
Happy Reading...
Selama jam pelajaran berlangsung, Eldric terus menerus melirik Calya yang duduk di deret samping kanannya. Rasa penasaran sudah timbul sejak dia melihatnya ada dikelas. Bahkan untuk mencari tau siapa Calya, dia harus menurunkan egonya untuk bertanya. Awalnya dia percaya diri akan membuat temannya terkejut, Sebab pertama kalinya dia peduli pada seseorang. Akan tetapi sebaliknya, justru dialah yang terkejut ketika dengan antusiasnya sang teman memberitahu bahwa Calya murid baru yang cerdas sepertinya. Apalagi bisa mendapat nilai tambahan dari Pak Leo di hari pertama dia masuk sekolah.
Tentu dia belum percaya. Maka untuk membuktikan omongan itu, dia mencoba untuk melihat sendiri. Dan pada saat pelajaran dimulai, dia sungguh tercengang melihat kemampuan Calya dalam berbahasa inggris. Sangat fasih dan jelas. Pengucapan yang sempurna tanpa ada yang cacat sedikitpun. Sangat hebat, bahkan dia tidak sebagus itu dalam berbicara menggunakan bahasa inggris. Meski dia dikatakan murid jenius oleh yang lain, akan tetapi dia tidak sehebat itu.
Ketika jam istirahat datang, dia mencoba untuk berkenalan dengannya. Bukan karena merasa tersaingi namun karena merasa tertarik. Sikapnya yang dingin dan cuek membuatnya penasaran. Padahal setiap perempuan yang melihatnya akan malu-malu. Tapi Calya berbeda, tak ada sedikitpun pancaran seperti itu pada wajahnya. Justru dia yang terpesona akan kecantikan yang dimilikinya.
Sayangnya, saat Eldric akan menyapa Calya. Flicka kembali datang bersama dua siswi dibelakangnya.
"My prince, kau mau ke kantin ya? Denganku saja. Aku juga mau kesana" Langsung mendaratkan kedua tangannya pada lengan kekar Eldric. Bibirnya tersenyum semanis mungkin agar bisa meluluhkan laki-laki ini. Dia percaya tidak akan ada yang bisa menolak pesonanya. Termasuk Eldric.
"Aku akan ke kantin tapi tidak bersamamu" Sahut Eldric datar sambil melepaskan tangan Flicka. Ini yang membuatnya benci jika pergi ke sekolah. Harus berhadapan terus dengan perempuan gila sepertinya.
Flicka memang memiliki wajah cantik. Tubuh yang bagus dengan pakaian seksi yang menjadi ciri khasnya. Namun nyatanya itu semua tak membuat dunia Eldric terpusat padanya. Sebab Eldric tau jika Flicka hanya memiliki tampilan bagus di luar saja. Sedangkan di dalamnya terdapat banyak keburukan. Sifatnya yang sombong dan semena-mena, selalu menggunakan kekuasaannya untuk menindas murid yang lemah.
"Kenapa tidak mau? Semua orang tau kita adalah pasangan yang serasi, jadi untuk apa menghidarinya" Ujar Flicka dengan tidak tau malunya. Membuat siswi yang belum keluar mencibir diam-diam.
Juga, tatapan Eldric berubah dingin. Sangat tidak suka mendengar kalimat yang baru saja terucap dari mulut Flicka.
"Itu hanya menurutmu saja, karena aku tidak pernah merasa punya pasangan apalagi sepertimu"
Ucapan menusuk itu langsung melunturkan senyum Flicka. Rautnya langsung berubah menjadi kesal bercampur malu. Suara dirinya ditertawakan terdengar jelas merendahkan dirinya.
Dan Eldric tak merasa bersalah sedikitpun setelah mengatakan itu. Dia lebih memilih tidak peduli sambil maju dua langkah untuk mendekati Calya.
"Kau mau ke kantin? Ayo kita pergi sama-sama" Tanpa meminta persetujuan Calya. Eldric meraih tangan Calya yang baru saja bangun lalu membawanya keluar darisana.
Jejak kebingungan jelas terlintas pada raut Calya yang datar. Namun tak protes, tetap berjalan mengikuti. Karena dia ingin lihat sejauh mana cowok ini bertindak kurang ajar.
__ADS_1
Berbeda dengan Flicka dan yang lain, sudah sangat terkejut. Seorang Eldric bisa bisanya menggandeng lawan jenisnya dengan begitu santai. Hal itu pula yaang menjadikan kekalahan telak bagi Flicka yang sudah mengejar Eldric dari dulu. Yang tak pernah mendapat perlakuan seperti itu. Hanya perlakuan kasar dan diabaikan saja.
"Siapa gadis itu? Berani sekali dia berebut pria denganku!" Ujar Flicka dengan geram. Saat ini wajahnya sudah seperti api menyala yang siap membakar apa saja yang di dekatnya.
"Dia adalah Calya, murid baru dikelas ini. Sangat cantik bukan? Barulah dia yang cocok dengan Eldric. Mereka juga sama-sama cerdas" Salah satu gadis yang tidak suka dengan Flicka menjawab dengan berani.
