
David saat ini sudah berada di rumah sakit dan begitu juga dengan nia yang langsung mendapat tanganan dari dokter yang sebelumnya membantu lucy melahirkan dulu.
"dokter bisakah aku menemaninya aku takut terjadi sesuatu padanya!!(cemas david)
" kau tenanglah pak david kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien"(jelas dokter itu)
"uhh..mmm..huff" (suara deru nafas nia yang mulai tidak beraturan)
"bapak tunggu disini kami akan segera melakukan tugas kami" (ucap dokter itu langsung masuk kedalam ruangan)
"tapi!!" (belum sempat david menjawab pintu ruangan itu sudah ditutup )
david akhirnya hanya bisa pasrah dan menunggu kabar dari dokter yangvsaat ini menangani istrinya.
dia terus mondar mandir di depan pintu ruang persalinan david sangat khawatir pada istri dan juga anaknya karena tadi saat nia dibawa kerumah sakit dia terlihat sangat pucat.
...----------------...
Tak beberapa lama vandra dan lucy pun datang bersama sikembar dan juga bi sumi.
"kak david bagaimna dengan nia?(tanya lucy)
"dia masih diurus oleh dokter" (jawab david)
"aku takut terjadi sesuatu padanya cy karena dia sangat pucat sekali!!(cemas david)
" tenanglah kak semuanya akan baik2 saja aku juga pernah merasakannya saat aku akan melahirkan sikembar dulu"(jelas lucy mencoba menenangkan)
"tenanglah vid percayalah pada istrimu" (sahut vandra menepuk bahu david)
...----------------...
setelah menunggu untuk beberapa waktu akhirnya terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang persalinan nia.
"oekk..oekk.."
__ADS_1
suara tangisan bayi itupun menggema di dalam ruangan hingga semua orang yang ada diluar ruangan itu juga mendengarnya.
"suara bayi??(ucap david)
" iya kak"(jawab lucy senyum)
tak lama kemudian dokter pun keluar dari dalam ruangan.
"dokter bagaimana hasilnya?(tanya david)
" alhamdulillah semuanya baik2 saja ibu dan anak sehat"(jawab dokter itu)
"syukurlah" (lega semua orang)
"selamat ya pak david bayinya perempuan" (ucap dokter itu)
"bolehkah saya melihat mereka dokter?(tanya david)
" silahkan pak tapi sebentar lagi nona nia akan dipindahkan keruang rawat"(ucap dokter itu)
...----------------...
sedangkan lucy dan vandra menunggh diluar ruangan itu bersama sikembar dan bi sumi.
"bi sumi pasti lelah biar farell aku gendong bi" (usul lucy)
"tidak papa nak lucy bibi nggk lelah kok jika hanya menggendong tuan muda" (jawab bi sumi)
"tidak papa bi berubung farull sudah tidur biar mas vandra yang gendong dan aku akan menggendong farell" (jawab lucy memberikan farull pada vandra)
vandra tentu saja menerima farull dengan **senang.
sementara david didalam ruangan nia dia melihat wajah istrinya yang penuh dengan keringat**.
"istriku" (panggil david)
__ADS_1
nia yang tadinya memejamkan mata mendengar suara panggilan dari suaminya pun akhirnya membuka matanya.
"suamiku" (jawab nia)
"ini pak silahkan di adzan i dulu putrinya" (ucap seorang suster menyerahkan bayi perempuan pada david)
david yang menggendong putri kecilnya yang begitu sangat mirip dengan dirinya sangat bahagia akhirnya dia bisa menggantikan atas kehilangan calon anak nya dulu.
"terima kasih babe kau sudah sangat berjasa sudah melahirkan anak kita" (ucap david memandanga wajah berseri nia)
"aku juga harus berterima kasih padamu suamiku akhirnya aku bisa menggantikan kesedihanku atas kehilangan anak kita dulu" (jelas nia)
"aku sangat bahagia babe muach" (ucap david mencium kening nia dan juga menciumi bayi mungilnya)
setelah itu david segera meng adzani putrinya dan nia pun juga dipindah keruang rawat oleh suster disana.
"hai ni" (panggil lucy dari balik pintu)
"hai cy" (jawab nia)
"selamat ya kmu melahirkan putri yang sangat cantik" (ucap lucy melihat ke arah david yang masih menggendong putrinya)
"terima kasih cy" (jawab nia senyum)
"bububu..." (ucap baby farell dalam gendongan lucy)
"kenapa sayang??(tanya lucy)
" bubu...bu.bu"(ucapnya lagi menunjuk ke arah putri dari sahabatnya itu)
"ohh itu adalah adikmu farell bukankah dia sangat lucu" (ucap lucy pada baby farell)
tapi bukannya senang baby farell malah menangis mendengar ucapan dari lucy.
*Terima kasih sudah membaca*
__ADS_1
*silahkan like dan komen ya*