
mobil erik melaju dengan kecepatan kencang.tidak menunggu waktu lama,mereka telah sampai ke rumah sakit pusat kota. erik dan putri tengah mengantri,putri duduk dan bersandar di pundak suaminya.
"ibu putri" perawat memanggil putri,lalu putri masuk ke dalam ruangan. dokter memeriksa putri.
"dok,istri saya sakit apa?" tanya erik cemas.
"istri bapak tidak sakit,selamat ya pak bu. sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua" kata dokter itu sambil tersenyum.
deg
"orang tua? maksud dokter istri saya hamil?"tanya erik belum percaya dengan pendengarannya.
"benar pak,saya akan membuat resep vitamin untuk ibu ya" kata dokter itu menulis sesuatu di kertasnya.
mereka menebus vitamin ke apotik.karena istrinya tengah hamil,erik sangat berhati-hati. dia mengendarai mobil dengan sangat pelan. bahkan saat melewati polisi tidur,membuat kemacetan panjang. putri menoleh kebelakang,mobil di belakang mereka membunyikan klaksonnya.
"erik,lihatlah,kamu membuat kemacetan" kata putri bingung dengan sikap suaminya.
"biarkan saja,kamu sedang hamil. kita tidak boleh melajukan mobil dengan kecepatan tinggi" kata erik dengan santai,menjawab putri yang tengah bingung. sambil terus menatap ke arah depan.
Setelah melihat ke spionnya whatttt. Hampir lebilh dari sepuluh mobil berada di belakang mereka.
"erik,bahkan keong saja lebih cepat dari pada mobilmu ini" gerutu putri.
"hehe iya,iya. Mungkin aku terlalu senang. Kamu hamil anakku" kata erik mulai melajukan mobilnya.
Mereka pergi ke rumah putri. Dia akan menjenguk ayahnya dan juga memberi tahu kehamilan putri.
Mobil melaju berlahan. mereka sampai di sana. Namun pemandangan yang sulit di artikan. Ada mobil mewah terparkir di depan rumah.
"mobil ini" kata putri dengan perasaan yang tidak karuan.
"kamu jangan terlalu cemas. Ada aku disini. Semua akan baik-baik saja" kata erik menggegam tangan istrinya.
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke dalam rumah. Disana ada ibu putri. Mereka tengah berbicara di ruang tamu yang sempit.
"putri" panggil ayah putri saat melihat mereka masuk ke dalam rumah.
"ayah" putri memeluk ayahnya. Lalu erik bersalaman dan mencium tangan mertuanya.
"ibu kenapa kesini,ibu mau menyakiti ayah?" tanya putri dengan wajah yang sedang marah.
"tidak,ibu hanya membicarakan sesuatu dengan ayahmu" kata ibu putri seperti tidak memiliki dosa.
"ayah,lihatlah hasil pemeriksaan putri hari ini. Lihat, ayah sebentar lagi akan menjadi kakek" kata putri dengan bahagia.dia benar-benar tidak menganggap ibunya ada di sana.
Erik tersenyum melihat tingkah istrinya. Dia sangat senang melihat tawa istrinya.
"benarkah? Ayah akan menjadi kakek.Puji tuhan. Ini semua adalah kebahagiaan luar biasa" kata ayah putri senang.
Ibu putri terkejut mendengar hal itu. Dia yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri. tidak ada getaran kebahagiaan,putri kandungnya tengah berbadan dua.
"ayah,mulai sekarang ayah harus menjaga kesehatan. Jangan lelah,cucumu ini masih ingin bermain dengan ayah" nasehat putri.
"ayah,putri sudah besar begini. Ayah masih menganggap putri anak kecil" kata putri malu. Erik hanya tersenyum. Melihat kebahagiaan di depan matanya
"selamat anakku. Aku ikut senang dengan lehamilan cucu pertamaku" kata ibu putri,sambil berdiri dari tempat duduknya.
"terima kasih nyonya,tapi dia bukan cucumu" jawab putri dengan nada sinis.
"putri,jangan seperti ini. Dia ibumu" nasehat ayahnya.
