Gadis Jutek Kesayangan Ceo

Gadis Jutek Kesayangan Ceo
Gea


__ADS_3

setelah matahari mulai menampakkan dirinya. Semua orang mulai aktifitasnya.


hari ini jatwal putri untuk periksa kandungan. Di tengah jalan menuju rumah sakit,putri ingin minum jus mangga di campur dengan susu.


Lalu erik berputar-putar mencari orang jualan jus. Setelah hampir setengah jam,akhirnya erik menemukan. Dengan senang hati dia menuruti istrinya.


Setelah satu gelas mangga sudah berada di tangannya. Dia kembali ke mobil dan memberikan pada istrinya. Dengan senang putri menghabiskan jus mangga hanya dalam hitungan detik. membuat erik tercengang.


"aku merasa,jika anakku adalah seorang yang sangat rakus. Kelak kelahirannya,aku harus semakin semangat bekerja" kata erik dalam hati.


Setelah melajukan mobilnya kurang lebih duapuluh menit,mereka sampai di rumah sakit. mereka sedang mengantri,tak lama kemudian perawat memanggil nama putri.


Erik dan putri masuk ke ruangan. Erik melihat ke layar tv. Terlihat seperi kacang kecil di perut putri. Setelah itu dia menerima foto usg. Erik memandang lama foto itu di ruang tunggu. Mereka tengah menunggu vitamin.


"ada apa dengan foto usg nya. Dari tadi kamu tidak berhenti menatapnya?" kata putri,menegur erik.


"dia sangat kecil,aku merasa kasian. Kamu harus banyak-banyak makan buah dan sayur,seperti yang dikatakan bu dokter. agar anak kita cepat besar" kata erik tanpa memalingkan pandanganya pada foto usg.


Mendengar hal itu,putri hanya memutar bola matanya. Dalam hati putri berkata,mau makan sebakul pun,kalau belum saatnya usia kandungannya besar,anak dalam perutnya juga belum akan besar.


Setelah menerima vitamin,mereka pergi ke kantor. Dengan senang,erik mengatakan pada zeo,agar dia memberikan pigora foto usg itu,dan menaruhnya di meja kerjanya.


Dengan patuh,zeo melaksanakan perintah seto.dia tersenyum setelah melihat foto usg calon pewaris tuannya.


Setelah siang,lena dan devan sepakat makan siang bersama. Kedua orang itu sangat canggung sekali. Di tengah makan siang mereka,saila melihat kedekatan lena dan devan.


Karena saila tidak ingin membuat lena merasa bersalah atau canggung,dia tidak jadi masuk ke restoran tersebut.


Saila memasuki kfc di dekat kantornya,tempat dia bekerja. Dia cukup lama mengaduk-aduk minuman yang ada di depannya.


"mereka terlihat sangat cocok sekali,kak lena sangat tulus menganggapku sebagai adiknya. Dia adalah satu-satunya keluargaku. Lagi pula,tuan devan sepertinya menyukai kakak. Mungkin aku belum bertemu dengan jodohku saja" kata saila lirih.


Dengan menghela nafas yang panjang,lalu menghembuskan. Saila mulai membuang perasaanya pada devan. Lalu dia mulai memakan makan siangnya.


Sementara itu,gea yang berada di toilet,sudah hampir menghabiskan tisu satu bungkus kecil. Sudah dua minggu terakhir ini,dia merasakan sakit di kepalanya,setiap dia merasakan sakit di kepalanya,akan keluar darah dari hidungnya.

__ADS_1


Gea menutupi semua itu dari erik dan semua orang yang ada di dekatnya. gea tidak mau mereka kawatir dengan keadaanya.


"gea, kenapa kamu terlihat sangat pucat?" tanya tantri teman sebangku gea. Setelah mereka berada di dalam kelas.


"aku sedang sakit tan" jawab gea


"aku akan memberi tahu bu guru,agar kamu pulang untuk istirahat ya?" tantri mulai kawatir dengan sahabatnya.


"jangan,aku baik-baik saja" kata gea meyakinkan tantri.


Pelajaran telah selesai,bel berbunyi tandanya waktu pulang sekolah. Di dalam mobil gea terlihat murung dan pucat. Melihat itu,paman wu bertanya pada nona nya.


"apakah nona sedang ada masalah? Atau nona kurang sehat?" tanya paman wu.


"tidak paman,gea hanya lelah,dan ingin segera sampai di rumah untuk istirahat" jawab gae,sambil memejamkan matanya.


