
Semua prosedur,telah di urus dengan baik. Surat-surat telah di tanda tangani. Erik hanya diam,dia tidak mengatakan sepetah katapun. saat duduk putri mer..mas tangan erik dengan lembut.
Sesekali erik mengusap air matanya. Dulu dia pernah kehilangan orang tuanya,secara tragis saat SMA. Dia melihat Gea yang masih berusia tiga bulan. Kini Gea meninggalkan dirinya saat berusia 7 tahun.
Sadis sekali baginya,dia harus mulai mengurus perusahaan dari sejak Kuliah,dia berbagi waktu untuk adik,pekerjaan dan juga pendidikan.
"kenapa,rasanya tidak adil. Tuhan mengambil orang-orang yang aku sayangi. Satu persatu" kata Erik lirih,dia bersandar di bahu istrinya.
"sayang,dengar. Semua yang bernyawa pasti akan meninggal. Kamu yang sabar,harus kuat. Ada Geztan yang selalu menunggu daddy nya bangkit, dan kamu harus ingat pesan Gea. Kamu tidak boleh sedih. Harus tetap semangat,oke?" kata putri menenangkan Erik
Mendengar hal itu Erik hanya mengangguk. Lalu peti jenazah sudah masuk dalam mobil ambulance. Dengan mobil tersebut,mengantar ke bandara. Semua keluarga erik pulang ke batam.
Tidak butuh waktu lama,pesawat mendarat dengan selamat. Zeo dan para sahabat erik dan putri. Tengah menunggu di luar bandara.
Erik pulang ke batam,membawa kebahagiaan dan juga duka. Kebahagiaan karena kelahiran putranya. Duka karena harus kehilangan adiknya untuk selama-lamanya.
__ADS_1
Dengan perasaan sedih,dia dan putri masuk ke dalam mobil Zeo. sedangkan bibi yana yang mengendong Geztan dan ayah putri,masuk ke dalam mobil yang di kendarai paman wu. Sopir pribadi Gea.
ke esokan harinya,semua sahabat dan pembisnis berdatangan. Memberikan belasungkawa pada Erik. Setelah pukul 10 pagi. Mobil Ambulance mengantar jenazah Gea ke pemakaman,tempat istirahat terakhir Gea.
Di dekat makam kedua orang tua Erik,gea dimakamkan. Erik terlihat sedih,saat melihat tiga makam berjejer. Dia menatap dengan perasaan yang hancur.
Putri terus menggegem tangan suaminya,tanah berlahan menutup peti,sampai tidak terlihat lagi. Semua orang berpamitan pulang.
Erik masih duduk berjongkok di depan makam Gea. Dia seperti sedang mengatakan sesuatu pada ketiga makam itu. Setelah itu dia meletakkan bunga untuk gea.
"Erik,sampai saat adikmu di makamkan,kamu tidak memberi kabar pada nenek. Bahkan saat nenek sudah menjadi buyut,kamu juga tidak memberi kabar" kata orang tua itu,erik terlihat sangat marah karena kedatangannya.
putri terlihat bingung,dia tidak pernah bertemu dengan orang tersebut. Erik mengepalkan tangannya.
"untuk apa kau datang kemari,apa anda lupa. tiga makam ini,kematian papa,mama juga tidak akan terjadi jika anda tidak egois,lebih baik anda tidak menemuiku" kata Erik menarik putri pergi meninggalkan orang tua tersebut.
__ADS_1
Putri tampak bingung dengan situasi itu. Namun karena kesedihan yang masih melanda erik,putri hanya diam menuruti suaminya.
Setelah sampai di rumah,Geztan yang menangis memenuhi Villa milik Erik. putri dan erik mandi terlebih dahulu sebelum menemui Geztan.
"Zeo,carikan babysitter untuk membantu putri merawat Geztan" perintah erik saat menggendong putranya.
"baik tuan" kata zeo,setelah itu dia beranjak pergi.
"stttt... Jangan menangis lagi jagoan daddy. Lihat,daddy sudah pulang" bujuk Erik.
Putri membawa sebotol susu untuk putra mereka,setelah di berikan satu botol susu,Geztan tertidur dalam gendongan Erik.
Walau dia mungkin saat ini sedang sedih,namun dia sadar jika Gea tidak menginginkan dirinya bersedih setelah di tinggal Gea. Geztan membutuhkan sesosok daddy yang lembut.
Terlihat orang tua yang tadi di pemakaman,turun dari dalam mobil mewah. Menuju gerbang villa pribadi erik. Namun ada ribuan keraguan yang terpancar di wajah orang tua itu.
__ADS_1