
"kakak" kata gea setelah membuka pintu kamar putri,gea memeluk putri dengan erat. Gea begitu menyukai putri,begitu juga putri.
"gea hari ini sekolah?" tanya putri sambil mengelus rambut gea dengan lembut. bocah kecil kelas 2 sd itu hanya mengangguk.
"kakak,apakah kakak tadi malam sudah membuat adik untuk gea. temanku bilang kalau seorang laki-laki dewasa tidur dengan wanita dewasa bisa membuat wanitanya memeliki bayi kecil di dalam perut" tanya bocah polos itu,membuat putri malu. Dan putri terlihat bingung menjelaskan pada gea.
"sayang,kamu sudah bangun dan juga cantik" entah sejak kapan erik sudah keluar dari kamar mandi. Kedatangan erik benar-benar penyelamat bagi putri.
"sudah kakak" kata gea terlihat sangat imut dan manis. Dia memeluk erik dengan hangat.
"pergilah ke bawah,kita sarapan. Kakak mau ganti baju dulu" kata erik pada gea. Bocah kecil dan menggemaskan itu beranjak pergi meninggalkan kakaknya.
***
Mereka sarapan bersama,sesekali putri mengambilkan lauk untuk gea,terlihat gea sangat menyukai putri.
"kak gea minta suap" kata gea manja.
"makan sendiri,kamu sudah besar" kata erik sebelum putri mengiyakan permintaan gea.
"aku mau di suapi,seperti mama menyuapi gea" bentak gea,anak kecil itu ngambek melipat tanganya di dada dan bersandar di kursi. bibirnya manyun ke depan.erik hanya menghela nafas,dia tidak bisa menolak jika sudah menyangkut mendiang orang tuanya.
"iya,iya. Kakak suapin gea. Jangan merajuk,anak manis" kata putri lembut,dan balik menatap erik dengan tatapan yang super jutek. Lalu menyuapi gea dengan telaten.
"bagus juga dia menikah denganku,semenjak mama meninggal gea tidak pernah makan sebanyak itu" kata erik dalam hati.
Setelah selesai sarapan,gea pergi ke sekolah. Erik dan putri pergi ke kantor. Putri adalah sekertaris pribadi erik. Sudah tentu akan banyak berinteraksi denganya.
__ADS_1
"buatkan kopi" kata erik pada putri
Putri pergi ke pentri membuat kopi,setalah jadi menaruhnya di depan erik.
"kopinya bos" kata putri
"bos?" tanya erik sambil memandang putri.
"ada yang salah?" tanya putri sambil tersenyum.
"kenapa kamu tidak memanggilku suami?" tanya erik heran.
"bos,ini di kantor. Hmm, bos kamu tidak mungkin sudah jatuh cinta padaku kan?. Sudah menyuruhku memanggil suami dan mempublikasikan hubungan kita?." goda putri.
"omong kosong apa kamu ini,sudah terserah kamu aja." kata erik sambil kembali menatap laptop miliknya.
"blekkk,kopi macam apa ini,buatkan lagi." kata erik sambil mengusap mulutnya dengan tisu. putri mengambil cangkir berisi kopi itu dan membuat yang baru.
"ini kopinya" kata putri.
"pahit"
Beberapa menit kemudian.
"kemanisan"
Putri sabar membuat lagi.
__ADS_1
"kepanasan"
Putri membuat lagi.
"terlalu kental"
Putri membuat lagi.
"pahit"
Putri membuat lagi.
"terlalu manis"
"maaf tuan muda yang terhormat,kopi yang barusan anda minum tidak menggunakan gula,bagaimana mungkin rasanya bisa jadi manis. Anda mengerjai saya?." tanya putri dengan nada tinggi.
"ini kantorku,dan aku bosnya. Terserah saya" kata erik tersipu malu.
"terserah,anda pemenangnya" kata putri pergi meninggalkan erik,dan lebih memilih mengerjakan beberapa pekerjaanya.
Erik melirik putri secara diam-diam.dia masih malu akibat ngerjai putri soal kopi barusan.
Tok tok tok
"masuk" kata erik mempersilahkan masuk.
"bos,apakah kamu terlalu sibuk?" kata arsan sambil melirik putri, yang tengah sibuk dengan dokumen-dokumen di atas mejanya. Arsan semakin mengagumi istri sahabatnya itu.
__ADS_1