Melihat gea yang pucat,paman wu merasa kawatir. Lalu dia mengirim foto gea yang tengah memejamkan matanya ke pada erik. Paman wu juga mengatakan,kalau nona gea,akhir-akhir ini sering di kamar setelah pulang sekolah.


Membaca pesan tersebut erik mulai kawatir. Dia juga melihat foto gea yang memang terlihat pucat pasi.


"ada apa denganmu?" tanya putri yang ada di samping erik


Melihat hal itu,putri sangat kawatir. Dia meminta ijin pada erik utuk pulang terlebih dahulu. Dengan sangat senang erik mengijinkan putri. Karena sudah ada putri di sisi gea erik bekerja dengan tenang.


Saat putri sudah sampai dirumah,dia membuka pintu kamar gea. Terlihat gea tengah tertidur dengan pulas. Putri melihat gea dengan wajah pucat pasi.


Lalu putri menyelimuti tubuh gea. Dia mengecup kening gea. Setelah putri meninggalkan gea,dan menutup kembali kamar gea. gea bangun dan mengusap air matanya. dia tidak ingin orang-orang disekitarnya kawatir.


Sebentar lagi gea akan naik ke kelas tiga. Gea sudah bisa berfikir dewasa setelah putri ada di dekatnya.


Setelah sore,putri kembali ke kamar gea,dia tidak melihat gea berada di kamarnya. terdengar dari kamar mandi gea sepertinya sedang mandi.


Putri duduk di kasur gea,pandangan matanya tertuju dengan sampah di dekat meja belajar gea. lalu putri mengambil sampah tersebut. Dia melihat banyak tisu dengan noda darah.


"apa ini? Apa ini darah gea?" tanya putri lirih.

__ADS_1


Tak lama kemudian gea keluar dari kamar mandi. Gea terkejut saat melihat kakaknya ada di kamarnya.


"gea,sini. Kak putri rindu dengan gea" kata putri sambil tersenyum.


Gea memeluk erat tubuh putri. dia mengatakan jika dirinya sangat rindu dan sayang pada kak putri. Dia juga ingin apapun yang terjadi kedepannya,supaya dia akan selalu bersama dengan kak erik.


Mendengar hal itu,detak jantung putri semakin berirama sangat keras dan cepat. Dia berfikir pasti gea tengah menyembunyikan sesuatu.


"gea,apakah gea sangat sayang sama kak putri?" tanya putri sambil menatap gea


Lalu gea menjawab dengan anggukan kepala.


"katakan pada kakak dengan jujur,sebenarnya gea sedang menyembunyikan apa dari kakak" tanya putri masih dengan menatap gea.


Gea kembali memeluk putri,lalu dia mengatakan jika dia hanya rindu. Dan tidak menyembunyikan apapun dari putri.


Setelah makan malam,putri mengajak erik untuk berbicara di kamarnya.


"aku menemukan banyak tisu dengan noda darah di kamar gea" kata putri mengawali pembicaraan dengan suaminya.


Deg


"noda darah? Apa itu punya gea?" tanya erik dengan perasaan kawatir.


"lalu,apakah punya orang lain,aku merasa ada yang tidak beres dengan gea. Aku akan mengajak gea untuk cek kerumah sakit. Erik,mulai besok aku ingin menjaga gea,aku tidak ingin bekerja lagi. Jadi kedepannya,kamu harus bekerja keras untuk menghidupiku" kata putri bersandar di bahu suaminya.


mendengar kata-kata putri,erik menatap putri. lalu dia memeluk erat tubuh putri. Dia mengetakan terima kasih. dia mau menjaga dan peduli dengan gea.


"kamu pikir,aku dulu mau menikah denganmu kalau kamu tidak memiliki adik seperti gea" putri cemberut.


"apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya erik sambil menatap wajah istrinya.


"tentu saja tidak,tapi sekarang aku..."


Putri belum selesai dengan ucapannya erik mencium bibir putri. Setelah melepaskan ciumannya erik tersenyum menatap istrinya yang samar-samar terlihat sayu.

__ADS_1


"apakah,kamu sedang menginginkanku?" tanya erik membelai wajah cantik istrinya. Dengan pelan putri mengangguk,namun seketika erik teringat kata dokter. Jika sekarang mereka harus mengurangi aktifitas itu.


Dengan perasaan jengkel,putri beranjak tidur dengan kesal. Karena suaminya menggodanya,setelah itu menolaknya.


__ADS_2