringkat pertama di seluruh angkatan kelas dua. Mengenakan kacamata namun wajahnya tetap tampan. Bahkan dia termasuk dalam jajaran murid most wanted dikalangan siswi. Fansnya lumayan banyak walau tidak sebanyak Nathan Evander dari kelas tiga. Karena saat ini Nathan selalu nomor satu. Dan Eldric nomor dua.


"Oh ya tuhan. Eldric, murid cerdas dan tampan di kelas kita sudah kembali"


"Beberapa hari tidak melihatnya dia semakin tampan saja"


"Kyaa aku ngga kuat. Beruntung sekali aku sekelas dengannya"


"Hei bukankah kau orang yang tidak sengaja aku tabrak semalam?" bertanya sambil berusaha melihat wajahnya.


Sementara orang yang ditanya adalah Calya. Saat ini masih menunduk membaca buku. Namun sadar jika ada yang berdiri di sampingnya. Dia pun mendongak dan mengernyit saat orang yang menabraknya tadi malam sedang di depannya. Melepaskan earphone lalu mendengarkan apa yang dikatakan oleh cowok ini.


"Ternyata benar itu kau. Aku kira salah orang" Ujar Eldric dengan nada senang. Ntah apa yang membuatnya senang. Tapi yang jelas, murid di sekitar sangat terkejut akan keantusiasannya. Rihanna juga sedikit berkerut tidak suka melihat Calya akrab dengan salah satu pangeran di sekolah ini.


"Ada apa?" tanya Calya datar.


"Tidak ada. Aku hanya--"

__ADS_1


"Eldric!!!...aku merindukanmu!!"


Semua menoleh saat suara menggelegar memenuhi ruangan kelas. Seorang perempuan dari kelas sebelah tiba-tiba menerobos menyela pembicaraan Eldric dan Calya. Berlari dan tak tau malunya langsung memeluk Eldric. Tapi yang ini tidak menimbulkan reaksi apapun pada semuanya. Karena hal itu sudah biasa bagi mereka.


"Flicka lepas! Apa-apaan kau!!" Sentak Eldric melepaskan pelukannya dengan kasar. Lalu menatapnya dingin.


"Ihh kau kasar sekali. Padahal aku sangat merindukanmu. Aku bahkan berlari kesini setelah tiba lohh~" Ujar gadis bernama Flicka dengan cemberut. Dia adalah fans fanatik dari Eldric. Putri kedua dari walikota. Sifatnya angkuh dan penindas. Ketua dari geng pembullyan. Selalu menindas siapa saja yang terang-terangan mendekati Eldric.


"Lepas atau aku akan lebih kasar lagi!" Ancam Eldric saat tangan Flicka kembali melingkar di lengannya.


"Tidak mau! pokoknya aku tidak mau" Kekeh meski sudah diancam, Flicka tidak merasa takut sedikitpun. Baginya sudah biasa dengan sikap Eldric padanya.


Melihat hal itu, Calya memutar mata bosan lalu melirik jam tangan yang bertengger di tangannya. Jam pelajaran sudah tiba. Dia pun mengabaikan apa yang terjadi di dekatnya. Karena feeling nya mengatakan jika guru akan datang. Dan benar saja, guru berjalan memasuki kelas. Mengalihkan perhatian semuanya. Selain Eldric dan Flicka, yang lainnya bergegas untuk mencari tempat duduk mereka sebelum kena marah.


"Flicka, bukankah kelasmu ada di B. Kenapa kau ada disini? Cepatlah kembali ke kelasmu" Kata sang guru dengan tegas saat melihat Flicka.


Flicka mendengus tidak suka. Dia tidak ingin jauh-jauh dari Eldric. Tapi guru ini mengacaukannya.


Saat ada kesempatan, Eldric melepaskan kungkungan tangan Flicka lalu duduk ke kursinya. Hal itu membuat Flicka tidak rela. Namun sebelum protes, suara sang guru kembali terdengar.


"Flicka ayo cepat kembali ke kelasmu!" Nada yang lebih tinggi.


Flicka menggeram menahan kesal. Dengan kasar dia menghentakkan kaki lalu pergi darisana. Guru itu geleng-geleng kepala melihat sikap Flicka yang kurang ajar. Sedangkan Eldric mendesah lega.


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE, DAN HADIAHNYA...HAPPY TERUS SEMUANYA!!!


__ADS_2