Gadis Jutek Kesayangan Ceo

Gadis Jutek Kesayangan Ceo
Siapa putri kandungmu?


__ADS_3

"suamiku,apakah kamu sudah jatuh cinta pada pesona istrimu ini?" tanya putri sedikit menggoda erik dengan menggeliatkan tangannya di leher erik.


"iya,kamu menang. aku sudah jatuh cinta padamu" kata erik semakin mendekatkan wajahnya ke putri,dan putri memejamkan matanya. bibir mereka kini saling mencium. pergulatan panas itupun terjadi.


bisikannya sangat dekat,hangat nafasnya menyapu wajahku. yang seketika membeku. desiran-desiran aneh mulai kurasa mempermainkan bulu-bulu halus disekujur tubuhku. jantungku memompa kencang,mengalir darah dengan hebatnya keseluruh penjuru. kakiku lemas dan aku hanyut dengan setiap buaiannya.


aroma percintaan begitu pekat menguar dari dalam kamar. mereka berdua berakhir dengan satu malam yang sangat panas.


mereka menjalani aktivitas seperti biasa,namun erik manjadi bucin pada putri. hari ini adalah rapat laporan keuangan triwulan. seperti biasa dimana ada erik disitu ada putri.


biasanya mereka melalui rapat dengan aura dingin erik,hari ini semua yang hadir di ruang rapat bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. karena erik terlihat lebih bersahabat. dia menjadi hangat dalam sekejap.


"hari ini rapat kita begitu mudah. tuan erik sepertinya dalam suasana hati yang baik. padahal aku sudah menyiapkan mentalku dari jauh-jauh hari bila tuan erik berubah menjadi singa yang menakutkan" kata fanisa direktur keuangan yang mengikuti miting pada eka direktur pemasaran.


putri yang mendengar percakapan mereka manjadi tersipu malu. apakah dalam waktu satu malam langsung bisa membuat gunung es itu mencair? pikir putri sambil berjalan masuk ke ruang presdir,yang juga ruangan dia bekerja.


"kemari" kata erik yang sudah lebih dulu masuk ke dalam ruangan tersebut.putri berjalan ke arah erik dengan perasaan bingung.


"ada apa?" tanya putri bingung. seketika erik menarik tangan putri yang masih berdiri itu. seketika tubuh putri jatuh dalam pangkuan erik. dengan tatapan lembut erik memandang wajah istrinya,tanganya membelai rambut lurus putri yang terurai. membuat putri tersipu malu.

__ADS_1


"kamu jangan begini,ini di kantor" kata putri beranjak dari pangkuan erik.


"jadi kalau tidak dikantor,apakah boleh melakukanya?" goda erik sambil menatap putri yang sudah duduk di kursinya sambil menyalakan laptop miliknya.


"diamlah,cepatlah bekerja" kata putri sambil melihat jam yang sudah menunjukan pukul setengah dua. gara-gara erik dia hampir melupakan janji bertemu dengan ibunya.


"ada apa?" tanya erik saat wajah putri menjadi mendung.


"ibuku mengajakku bertemu di restoran barat tempat kita bertemu kemaren. aku akan kesana sekarang,apakah boleh aku keluar sekarang?" tanya putri pada erik.


"apa perlu aku menemanimu?" tanya erik mulai kawatir teringat tadi malam putri menangis.


putri menuju restoran barat dengan perasaan yang cemas,dia tidak tahu kenapa ibunya membuat janji bertemu dengannya.di dalam taxi putri memandang keluar,pikirannya melayang. tidak butuh waktu lama putri telah sampai disana,dan masuk ke ruang vvip yang telah dipesan ibunya.


putri membuka pintu ruangan vvip di antar pelayan restoran tersebut,di dalam ruangan sudah ada ibunya dan dua gelas minuman. putri duduk di depan ibunya dengan tatapan membenci.


"kenapa begitu lama?" tanya ibunya putri


"aku belum terlambat,lima menit lagi baru pukul dua. ada apa nyonya ingin bertemu denganku?" tanya putri dengan jurus juteknya.

__ADS_1


"sekarang kamu sudah besar,dan terlihat cantik seperti ibu" kata ibu putri dengan basa-basinya.


"jika anda hanya ingin basa-basi,maka aku akan pergi sekarang" kata putri dengan aura dingin.


"apakah kamu memliki hubungan kusus dengan tuan erik?" tanya mama putri ragu


"hanya hubungan atasan dan bawahan"


"kamu jangan menipu ibu,tatapan mata kalian kemaren tidak bisa menipuku" kata roslina dengan nada yang tinggi.


"terserah dirimu mengartikan hubungan kami seperti apa,jika nyonya hanya ingin membahas ini aku pamit" kata putri yang akan beranjak pergi. namun ibunya menahannya.


"putriku ichiro,menyukai tuan erik sejak lama. jadi aku harap jika kamu memiliki hubungan kusus, untuk membalas budi ibu yang sudah melahirkanmu,maka jauhi dia. tianggalkan dia untuk ichiro" kata ibu putri tanpa menghiraukan perasaan putri yang sebagai anak kandungnya.


putri memgepal tanganya,dia meremas baju mlikinya. perkataan ibunya yang melahirkan dirinya sangat kejam bagai tancapan anak panah yang menghujani tubuhnya.


"membalas budi? bukankah melahirkan anak adalah tugas seorang ibu. lalu kenapa aku harus balas budi" kata putri dalam hatinya. dia menahan ribuan butir air di dalam matanya.


"jika putrimu memiliki kemampuan maka rebutlah suamiku, jika suamiku tergoda maka aku akan melepaskan. namun jika dia tidak tergoda anakmu jangan mengganggu hubungan kami,aku tidak berhutang budi pada nyonya,itu kemauan nyonya yang melahirkan aku. jika aku bisa memilih,maka aku memilih tidak dilahirkan dari rahimmu" kata putri bangkit dari tempat duduknya,panggilan berkali-kali ibunya tidak dia hiraukan lagi,putri keluar dari restoran itu dengan perasaan yang hancur.

__ADS_1


__ADS_2