"heh,seorang ibu. yang memiliki fikiran jahat pada anaknya. Menyuruh memberikan suaminya untuk saudara tiri. Dia bukan ibuku. Dia sendiri ayah,yang menyuruhku memanggil nyonya. Benarkan nyonya?" kata putri dengan emosi yang memuncak.
"sayang,jangan emosi. Hem nyonya hithosi,sampai kehidupan selanjutnya sekalipun aku tidak akan meninggalkan putri. Jangan menggunakan trik apapun untuk membuat kami berpisah. Aku tidak akan mengampuni siapapun yang memisahkan kami" kata erik dengan nada dinginnya.
ibu putri meminta maaf,lalu berpamitan pulang. Di dalam langkah ibu putri timbul rasa bersalah. Mungkin saat ini dunia telah berbalik. Dia akan merasakan dimadu. Sementara ayah putri tengah berbahagia dengan masa tuanya.
__ADS_1
erik dan putri mengajak ayahnya ke villa pribadi erik. Namun ayah putri menolak dengan halus. putri merengek,ingin di temani ayahnya. Akhirnya dengan bujukan putri yang tiada henti membuat ayahnya menyerah.
Mereka tinggal kembali di tempat yang sama.ayah putri menjaga putrinya dengan baik. Dia memasak makanan yang baik untuk ibu hamil. Namun putri masih dalam nyidam. Dia tidak bisa mencium aroma makanan.
Keesokan hari,erik dan putri kembali berdebat. Putri yang tidak boleh bekerja oleh suaminya itu,kini tengah merajuk.
"cup" erik mencium lembut bibir putri. Dengan cepat putri mengelap dengan tangannya.
Kembali lagi erik melakukan hal yang sama,begitu juga putri.
"sayang,jangan merajuk seperti ini. Kamu tetap dirumah. Jaga calon anak kita dengan baik" bujuk erik.
"tidak,aku tetap ingin bekerja. Boleh ya sayang" kata putri dengan wajah yang imut.
Erik dengan hela nafas yang kasar. Dia menyerah. Akhirnya mereka bekerja. Setiap saat erik datang menemui istrinya. Belum setngah hari,erik sudah keluar masuk dari ruangan putri. Sudah hampir sembilan kali.
"erik,aku tidak apa-apa. Kamu jangan kawatir. Aku akan malu dengan karyawan yang lain. Jika kamu terus seperti ini" kata putri sambil bersandar di kursinya.
"sayang,aku benar-benar kawatir denganmu. Apakah bayi kita membuatmu tidak nyaman?" tanya erik mengelus perut rata putri.
putri tersenyum melihat kelakuan suaminya. Putri berdiri,mengaitkan tangannya ke leher erik. Lalu mendekatkan wajahnya ke suaminya.
Putri memberikan ciuman yang terdalam. Erik membalas ciuman itu. Lalu putri melepas ciuaman itu.
"jangan kawatirkan aku. Jarak kita juga tidak jauh. Aku akan baik-baik saja. Kembalilah bekerja dengan tenang" kata putri sambil memeluk tubuh suaminya.
Erik menuruti nasehat istrinya. Dalam ruangan kerja erik. Dia tersenyum membayangkan kebahagiaan saat dia akan menjadi seorang ayah. Dan gea akan memiliki keponakan.
Sementara itu,di rumah tuan hithosi. Terasa seperti neraka bagi ros. Pasalnya hari ini suaminya membawa madunya untuk tinggal di rumahnya.
"mulai sekarang kamu pindah kamar,kamar utama akan aku tempati dengan istri mudaku. Kamu harus sadar diri jika kamu sudah tua dan tidak bisa lagi membuatku puas" kata tuan hithosi begitu kejam.
Ros hanya menurut dengan perkataan suaminya. ichiro hanya diam saja melihat perlakuan ayahnya yang tidak adil. Dia hanya acuh tak acuh. Sebab di hati ichiro hanya maminya yang sudah meninggalah ibunya. Selebihnya hanya permainan ayahnya.
__ADS_1
Ichiro tidak menghiraukan keberadaan mereka. Dia keluar rumah,dengan kebiasaan ichiro yang hidup bebas. Dia menghabiskan sitiap malam dengan lelaki yang berbeda.