"Tutup mulutmu atau aku akan merobeknya!" Bentak Flicka sambil menatap nyalang pada siswi itu."Berani kau mengatakan itu lagi, akan ku buat keluarga rendahanmu itu hancur dalam hitungan detik!" Ancam Flicka kembali bersuara. Emosinya sudah berada di titik puncak tertinggi. Sepertinya perkataan sang gadis itu telah menambah bensin ke dalam api yang sudah menyala.
Dan gadis yang diberi ancaman seketika berubah pucat. Ketakutan sudah menguasai dirinya. Bahkan yang lainnya juga tak lagi meremehkan. Karena sadar diri jika keluarga mereka masih dibawah Flicka.
"Jadi gadis itu bernama Calya, eh? Baiklah! Mulai hari ini kau sudah masuk ke dalam list!" Ujar Flicka ntah pada siapa dengan seringai menakutkan. Setelah itu pergi darisana diikuti dua temannya.
***
Di sisi dua orang yang masih bergandengan tangan, tiba-tiba berhenti karena Calya lebih dulu menghentikan langkahnya. Dengan kasar dia melepaskan tangannya.
"Ma-maaf aku sudah tidak sopan padamu" Ucap Eldric sedikit canggung. Apalagi tatapan Calya terlihat ingin menghunusnya.
"Baiklah, tapi bagaimana jika aku mentraktirmu makan dikantin? Sekalian menebus kesalahan atas kejadian tadi malam"
"Tidak perlu" jawab Calya langsung. Sembari melirik datar ponselnya yang daritadi terus berdering.
"Ayolah! Anggap saja sebagai permohonan maafku karena sudah lancang padamu" Pinta Eldric belum menyerah. Bahkan sampai memohon.
"Tidak. Dan berhenti memaksa!" Desis Calya seraya memberikan tatapan tajam. Sudah kurang ajar sekarang ingin memaksanya. Apa cowok ini tidak tau malu? Belum lagi ponselnya terus berdering. Apa sesulit itukah mendapat ketenangan walau hanya sebentar saja, keluhnya dalam hati.
Eldric tak berkata apapun lagi. Ntah kenapa lidahnya terasa kelu setelah ditatap seperti itu. Seperti tak bisa membatah dan hanya bisa menurut. Bahkan dia tidak berani mencegah saat Calya pergi begitu saja meninggalkannya.
Sementara di tempat lain, Nathan sedang terlihat gelisah karena daritadi panggilannya tidak dijawab. Menjadikan seseorang didekatnya berkerut penasaran.
__ADS_1
"Ada apa? Kau terlihat aneh? Siapa yang kau telpon?" Orang itu mencoba melirik ponsel Nathan. Tapi langsung mendapat delikan tajam.
Dia adalah sahabat Nathan, Davin William. Putra pertama sekaligus kakak dari Eldric William. Penerus generasi berikutnya dari keluarga William.
"pelit sekali" berdecak kesal.
Nathan tak menggubris raut kesal sahabatnya itu. Pikirannya saat ini cuma tertuju pada Calya. Daritadi gadis itu belum juga mengangkat telponnya. Sudah belasan kali tapi tetap tak ada respon.
"Hei kau mau kemana?" Tanya Davin saat melihat Nathan akan pergi.
"Ke kantin" Jawab Nathan asal. Padahal niatnya ingin pergi mencari Calya ke kelasnya.
"Tumben. Biasanya kau jarang mau kalo diajak kesana"
"Kau mau ikut atau tidak?" tak ada niatan untuk menjelaskan tapi justru bertanya dengan datar.
"Ikutlah! Sekali-kali aku juga mau menikmati kecantikan para junior kita" Jawaban yang disertai cengengesan dari Davin membuat Nathan mendengus kasar.
Mereka pun pergi bersama. Nathan mulai melancarkan niatnya di setiap kesempatan untuk mencari keberadaan Calya. Namun hasil yang didapatkan adalah zonk. Bahkan sampai jam pulang tiba, dia tetap tidak bisa menemukannya. Padahal dia sengaja pulang cepat agar bisa berpapasan nanti di gerbang. Alhasil dia dibuat kesal sendiri.
Sedangkan orang yang dicari sudah berada didalam mobil bersama ibu dan adik tirinya.
"Mama datang sangat cepat, pasti sudah tidak sabar ingin berbelanja ya" Kata Rihanna lebih dulu membuka suara.
"Iya dong sayang. Hari ini kita tidak pergi berdua saja tapi ada Calya juga. Tentu mama sudah tidak sabar menghabiskan waktu bersama kalian. Iya kan Calya, bagaimana denganmu? apa kau juga senang?" Sahut Rose sambil melirik Calya yang duduk di kursi belakang sendirian.
"Hmm senang" Calya menjawab sambil tersenyum lebar hingga menyipitkan kedua matanya. Membuat dua orang di depan diam-diam saling melepaskan senyum yang mencurigakan.
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE, DAN HADIAHNYA!!...HAPPY TERUS SEMUANYA!!!