
setelah selesai makan siang,putri mengajak gea pulang. putri tidak mengatakan apapun pada erik. hanya tatapan dingin,gea memeluk erik dan berpesan agar menjauh dari nenek sihir itu,gea kembali mengingatkan hanya putri yang boleh menjadi kakaknya.
sepanjang perjalanan pulang putri hanya terdiam. gea mengerti jika putri tengah sedih. berkali-kali gea menegaskan jika hanya dirinya yang akan menjadi kakaknya dan istri erik. mendengar hal itu putri hanya tersenyum.
setelah sore erik pulang ke rumah di tengah jalan dia berhenti di sebuah toko bunga,dia membeli 99 mawar merah. erik berencana untuk meminta maaf pada putri. setelah membeli bunga dia kembali melajukan mobilnya. tidak lama kemudian mobilnya sampai di rumah,erik turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah,dia di sambut oleh bibi yana.
erik langsung masuk ke dalam kamar,dia mengira putri ada di dalam kamar. namun kamar kosong,dia membuka kamar mandi,juga kosong. lalu berlari turun ke bawah.
"bi,dimana nyonya?" tanya erik dengan perasaan yang sedikit kacau.
"maaf tuan,setelah nyonya pulang menjemput non gea. nyonya pergi dari rumah menggunakan taxi meninggalkan rumah. dia hanya mangatakan jika nyonya tidak akan pulang malam ini,dia juga berpesan pada non gea,malam ini untuk belajar sendiri"
setelah mendengar penjelasan bibi yana,erik meletakkan bunga itu di atas meja dan pergi melihat gea. terlihat dengan patuh gea sedang belajar. melihat kakaknya pulang dan masuk ke kamarnya gea menatap erik dengan tatapan tidak suka.
"gea,apakah kamu marah dengan kakak?" tanya erik mendekati gea.
"iya,kak erik membuat kak putri sedih dan pergi dari rumah" kata gea dengan nada tegas.
__ADS_1
"kakak janji,akan membawa kak putri pulang. gea tunggu dirumah ya?" kata erik sambil mengelus rambut gea. dan gea hanya mengangguk patuh.
erik menyalakan mobil dan pergi mencari putri,pertama kali yang di tuju erik adalah rumah putri. namun disana putri tidak ada. erik kembali menyalakan mobilnya. dia mencari tanpa sebuah tujuan yang pasti. dia tidak tahu harus mencari kemana,berkali-kali erik mencoba menghubungi putri. awalnya tersambung tapi putri tidak mau menjawab telvonnya. setelah itu nomor putri sudah tidak bisa lagi dihubungi.
lalau erik menelvon zeo untuk mencari istrinya,yang entah kemana perginya.
putri sedang di rumah lena,sahabat dekatnya. hanya dia satu-satunya sahabat yang dia percayai. dia menceritakan semua kisahnya dengan erik,dia menangis di depan sahabatnya. mendengar hal itu. lena pun ikut sedih. erik adalah cinta pertama untuk putri,lena melihat sahabatnya tidak pernah mencintai siapapun,sekali jatuh cinta harus menelan pil pahit.
"sudahlah,jangan menangis terus. kamu boleh sembunyi di rumahku. sampai kamu bisa tenang" kata lena sambil memeluk putri. lena adalah anak yang tumbuh besar di panti asuhan,setelah dia kuliah dia sudah belajar mandiri dan menyewa sebuah rumah kontrakan yang kecil.
tok tok tok suara ketukan pintu,putri dan lena saling memandang.
di luar ada erik dan dua pengawalnya,melihat erik yang diluar. putri dan lena bingung. lalu lena menyembunyikan putri di dalam lemari dan membuka pintu. lena membuka piintu dan mengacak-acak rambutnya agar terihat dia sedang tidur.
"eh,tuan erik. ada hal apa yang membuat tuan kemari?" tanya lena pura-pura tidak tahu,tapi tangan lena sedikit gemetar melihat ekspresi erik yang akan memakan orang.
"katakan,apakah ada putri disini?" tanya erik dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"tuan mencari putri? saya sudah tiga bulan lebih tidak bertemu dengan putri. memang putri hilang kamana? dan apa hubunganya dengan tuan" tanya lena ragu-ragu. putri yang ada di dalam lemari mendengar nada dingin erik.
"periksa semua ke dalam" kata erik menerobos masuk,lalu erik memegang tas putri yang ada di atas kasur.
"istriku,aku tahu kamu di sini,silahkan keluar atau aku akan menghukummu setelah aku menemukanmu" kata erik sambil memegang tas itu. lalu erik membuka kamar mandi namun kosong,dia membuka lamari tempat putri sembunyi. namun putri sudah kabur lewat jendela belakang.
putri berlari tanpa alas kaki,dia merasa lelah dangan nafas ngosngosan setelah berlari cukup jauh. dia berjongkok di pinggir jalan. tiba-tiba ada mobil yang berdiri ke arahnya. tapi yang pasti itu bukanlah mobil erik. keluar seorang laki-laki dari mobil,putri hanya mantap orang yang baru turun dengan berjongkok.
"putri? apa yang sedang kamu lakukan? kenapa kamu berlari-lari seperti sedang dikejar sesuatu?" tanya orang itu,dia adalah devan. orang yang berkali-kali dia tolak oleh putri.
"aku hanya sedang olah raga" kata putri sambil meringis,alasan putri terdengar sangat konyol sekali.
"naiklah ke mobilku,aku akan mengantarmu pulang,kalau memang ada masalah kamu boleh mengatakan padaku nanti." kata devan,putri tidak mau bertemu dengan erik untuk saat ini,jadi dia masuk ke dalam mobil devan dengan cepat sebelum erik keluar dari rumah lena dan menangkapnya.
setelah putri naik ke mobil devan,tidak lama kemudian mobil erik lewat. dan putri menundukan kepalanya,agar erik tidak melihatnya. rumah lena terlihat seperti kapal pecah saat di tinggalkan erik. ponsel dan tas putri dibawa erik. dia menelusuri setiap jalan.
devan tersenyum senang,ternyata putri menghindar dari erik. semakin ada banyak masalah antara putri dan erik adalah hal yang bagus untuk devan. peluang mendapatkan putri semakin besar.
__ADS_1
erik juga mengobrak-abrik semua rumah teman-teman putri. seperti rumah vaya. bahkan orang tua vaya juga terlihat bingung. tuan muda kaya raya itu mencari seorang wanita seperti orang akan menghancurkan kota x saja.