Gadis Jutek Kesayangan Ceo

Gadis Jutek Kesayangan Ceo
Menangis


__ADS_3

erik memegang tangan istrinya,yang tengah duduk di dekatnya.tangan putri terasa sangat dingin.


"jangan kawatir,aku ada di sampingmu" kata erik meremas pelan tangan putri. Putri tidak menjawab. Semua pertanyaan berkecambuk dalam pikirannya.


Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah yang mewah.tuan Hitoshi sebagai suami roslina menyambut kedatangan erik dan putri.


Di samping tuan Hitoshi,ada seorang wanita cantik berkulit putih selayaknya orang jepang. Ichiro melihat erik dengan berbinar.


tangan erik merekatkan jari-jarinya masuk ke dalam jari tangan putri. Saling menempel bertautan.pemandangan itu membuat ichiro tidak suka. Namun dia tetap mencoba tersenyum.


"putri,tuan erik. Mari masuk. Saya sangat merasa bersalah. Tidak mengetahui,jika putri adalah anak kandung istriku" kata basa-basi tuan hitoshi.


putri mengatakan,tidak masalah. Jika mengetahui sekarang. Dengan tidak sabar. Putri menemui ibunya di salah satu kamar utama. Kamar itu terlihat rapi,besar dan tampilan mewah.


"putri" suara lemah seorang wanita terbaring pucat.


"ibu,sejak kapan ibu sakit? ibu sakit apa?" putri sangat kawatir,banyak pertanyaan di lontarkan begitu saja.


"ibu sakit kanker,umur ibu sudah tidak lama lagi" kata ibu putri terlihat lemah.


"ibu, jangan bicara seperti itu.ibu panjang umur" kata putri menggegam tangan ibunya.


"ibu ingin bertemu denganmu,ingin meminta permintaan terakhir ibu" kata ros dengan pura-pura lemah.


"katakan ibu" kata putri sedih.


"tinggalkan erik,berikan suamimu kepada ichiro. Aku sangat mencintai ichiro. Aku sudah merawat dia sejak kecil,bisakah kamu mengabulkan permintaan ibu,untuk yang terakhir kalinya?" kata ibu putri.


Deg


Putri terdiam,air matanya mulai menetes membasahi kedua pipinya. Gegaman erat tangan putri ke ibunya,berlahan di lepas.


"sebenarnya,apakah ibu pernah mencintai putri? Walau sedikit saja?" tanya putri dengan suara serak.


"tentu saja,ibu mencintai putri" jawab ibunya dengan tak berdosa.

__ADS_1


"lalu,kami berdua menyukai lelaki yang sama. Terus ibu memilih siapa di antara aku dan ichiro?" suara serak putri,tangisan mulai tak terbendung.


"putri,aku tidak bisa mengatakan,kalian semua anak ibu" jawab ibunya.


"jawab bu" desak putri.


"ichiro lebih pantas untuk erik,dari segala aspek. Kamu bisa mencari lelaki lain" jawaban ibu putri,bagaikan sayatan pisau yang tajam.


"ibu,tidak pernah mencintai putri sedikitpun. Mulai sekarang,putri juga tidak akan peduli dengan ibu. Erik dan ayah adalah lelaki yang hebat yang putri miliki,aku tidak akan memberikan salah satunya pada siapapun. Sekalipun orang itu menangis darah di hadapanku,kecuali erik memang menginginkan ichiro" kata putri sambil berdiri.


Dengan langkah cepat,putri menuruni anak tangga,sesekali dia mengusap air matanya yang sudah tidak bisa di bendungnya lagi.


Erik melihat ke arah putri,wajah istrinya berantakan. Matanya merah,akibat tangisanya. Erik melangkah cepat,di depan ayah dan anak itu,erik memeluk erat tubuh istrinya.


"shuuutttt,jangan menangis. Katakan ada apa?" tanya erik kawatir.


"aku ingin pulang" kata putri dalam pelukan suaminya.


Erik mengendong putri,dia sangat marah. Melihat istrinya sedih. Sebelum melangkah keluar rumah itu. Erik memberikan sebuah ancaman.


