
putri mencoba menenangkan diri. Dia mencuci muka di wastafel toilet. Dia mencoba mencerna semua yang terjadi barusan.
"aku tidak boleh kalah dengan wanita licik itu,dia pikir siapa? Berani sekali dia mefitnahku. Kau belum tahu saja siapa putri" kata putri pada dirinya sendiri sambil menatap wajahnya di cermin.
sementara itu rania mencoba segala jurus kepolosannya agar erik termakan oleh hasutannya.
"erik,lebih baik kamu ceraikan saja putri. Kasian gea,jika dia tahu kalau putri mendekati gea hanya untuk kekayaanmu saja" kata rania memanas-manasi erik.
"nona rania,ini adalah masalah rumah tangga tuan erik. Anda jangan mencoba menghalalkan segala cara untuk menghasut tuan erik" kata tegas zeo.
"aku menghasut apa? Semua sudah jelas kalau_
"rania,zeo keluar. Aku ingin sendiri" kata erik dengan nada dingin. Memotong pembicaraan rania.
Rania dan zeo keluar ruangan presdir. Hati zeo sangat cemas,dia juga semakin tidak suka dengan rania.
"nyonya,sebaiknya anda jangan masuk" cegah zeo saat bertemu dengan putri di depan ruangan.
"kenapa? Zeo aku ada hal yang ingin aku bicarakan berdua denganmu" kata putri mengajak ke luar kantor.
Zeo dan putri berbicara serius tentang masalah yang baru saja terjadi. Zeo mengangguk mengerti dengan apa yang putri bicarakan.
Tok tok tok
"masuk" kata erik dingin. Dia mengira putri namun siapa sangka itu devan.
"apa tuan erik begitu sibuk?" goda devan
__ADS_1
"ada apa? Langsung pada intinya saja"jawab erik dingin.
Devan melihat maje putri kosong,erik mengeryitkan matanya. Saingan cintanya datang ingin melihat istrinya. Membuat erik tidak suka.
"jika kamu kesini untuk mengganggu istriku,silahkan anda keluar saja. Dia saat ini kurang sehat" kata erik kasar.
"tidak,aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Mungkin kamu akan sangat berterima kasih padaku" kata devan duduk di sofa.
"katakan" bentak erik.
Devan mengatakan pada erik tujuannya datang ke kantornya. devan juga memberikan 1 buah flashdisk dan dokumen tebal. Erik menerima semua pemberian devan.
"aku berharap kamu dapat menyelesaikan tugasmu dengan baik,jika tidak. Aku akan mengambil putri darimu" kata devan penuh ancaman dan pergi meninggalkan erik.
Erik membuka flashdisk yang di berikan oleh devan,dia sangat terkejut. Erik menahan amarahnya. Dia membuka dokumen-dokumen yang baru saja diberikan oleh devan. Erik memeriksa keaslian dokumen tersebut. Memang nyatanya semua adalah asli.
"hallo tuan,ada tugas untukku?" tanya devan sambil memandang putri.
"segera keruangan saya,bawa putri kemari" kata erik dengan nada penuh emosi. Erik lalu mematikan ponselnya.
"ada apa zeo,nada erik kali ini seperti sedang marah sekali,apakah dia akan menceraikanku zeo?" tanya putri punuh dengan kecemasan.
"entahlah nyonya,sebaiknya kita harus segera keruangan tuan,jangan membuat dia semakin marah" kata zeo.
Zeo dan putri segera keruangan erik. Perasaan putri semakin kacau saat langkah kakinya semakin dekat dengan ruangan presdir.
tok tok tok zeo mengetuk pintu.
__ADS_1
"masuk" suara erik dari dalam ruangan.
Putri dan zeo masuk ruangan dengan perasaan yang takut,kedua orang ini tidak berani melihat wajah erik.
"putri,kemasi meja kerjamu. Dan kamu pulang saja sekarang. jangan masuk kerja tanpa persetujuanku" kata erik dengan nada biasa saja.
"kenapa? Apakah kamu benar-benar percaya dengan rekaman itu?" tanya putri dengan mata yang mulai kerkaca-kaca.
Erik berdiri dari kursinya,dia mendekat ke arah putri. Lalu memeluk putri dan mencium kening putri.
"menurutlah kali ini saja,jangan membantah. Oke?" kata erik dengan lembut.
Zeo melihat adegan di depan matanya,dia bertanya-tanya. dia menjadi tidak mengerti,tuannya barusan seperti singa kelaparan yang siap menerkam,sekarang berubah menjadi suami idaman.
"aku memang jomblo,tapi aku tidak mengerti dengan sifat kekanak-kanakan tuan muda" kata zeo dalam hati.
"tapi_" putri belum menyelesaikan ucapannya,erik mencium lembut bibir putri. Menjadikan zeo seperti nyamuk di antara mereka.
"tunggu aku di rumah,nanti kita bicarakan" kata erik lembut.
Putri mengangguk mengerti,dia mengambil tas kerjanya lalu meninggalkan ruangan erik.
"zeo,aku punya tugas baru untukmu. Kali ini aku tidak mau ada kegagalan sedikitpun. sementara ini,kamu pindah ruangan denganku,kamu tempati meja kerja putri,karena ini bersifat pribadi. Siapapun tidak boleh ada yang tahu selain kita berdua" erik memberikan penjelasan dan dokumen serta flashdisk pemberian devan ke zeo.
"rania,temani aku makan siang nanti. Tanpa zeo. Aku ingin berdua denganmu saja" pesan dari erik yang dikirim ke rania.
Begitu membaca pesan dari erik,rania sangat senang. dia merasa usahanya tidak sia-sia. apa lagi dia melihat baru saja putri diusir pulang oleh erik.
__ADS_1