
jam sudah menunjukkan pukul 17:00 semua karyawan pulang bekerja. putri sedikit terkejut karena devan menjemputnya. namun putri menolaknya dengan halus. dengan cepat putri naik ke mobil taxi online yang telah dipesannya.
"kenapa jadi tidak sesuai rencana? apa erik tidak memberi tahu putri?" gerutu devan di dalam mobil. lalu pergi meninggalkan kantor erik.
putri melamun dalam mobil,pandangannya terus keluar. dia ingin segera sampai di rumah,ingin menemani ayahnya. di rumah memang ada perawat yang kusus menjaga ayahnya.namun putri tetap mengkawatirkan kesehatan ayahnya. apalagi dengan masalah yang sedang dihadapinya.
sementara itu,di sebuah cafe ceria. ada seorang gadis tengah patah hati. dia adalah denada adik devan,baru saja dia melihat pujaan hatinya,arsan sedang bersama dengan seorang wanita.
"apa aku tidak layak untuk kak arsan? kenapa,dia tidak pernah memandangku sedikitpun?" kata denada dengan nada galau.
karena denada sedang galau,dia di ajak temannya pergi ke bar. temannya adalah seorang yang jahat. dia memiliki niat jahat untuk menghancurkan denada. dia adalah kania. denada setuju dengan ajakan kania. dua orang itu masuk ke sebuah bar. malam semakin larut,denada di jual kepada seorang pengusaha kaya nan genit.
jam sudah menunjukan pukul 22:30. devan merasa cemas karena adiknya belum juga pulang. ponsel denada tidak aktif. kebetulan arsan melihat denada yang sudah mabuk. minuman terakhir di kasih obat oleh kania. lalu kania menyerahkan denada pada seorang pria tua.
"kamu akan membawa adikku kemana?" tanya arsan dengan tatapan membunuh.
"ah,tuan arsan. maaf saya tidak tahu jika nona ini adalah adik anda" kata pria tua itu dengan nada bicara takut.
arsan membawa denada ke apertemen miliknya,obat yang diberikan kania telah berfungsi dengan cepat.
"kak arsan" suara denada yang mengingau.
__ADS_1
"iya denada,kakak disini" kecup arsan. setelah sampai di aperteman,arsan membaringkan tubuh denada di atas ranjangnya.
"panas,tolong denada" tangan denada menarik arsan sampai jatuh menimpa tubuh denada.
deg deg deg. detak jantung arsan semakin kencang. darah mengalir ke segala penjuru.
"tidak,ini tidak boleh. aku boleh menyentuh wanita lain, tapi tidak dengan denada" kata arsan yang mencoba menenangkan dirinya.
denada terus menggoda arsan,menarik dan mencium arsan. iman arsan terlalu lemah,ditambah arsan diam-diam menyukai denada juga. dia berkencan dengan wanita lain agar bisa membuat denada membencinya. namun denada terus menyukai dirinya.malam itu mereka berdua berakhir dengan malam yang panas di aperteman arsan.
setelah pagi,putri berpamitan pada ayahnya untuk pergi ke kantor. erik juga ke kantor dengan wajah yang menegang. dia memasuki ruangan dengan aura membunuh. rania bersikap manja sebelum bekerja.
"zeo,apakah semua sudah siap?" tanya erik setelah rania tidak ada di ruangannya.
"aku pastikan,dia akan menyesal seumur hidupnya" kata erik puas.
rania dan ros sedang membicarakan rencana mereka berdua. dengan tersenyum puas rania membayangkan nasib sial putri yang sebentar lagi akan terjadi. ros membuat dua minuman untuk zeo dan erik. satu kopi hitam pahit,dan satu adalah nescafe untuk zeo.
"hm,ros. biar putri yang mengantar minuman itu" perintah rania.
tanpa penolakan putri mengantar minuman untuk erik dan zeo. lalu selang sepuluh menit putri kembali ke ruangannya. rania sudah tersenyum bahagia di ruangannya. setelah duapuluh menit kemudian,erik memerintahkan security membawa putri keruangan presedir. semua karyawan terkejut dengan tindakan security yang membawa paksa putri.
__ADS_1
"putri,kamu menaruh apa di minuman zeo?" tanya erik dengan nada yang sangat marah.
"aku tidak menaruh apapun,ros yang membuat minuman itu. aku hanya mengantar saja" jawab putri dengan nada biasa saja.
"kamu tahu,zeo keracunan dan dibawa ke rumah sakit,aku tidak akan mengampunimu jika terjadi apapun pada zeo. security panggil ros kesini" aura membunuh erik keluar, rania masuk ke ruangan erik dengan nada terkejut.
"ada apa ini erik,kenapa kamu marah pada putri" tanya rania seakan tidak tahu. dan ros masuk ke dalam ruangan.
"ros apa kamu yang membuat kopi untuk kami?" teriak erik,ros ketakutan.
"bukan tuan,putri yang membuatnya. buk rania juga tahu akan hal itu" jawab ros dengan nada takut.
"benar erik,putri tadi yang membuat kopi,katanya akan membuat kopi terakhir untukmu dan juga untuk zeo. memang ada apa?" tanya rania lembut.
"zeo keracunan,putri aku tidak akan toleransi lagi kali ini. kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu dan mendekam di penjara" ancam erik.
deg
deg
deg
__ADS_1
"jadi kamu juga tidak mempercayaiku?" tanya putri dengan mata berkaca-kaca. tidak lama kemudian polisi datang masuk ke ruangan erik. rania sangat senang dengan kedatangan polisi. dia sangat puas dengan apa yang direncanakan,berhasil dengan sempurna. zeo tewas,putri mendekam di penjara. membunuh dua burung sekaligus dengan satu pukulan. dia membayangkan menjadi nyonya di rumah erik,hanya tinggal menyingkirkan gea saja.