Mendengar ancaman erik,tuan Hitoshi itu gemetaran. Beberapa waktu lalu,akibat istrinya. Kerja sama dengan perusahaan erik terputus begitu saja.


erik memerintahkan zeo untuk menjalankan mobilnya. Putri masih menangis dipelukan suaminya.


"sebenarnya ada apa,katakan pada suamimu ini,jangan ada yang ditutup-tutupi lagi di antara kita?" tanya erik dengan nada lembut.


putri menceritakan apa yang terjadi. hati putri sakit,seorang ibu yang melahirkanya ke dunia ini. Secara tidak langsung mengatakan tidak menginginkan dirinya,dia memilih anak tirinya lebih pantas bahagia.


"apakah aku keterlaluan? Mengatakan seperti itu pada ibuku?" tanya putri sesenggukan.


"tidak,aku tidak mau menikah dengan ichiro. Aku hanya ingin menghabiskan sisa usiaku bersamamu. Jangan sedih lagi. Kedepannya jangan lagi kamu temui dia,jika hanya membuatmu sedih seperti ini" bujuk erik pada istrinya.


Zeo melihat putri dari spion mobilnya. Dia merasakan apa yang putri rasakan. Orang tuanya menjual dirinya hanya demi uang. Sedangkan ibu putri meninggalkan putri hanya demi hidup enak.


"sungguh kasihan nyonya,hatinya pasti sangat terluka" batin zeo. Erik mengerti dengan hati asisten kesayanganya,yang sudah di anggap seperti saudara itu. Nasibnya tidak berbeda dengan istrinya.

__ADS_1


Putri tertidur dalam pelukan erik,dengan lembut erik membelai rambut istrinya. Dia berjanji,akan melindungi istrinya,dan orang-orang terdekatnya dari apapun yang membuat sakit hati.


Sementara itu,di sebuah rumah mewah. Tuan Hitoshi sangat marah pada istrinya.


"kamu memang tidak pecus,membujuk putrimu saja tidak mampu. Sekarang bisnisku sedang di pertaruhkan. Aku tidak akan mengampunimu" kata tuan Hitoshi,marah. Dia menyambar kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan istrinya begitu saja.


Dengan perasaan sedih ros menghabus makeup nya. Dia tadi sedang bersandiwara di depan putri. Tuan Hitoshi memiliki kekasih di belakang ros.


"dasar wanita tua menyebalkan" gerutu tuan Hitoshi di sebuah apertemen milik kekasihnya. Wanita muda seumuran putri,memanjakan tuan hitoshi. mereka melewatkan malam yang panas dan syahdu di apertemen mewah itu.


"apakah ini semua karmaku,meninggalkan putriku hanya demi sebuah kemewahan. Sekarang aku dicampakan begitu saja. Bahkan sebentar lagi aku di madu" tangis dan ratapan ros di dalam kamar yang sunyi.


Ros di ancam oleh suaminya,jika tidak bisa membuat putri meninggalkan erik. Maka dia akan menikah lagi.


Setelah sampai di villa pribadinya erik dengan pelan menggendong tubuh istrinya.


"turunkan aku" kata putri terbangun.


"diamlah,sudah tugasku memanjakan istriku" kata erik sambil mengecup bibir putri.


...****************...


Keesokan pagi,putri merasa ada yang salah dengan dirinya. Semenjak dia terbangun dari tidurnya. Dia merasa mual.


"oekkkkk" suara dari kamar mandi. Erik membuka selimutnya dan menyusul istrinya,dia memijat pundak putri.


"ada apa? Apa kamu sedang sakit?" tanya erik kawatir.


"tidak tahu,aku merasa mual oekkkk, oekkkk" putri merasa lemas,akibat berkali-kali muntah.


Erik menggendong putri duduk di atas kasur.


"kita pergi kerumah sakit sekarang" kamu ganti baju,aku akan mandi. Hari ini kita tidak perlu ke kantor lagi,biar zeo yang mengatasi masalah di kantor" kata erik panjang lebar.


mereka duduk di meja makan,mencium bau makanan,putri kembali mual. Dia akhirnya tidak ikut sarapan. Dia menunggu gea dan erik di ruang tamu.setelah itu,erik mengendarai mobil ke sebuah rumah sakit di kota batam.

__ADS_1


__ADS_2