Gadis Jutek Kesayangan Ceo

Gadis Jutek Kesayangan Ceo
putri 03


__ADS_3

saat mendengar mobil erik,putri mengusap air matanya. dia memilih tidak bertanya apapun. dia hanya ingin erikĀ  menjelaskan padanya. dan dia pura-pura tidak mengetahuinya.


putri turun ke lantai satu untuk menyambut kepulangan erik dengan senyum ceria. erik merasa bersalah karena mendapat sambutan hangat putri.


"suamiku,kenapa kamu pulang begitu terlambat" kata putri bersikap manja,dia menggeliatkan tangannya di leher erik.


"aku sedang lembur,banyak pekerjaan di kantor" kata erik berbohong,lalu mengecup kening istrinya dengan lembut.


Aku tidak marah jika kamu berbohong. Tetapi, aku kesal pada diriku sendiri sebab mungkin aku tidak akan lagi memercayaimu.


putri hanya tersenyum,dan menggandeng tangan suaminya ke dalam kamar. saat putri menerima kemeja erik dia melihat bekas lipstik menempel di kemejanya. dia mantap bekas lipstik dengan meneteskan air matanya. erik tidak mengetahui kesedihan istrinya sebab dia sudah di kamar mandi dan erik juga tidak menyadari tentang lipstik yang menempel di kemejanya.


"ternyata kamu sedang bermain dibelakangku" kata putri lirih,dia meremas kasar kemeja erik,untuk menahan kesedihan yang dia rasakan dihatinya. tidak membutuhkan waktu lama erik keluar hanya dengan handuk terlilit di pinggangnya. putri secepat kilat mengusap air matanya.


putri terlihat linglung saat berbicara dengan erik,pikirannya menerawang kemana-mana. rasa sedih menyelimuti hatinya,segala macam pertanyaan memenuhi isi otaknya.

__ADS_1


"sayang" erik berulang kali memanggil istrinya yang sedang dipeluknya,dan putri tidak menjawab. erik memencet hidung mancung milik istrinya.


"sakit" kata putri mengelus hidungnya.


"kamu kenapa? apa ada masalah? aku berkali-kali memanggilmu" kata erik berbalik menimpa tubuh putri. dan putri mendorong keras.


"hentikan,aku lelah. besok bekerja. aku hanya merindukan ayah saja" kata putri mengusap air matanya. melihat putri yang menangis,erik mengusap lembut air matanya. lalu memeluk erat tubuh istrinya.


"bulan depan ayah sudah boleh pulang ke negara s,dan akan tinggal dengan kita. bagaimana? apakah kamu sudah senang mendengar kabar ini?" kata erik mengecup kening putri dengan lembut. putri hanya mengangguk menanggapi erik.


putri bangun pagi,dan erik sudah tidak ada lagi disampingnya. dia melihat jam masih pukul enam pagi. tidak mungkin erik akan berangkat begitu cepat dan meninggalkan dirinya berangkat sendiri. putri mandi dan bergegas berpakaian rapi. saat putri turun,erik dan gea juga tidak ada di meja makan.


"bi,apakah erik dan gea sudah berangkat?" tanya putri duduk di meja makan.


"belum nyonya,tuan erik sedang di kamar non gea" kata bibi yana. putri mengangguk pelan sambil menikmati sarapannya.

__ADS_1


"sayang,kamu sudah bangun? maaf aku tidak membangunkanmu. gea ngambek dari tadi" kata erik sambil melirik gea.


"hum,kenapa gea merajuk? sayang katakan pada kakak,kenapa gea merajuk?" kata putri sambil menatap gea yang tengah duduk sambil memonyongkan bibirnya kedepan.


"aku ingin ditemani kakak,di antar jemput kakak. aku ingin kakak tidak usah bekerja lagi. kan uang kak erik sudah banyak. jadi kak putri jangan bekerja lagi,gea gak mau sekolah kalau kak putri masih bekerja" kata gea dengan nada yang marah.


putri melihat erik dan beralih melihat gea,lalu putri memangku gea dengan lembut. berkali-kali gea dibujuk namun tetap tidak mau menurut pada putri.


"sudahlah sayang,kamu di rumah saja. jagain gea,dan berikan dia keponakan" kata erik sambil makan sarapannya.


"apakah ini erik yang meminta gea. agar aku tidak mengetahui lagi, jika dia berkencan dengan wanita itu? jika memang ini salah satu trik erik,aku akan terus menemani dia bersandiwara" kata putri dalam hati.


"kakak,apakah kak putri tidak sayang gea lagi?" tanya gea pada putri.


"gea sayang,tentu saja kakak sayang gea. dan kakak setuju menemani gea sepanjang waktu. kita habiskan uang kak erik" kata putri menenangkan gea.

__ADS_1


karena putri sudah setuju dia mengirim pesan pada rania,hari ini sudah boleh bekerja di kantor erik sebagai manager produk,rania akan bertanggung jawab dalam mengawasi pengembangan dan peningkatan produk dalam bisnis, hal ini mencakup barang, jasa, maupun keduanya. lalu erik kembali tanpa sekertaris seperti dulu lagi,dia sudah cukup dengan adanya asisten zeo yang serba bisa.


__ADS_2