Gadis Jutek Kesayangan Ceo

Gadis Jutek Kesayangan Ceo
Rania


__ADS_3

setelah jam makan siang, erik dan rania pergi ke restoran yang biasa mereka kunjungi dimasa lalu. rania merasa berbunga-bunga, karena dia merasa erik sedang mengenang masa lalu dengannya. erik juga memesan makanan dan minuman yang biasa dia pesan saat menjadi kekasih rania dimasa lalu.


dari jauh, ada mata yang sedang memperhatikan mereka.dia sedang sibuk memotret moment erik dan rania saat makan siang. erik bersikap lembut seperti saat mereka sedang pacaran dulu.


"kau lihatlah kelakuan suamimu di belakangmu" pesan masuk ke ponsel putri. pengirimnya adalah lena sahabatnya. lalu putri membuka sebuah foto erik dan rania,mereka sedang makan siang bersama. putri terlihat sangat sedih,dia berfikir erik sudah percaya dengan hasutan rania.


putri yang saat ini sedang makan siang dengan gea dan ayahnya,mencoba untuk menutupi kesedihannya. putri mencoba lebih percaya dengan erik,dia memilih menunggu erik pulang kerja. putri bermain dengan gea di taman setelah makan siang.


putri sesekali memeluk gea dengan lembut. gadis kecil yang pintar itu seakan tahu jika putri akan meninggalkan dirinya. putri menghabiskan banyak waktu dengan gea,dia takut jika dirinya tidak ada kesempatan lagi bermain bersama dengan gea.


putri bukan sedih karena erik lebih memilih rania,dia sedih karena erik lebih mempercayai rania.


"apakah benar,jika aku hanya sebagai pengganti seperti apa yang di katakan rania? hati erik masih untuk rania,bukan untukku?" putri bermonolog dalam hatinya. dia melamun saat merangkai mahkota bunga untuk gea.


"kakak,apakah kakak sedang sedih?" tanya gea saat melihat rangkaian mahkota bunganya menjadi rusak.

__ADS_1


"ah,tidak sayang. kakak hanya sedang lelah saja" jawab putri singkat. lalu putri meminta maaf pada gea,karena mahkota bunganya menjadi rusak. merekapun membuat mahkota bunga yang baru.


jam sudah menunjukkan pukul 17:15. sebentar lagi erik pulang kerja. putri terdiam menunggu di kamarnya. erik memarkirkan mobilnya lalu berlari masuk ke dalam kamarnya. erik membuka kamarnya,putri tersenyum seperti biasanya. lalu mengajak erik berbicara di sofa.


putri menunjukkan foto dirinya saat makan siang dengan rania. erik sedikit terkejut.


"apakah foto itu dari devan?" tanya erik sambil menatap wajah sedih putri.


"bukan,foto itu dari lena,erik. hm,jika kamu masih mencintai rania. aku tidak masalah. kalian bersama kembali,aku merestuinya.aku berharap kamu bahagia,aku dan ayah besok pulang kerumah. katakan pada gea jika aku menemani ayah berobat. kelak jika gea menanyakan keberadaanku,maka katakan jika aku sudah meninggal" kata putri lirih,air matanya membasahi kedua pipinya.


erik memeluk tubuh putri dengan erat. dia belum bisa mengatakan sepatah katapun pada istrinya. dia masih bingung harus mengatakan dari mana.putri sesenggukan menahan air matanya. erik melepas pelukannya,dia menghabus air mata istrinya dengan lembut.


"kenapa kamu begitu jahat,jika kamu mencintai dia. lalu kenapa kamu masih memperlakukan aku dengan lembut,seakan kamu mencintaiku" teriak putri beranjak dari tempat duduknya. untung saja kamar mereka kedap suara,jadi suara pertengkaran mereka tidak terdengar dari luar ruangan.


erik ikut beranjak dari tempat duduknya,lalu memeluk paksa putri. semakin putri meronta,erik memeluk semakin erat.

__ADS_1


"kamu jangan egois,kamu tidak bisa memiliki dua wanita sekaligus. kamu harus memilih. aku atau dia,bila perlu anggap aku sudah tidak ada lagi" teriak putri dalam pelukan suaminya.


"jangan katakan lagi,tenangkan dirimu. ayo kita bicarakan ini semua berlahan-lahan" erik mulai melepaskan pelukannya. dia mengajak putri duduk di sofa.


suami istri itu pun mulai berbicara dengan baik-baik. putri terdiam menunduk mendengar penjelasan erik. sesekali dia menitikkan air matanya,saat mendengar penjelasan dan alasan erik. setelah selesai berbicara putri mengangguk mengerti.


putri mengemas baju dan barang-barangnya di bantu bibi yana. putri terdiam sedih,erik pergi menenangkan diri di meja kerjanya. dengan sangat keras dia membanting foto rania. putri mendengar suara keras dari meja kerja erik,lalu dia meranjak pergi melihat erik. terlihat pecahan kaca berserakan di lantai.


erik menoleh ke arah pintu,dia melihat istrinya disana. erik menatap wajah sedih putri dengan mata yang memerah. dari tadi erik sedang menahan air matanya.


"aku kesini,hanya ingin mengatakan aku akan pergi dengan ayah sekarang. kamu jaga diri baik-baik". lalu putri menarik koper miliknya,sedangkan paman wu mendorong kursi roda ayahnya. erik melihat kepergian istrinya dari lantai dua. gea berlari menangis mengejar putri.


gea memeluk putri dengan erat,berkali-kali gea mengatakan jika dia tidak ingin di tinggal putri. melihat adiknya yang menangis membuat hati erik semakin teriris. lalu erik turun menengahi adiknya dan istrinya.


"gea,kak putri harus menemani ayah berobat ke singapura.nanti kak putri akan kembali dengan kita lagi" kata erik menenangkan adiknya. setelah mendengar itu gea melepaskan pelukannya,putri menyeka air matanya,dia memeluk dan mencium gea dengan lembut.

__ADS_1


"makan dengan baik ya,harus belajar dengan rajin selama kakak tidak ada di rumah. oke" pinta putri sebelum pergi meninggalkan gea.


gea mengangguk,putri dan ayahnya sudah berada di dalam mobil.erik dan gea hanya melihat kepergian mereka,sampai mobil itu tidak terlihat lagi dari pandangan erik. ayah putri hanya diam,dia memilih putri menceritakan kronologinya pada dirinya. dia tidak banyak bertanya,karena ayah putri berfikir. mungkin saat ini adalah menghibur putrinya, di banding menanyakan sesuatu yang akan membuat putrinya bertambah sedih.


__ADS_2