Gadis Jutek Kesayangan Ceo

Gadis Jutek Kesayangan Ceo
Derita bagi yang jomblo


__ADS_3

"aaaaaaaaaaa" teriak vaya menjerit. Setelah tahu ada gong fai tidur di dekatnya. Sontak saja membuat gong fai terkejut, dengan teriakan vaya.


"emmm" gong fai menutup paksa mulut vaya pakai tangannya.


"diam,diam. Udah diam,terbangun yang lain nanti." kata gong fai mengingatkan vaya. Saat vaya sudah tidak meronta gong fai melepaskan tangannya.


"kau gila ya? Apa yang kamu lakukan padaku tadi malam? Kamu jangan menyentuhku" kata vaya menepis tangan gong fai.


Vaya menggerutu,dia sangat kesal dengan gong fai. Dia menyembar tas miliknya,lalu pergi dari villa begitu saja. Devan yang tengah tidur di sofa ruang tengah,terbangun akibat keributan vaya dan gong fai.


"haih,cuma diriku yang menjomblo sejak dalam kandungan" hela nafas devan,dia sedang meratapi dirinya, yang belum memiliki pasangan.


Sementara itu putri dan erik keluar dari kamarnya,begitu juga dengan gea. Mereka bertiga pulang lebih awal.


"gea,mau sarapan apa sayang?" tanya putri saat sudah berada di dalam mobil.


"mau nasi goreng bikinan kak putri" kata gea manja.


Dengan senang hati putri mengabulkan permintaan gea,setelah mereka sampai di rumah.putri dengan sigap memasak sarapan pagi. Masakan nasi goreng telah siap di meja makan. Lengkap dengan ceplok telur.


"zeo,mari sarapan bersama kami" ajak putri ke zeo.


"ah,tidak perlu nyonya,saya di sini saja menunggu tuan." kata zeo yang berada di teras.


"zeo,ayo sarapan dulu. Kalau kamu tidak mau mencicipi masakan nyonyamu. Kamu tidak perlu lagi menjadi asistenku" kata erik memaksa zeo.


Dengan ancaman erik yang tidak bersungguh-sungguh itu. Zeo dengan hati yang tidak enak,akhirnya duduk di depan meja makan bersama mereka.


Hati zeo sangat senang,tuannya mendapatkan istri sebaik putri. dia tidak pernah membedakan siapapun. Bahkan seorang asisten saja bisa duduk makan bersama mereka.


"hati nyonya,sungguh luar biasa. Tuan memiliki hati yang baik,wajar saja jika tuhan memberikan pendamping yang begitu sempurna" batin zeo,sambil terus mengunyah makanan.


"zeo,usiamu sudah hampir 30 tahun. Apa kamu tidak ingin menikah?" tanya erik tiba-tiba.


"uhukkk" zeo tersedak,saat mendengar kata menikah.


Asisten yang tampan itu,tidak pernah berfikir menikah. Dia hanya berfikir untuk terus mengabdikan dirinya pada keluarga erik.

__ADS_1


"kamu kenapa? Di tanya menikah. Malah salah tingkah. Apa kamu diam-diam sudah ada kekasih" tanya erik,seperti polisi sedang mengintrogasi narapidana.


"ampun tuan,saya benar-benar belum memiliki kekasih. Saya hanya akan mengabdi pada tuan,dan saya tidak ingin menikah" kata zeo begitu percaya diri.


"kalau begitu,kamu segera cari istri. Itu perintahku" kata erik dengan nada memerintah.


"kakak,biarkan paman zeo menunggu gea besar. Nanti gea akan menikah dengan paman zeo" kata gea polos.


"hahahaha,tunggu kamu besar? Zeo sudah menjadi kakek-kakek. Memang kamu mau menikah dengan kakek-kakek" canda erik pada adiknya. Putripun ikut tertawa.


"tidak maulah,secara gea cantik. Kalau paman zeo tidak setampan sekarang. Aku tidak mau" kata gea polos. Mendengar hal itu zeo hanya tersenyum.


Seperti biasanya,setelah sarapan mereka pergi beraktifitas,yakni bekerja. Putri kembali bekerja sebagai direktur keuangan. Erik hanya memiliki zeo,yang merupakan asisten juga sekertarisnya.


sementara itu di sebuah bank sedang ramai. lena sahabat putri sebagai cs sangat sibuk. Dia harus melayani nasabah.


