Gadis Jutek Kesayangan Ceo

Gadis Jutek Kesayangan Ceo
Gea sakit


__ADS_3

Keesokan paginya....


bangun tidur putri langsung ke kamar gea. Ternyata gea sudah selesai mandi. Dan akan bersiap ke sekolah.


"gea hari ini,gea gak usah masuk sekolah ya? Temani kakak periksa ke dokter. Kak erik gak bisa temani kak putri" bujuk putri setelah duduk di kasur gea.


"tapi kak,hari ini gea ulangan harian. Nanti gea akan ketinggalan pelajaran" jawab gea sedih,karena dia tidak bisa menemani putri.


"hummm. Gimana kalau setelah pulang sekolah?" bujuk putri lagi.


"boleh,nanti gea temani kakak" kata gea senang.


"oke,setuju ya? Nanti kakak yang jemput ke sekolah" janji putri dengan senang.


mulai saat ini putri akan di rumah,dia tidak lagi pergi bekerja. erik dengan senang dia mengatakan,akan menyusul ke rumah sakit.


setelah pukul sepuluh pagi,ada panggilan telvon masuk ke rumah. Putri menjawab telvon tersebut.


pihak sekolah mengatakan jika gea pingsan saat pelajaran olahraga,dan sekarang di bawa ke rumah sakit. Mendengar hal itu,putri langsung menghubungi erik.


putri ditemani ayahnya berangkat ke rumah sakit. Sementara erik,membatalkan mitingnya dan langsung pergi ke rumah sakit.


Disana putri dan erik,sampai di rumah sakit secara bersamaaan. di sana mereka sudah melihat gea dengan wajah pucat pasi. Tangan di infus.


"dokter,adikku sakit apa dok?" tanya erik cemas,saat melihat dokter disana.


"mari ikut keruangan saya pak" kata dokter pada erik


Putri dan erik duduk di ruangan dokter,sementara ayah putri menunggu gea di kamar inap.


"begini pak,ini belum ada hasil yang pasti,karena kita sedang menunggu hasilnya dari lab. Tapi kami sebagai dokter,menyimpulkan jika adik bapak,kemungkinan besar mengidap tumor otak,tapi kami sangat berharap itu semua tidak akan terjadi pada pasean" kata dokter menjelaskan pemeriksaanya,dan dugaan sementara.

__ADS_1


Darrrrr


Saat mendengar hal itu,dunia seakan runtuh. Erik merasa badannya tidak lagi bertulang. Dia merasa lemas. Putri memeluk suaminya. Sedangkan dirinya juga sangat sedih.


Tiba-tiba,perut putri merasa sakit. Karena shok akibat kabar itu.


"achkk,sakit" kata putri tiba-tiba.


"sayang,ada apa?" kata erik kawatir.


Dokter langsung menangani,dan dokter mengatakan jika putri baik-baik saja. Hanya shok dan kram perut.


Erik hanya mengangguk,dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk menjawab. Dia hanya berharap,calon anaknya dan adiknya sehat.


Setelah setengah jam,gea terbangun dari pingsannya. Dia menatap orang disekelilingnya. Ada erik yang matanya merah menahan tangis,sedangkan putri duduk di samping kasur dekat dengannya dengan mata yang berkaca-kaca. Den ayah putri duduk di kursi dengan wajah yang sedih.


"kak erik,kak putri. Ayah... Maaf" cuma kata itulah yang terucap dari bibir mungil gea.


"erik,knapa kamu menakuti gea? Sayang. Kenapa kamu tidak mengatakan lebih awal pada kami?" tanya putri sambil mengelus kepala gea.


"maaf,gea hanya tidak mau semua orang kawatir pada gea" kata gea yang sudah mulai menangis.


Mendengar itu,erik hanya bisa menghela nafas. Lalu dia mengatakan jika dirinya tidak mau gea dewasa belum pada waktunya.


Malam itu semua bergantian menjaga gea di rumah sakit. Semua peduli,dan kawatir dengan keadaan gea.


Tiga hari kemudian,hasil dari lab keluar.dokter memanggil erik. Di ruangan yang kecil itu,putri memegang tangan suaminya. Dia meremas pelan tangan erik. Putri berharap erik tetap tenang,apapun yang di katakan dokter.


"jadi adik saya sakit apa dok?" tanya erik dengan suara yang serak. Dia menahan tangisnya.


"jadi begini pak,seperti dugaan sebelumnya. Pasien menderita kanker otak,stadium empat. Kanker otak tumbuh cepat dan memiliki sejumlah karakteristik abnormal. Sel ini sering menyebar ke bagian lain dari otak, bahkan dapat menghasilkan pembuluh darah sendiri untuk mendukung pertumbuhan yang agresif. Pembuluh darah ini terkadang memiliki kelompok kecil sel mati (nekrosis) di intinya. Saya sarankan untuk membawa pasean ke singapura untuk menjalani serangkaian perawatan dan kemo" dokter memberi penjelasan dan hasil dari lab,ke erik.

__ADS_1


Mendengar hal itu,erik gemetar. Dia tidak mempu menangis. Lalu putri memeluk erik dengan erat. Dalam pelukan putri dia menangis. seorang ceo yang dingin,angkuh dan sombong juga masih tetap memiliki perasaan. Begitulah yang terjadi saat ini.


Erik melepas pelukanya,dia mengusap air matanya. Lalu putri memberikan tisu. putri berkata,agar dia tidak seperti ini ketika di depan gea.


"kamu harus kuat,agar gea juga kuat. Erik,kamu tidak usah kawatir. Aku akan menemani gea selama perawatan di singapura. Kamu bekerjalah dengan tenang. Jika kamu tidak sibuk,kamu bisa menjenguk kami disana. Kota batam dan singapura kan dekat,kamu tidak perlu kawatir. Percayalah,gea pasti akan sembuh" putri mencoba menguatkan erik.


mendengar hal itu erik hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


hari itu juga,semua prosedur diselesaikan. keesokan harinya mereka berangkat dengan pesawat pribadi. Gea mendapat perawatan yang terbaik.


semangat gea untuk sembuh pun tinggi,hari berganti hari. Rambut gea mulai rontok,dan hampir botak. kemo membuatnya kehilangan rambut tebalnya.


Namun dia tidak sedih,dia bertemu dengan nikolas,anak seumurannya,yang juga penderita kanker. Mereka sering bertemu. Setiap kali gea kambuh,dia akan mengeluarkan banyak darah dari hidungnya.


Putri sangat kawatir,setiap akhir pekan erik selalu menjenguk adik dan istrinya. Dia selalu memeluk gea,dan selalu mengatakan agar gea berjanji jika dia akan sembuh.


Mendengar permintaan kakaknya gea dengan tersenyum,dia mengatakan akan selalu mendengarkan dokter,agar dia cepat pulang.


Satu bulan kemudian,nikolas dinyatakan meninggal. Mendengar hal itu gea sangat sedih.


"kak putri,apakah gea juga akan meninggal seperti nikolas?" tanya gea seperti sedang menyerah.


"tidak,tentu saja gea akan sembuh. Percayalah. Gea pasti sembuh,gea harus semangat" putri menghibur gea.


Setiap obat masuk lewat selang infusnya,gea hanya memejamkan kedua matanya. Dia mencoba menahan rasa sakitnya. dia mulai muntah,sakit kepala yang tidak tertahankan, dan kadang mimisan yang begitu banyak.


Pagi itu,dokter memanggil putri keruangannya. Dokter mengatakan jika hanya dengan keajaiban tuhan yang bisa menolong gea. Hal yang mustahil jika sembuh,karena ini sudah di stadium akhir.


Mendengar hal itu,putri sangat bimbang. bagaimana cara dia mengatakan pada erik. kerena erik berpesan,berita baik atau buruk tentang gea harus diberitahu. Tidak boleh disembunyikan.


Lalu putri mencoba menghubungi erik,dengan perasaan cemas. Saat ini erik sedang dalam miting dengan klein tentang kerja sama.

__ADS_1


__ADS_2