"aih,aku sangat kesal. Kenapa atm bisa tertelan. ini semua gara-gara aku menjomblo sejak dalam kandungan mama" gerutu devan. Dia mengambil nomor antrian.


Devan seorang ceo,bisa mengantri di bank? Itulah hebatnya devan. dia terlihat seperti orang biasa saat di luar kantor.


Deg


"cantik sekali wanita ini" batin devan menatap lena.


"atm saya tertelan,baru saja.di atm depan itu" kata devan datar,tanpa memalingkan wajahnya dari pandangan ke lena.


Dengan sigap lena memproses atm baru untuk devan.setelah itu devan pergi meninggalkan bank.


****


Semenjak zeo diperintahkan mencari seorang istri,dia menjadi tidak fokus dalam bekerja.erik melihat tingkah zeo malah tersenyum. Sifat mengerjai asistennya kembali kambuh.


"zeo,jika kamu bingung. Sepertinya rania itu bersedia menjadi istrimu. Dari pada mendekam di penjara" goda erik.


"aihhh. Amit-amit tuan. Dia adalah mantan kesayangan tuan. Saya mana berani" balas zeo,yang tidak mau mengalah.


"zeo" teriak erik.

__ADS_1


"maaf tuan" kata zeo sambil tersenyum.


"tuan ini sensi sekali,seperti wanita yang sedang pms.dia yang menggodaku. Tapi dia tidak mau di balas" batin zeo,sambil membalik-balikan dokumen.


Sifat candu erik kembali kambuh. Dia mengirim pesan singkat kepada istrinya."ke ruanganku. Aku butuh kamu"


Putri membaca pesan singkat suaminya. Dia mengira sedang butuh bantuanya dalam mengerjakan tugas. Saat putri masuk ruangan,dengan cepat zeo pergi meninggalkan suami istri itu di dalam ruangan.


"ada apa rik?" tanya putri dengan polosnya.


"pijat pundakku" perintah erik. Mendengar hal itu putri menuruti permintaan suaminya.


Sewaktu putri memijat,erik menarik tubuh putri. Saat ini putri sedang duduk di pangkuan suaminya.


"kamu memanggilku,hanya ingin seperti ini?" tanya putri.


"aku rindu istriku" kata erik manja. Dia membelai wajah cantik putri. Tangannya menyentuh bibir ranum putri. Darah mengalir deras keseluruh penjuru. Sentuhan-sentuhan erik membuat putri terbuai.


pendingin ruangan itu,seperti sedang tidak berfungsi. Kedua sejoli itu,merasa tubuhnya panas. Erik mencium bibir putri dengan lembut.


"lanjut,atau berhenti" bisikan erik ke telinga putri. Hembusan nafas erik membuat putri semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.


Dia ingin lebih dari itu.


"aku ingin,tapi_" putri belum menyelesaikan ucapannya. Erik menggendong tubuh istrinya ke dalam ruang rahasia di belakang lemari. Disana ada sebuah kamar kecil. Yang biasanya untuk ruang istirahat gea,saat gea ikut bekerja ke kantor.


Suami istri itu,sedang memadu kasih. Menggapai nikmat surga dalam pernikahannya.


"putri,ibu ingin sekali bertemu denganmu. ibu sedang sakit. Datanglah kerumah nak. Ibu rindu" pesan masuk ke ponsel putri.


Saat putri sedang terlelap. Erik membuka pesan ibunya. Dia mengeryitkan alisnya. Dia akan menemani putri kali ini. Dia tidak ingin ada masalah apapun dalam rumah tangganya lagi.


"ah... Pinggangku. erik sialan,dia menggodaku begitu saja. Sekarang aku kesusahan saat bangun" gerutu putri.


"sudah bangun sayang? Ibumu mengirim pesan. Dia sedang sakit. Jika kamu ingin menjenguknya. Aku akan menemanimu. Aku tidak mau kamu sendirian bertemu ibumu" kata erik lembut.


Suami istri itu,memutuskan pergi berkunjung ke rumah ibu putri. Selepas bekerja. Dengan perasaan yang campur aduk putri tetap mengabulkan keinginan ibunya. Dia sedikit senang,jika ibunya benar merindukan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2