
Setelah kepergian vandra yang pergi secara terburu2 pagi ini kini lucy masih bersama dengan orang2 yang tadi masih ingin bertemu dengannya.
hinggan jam menunjukan pukul 9 malam tapi vandra tak kunjung pulang.
"kenapa vandra masih belum pulang ya?(tanya sinta)
" iya ma entah kenapa mas vandra masih belum pulang sampai jam segini. padahal biasanya pling lambat dia itu pulang jam 7 sekarang sampai jam 9 belum pulang"(ucap lucy khawatir)
"coba kamu tlfn sayang" (usul yanti)
"iya ma!!(jawab lucy lalu mengambil benda pipih yang ada di meja depan tv)
lucy terus mencoba menghubungi vandra tapi tidak tersambung dia juga mencoba menghubungi nmor david dan hasilnya tetap sama.
" bagaimana sayang??(tanya sinta pada lucy)
"gk diangkat ma mungkin mas vandra lagi sibuk dikantor!!(ucap lucy asal karena tidak ingin membuat orang tuanya cemas)
"vandra ini gmn? apa dia sudah tidak ingat untuk mengabari kita kalo dia akan pulang malam" (kesal sinta)
"sudah la ma mungkin dia memiliki masalah dikantornya sehingga dia pulang larut sekali" (bujuk stefan yang dari tadi melihat istrinya terus berceloteh)
"apa suamimu sering pulang larut seperti ini nak??(tanya yanti penasaran)
" nggk bu biasanya dia sore sudah pulang dan ini untuk pertama kalinya di pulang malam"(jawab lucy apa adanya)
**mereka akhirnya terus berbincang hinggan jam menunjuk an pukul 10 malam dan akhirnya mereka pulang ke rumah mereka.
kini tinggallah lucy sendirian dirumah barunya itu. lucy terus mondar mandir dan mencoba menghubungi nmor suaminya tapi tetap di tersambung.
__ADS_1
rasa khawatir mulai menyelimuti lucy, karena dia merasa takut jika harus sendirian di rumah sebesar itu akhirnya dia mencoba menghubungi nia dan tersambung**.
"hallo cy ada apa tumben tlfn malem2 gini??(tanya nia dengan suara serak khas orang bangun tidur)
" nia apa kamu bisa dateng ke rumah baruku aku takut sendirian!!(ucap lucy dengan nada sedih)
"kamu kenapa cy??(tanya nia yang tahu jika sahabatnya itu sedang sedih)
" oke kamu serlok lokasi kamu sekrang ya aku akan kesana!!(ucap nia yang langsung beranjak dari tidurnya)
"baik" (jawab lucy dan memutuskan tlfnnya)
Nia dengan segera langsung mengambil tas dan juga kunci mobilnya setelah mendapat titik lokasi dimana rumah baru lucy sekrang nia langsung tancap gas.
karena jalanan yang sepi nia sampai dilokasi rumah baru lucy dengan cepat.
suara bel berbunyi dan dengan cepat lucy membukan pintu dan dilihatnya nia dengan memakai piyama tidur dan sandal tidur yang biasa dipakainya saat dirumah.
"apa kau tidak papa cy??(tanya nia cemas)
" masuk lah ni"(ajak lucy membawa masuk nia)
"duduk lah" (ucapnya lagi)
akhirnya mereka berdua duduk disofa ruang tamu.
"mas vandra belum pulang ni sampai sekarang dan aku takut sendirian" (ucap lucy dengan raut wajah sedih)
"apa?? emangnya kmu sudah coba hubungi dia" (tanya nia)
__ADS_1
"udah ni tapi nggk bisa aku udah nyoba hubungi nmor kak david juga tetap hasilnya sama!!(jelas lucy menutup wajahnya dengan kedua tangannya)
" tumben ya bahkan kak david yang biasanya dateng ke kantorku saat jam makan siang hari ini dia juga nggk dateng??(ucap nia)
"mksd kmu??(kata lucy tidak melanjutkan ucapannya)
nia yang akhirnya menceritakan tentang hubungannya selama ini dengan david yang selalu dekat akhir2 ini.
" sepertinya ada yang tidak beres ni cy"(tebak nia)
"aku juga sama berfikir seperti itu ni aku takut terjadi apa2 sama mas vandra" (cemas lucy matanya mulai berkaca2)
"husstt gk boleh gitu kita harus berfikir positif ya udah kamu lebih baik istirahat dulu jaga kesehatanmu dan bayimu" (usul nia yang dijawab anggukan oleh lucy)
**akhirnya nia membawa lucy masuk kedalam kamarnya yang ada dilantai atas rumah itu dan membaringkan lucy disana.
lucy sempat tidak bisa memejamkan matanya karena pikirannya yang selalu tertuju oada sang suami sampai akhirnya nia memberikan segelas susu hangat dan sesekali menepuk2 kecil kepala lucy.
Nia juga ikut berbaring tapi dia tidak bisa tidur setelah mendengar jika david juga tidak bisa dihubungi di sebenarnya juga sangat cemas tapi demi menenangkan lucy.
dia hanya bisa memendamnya. sendiri sambil tangannya tidak berhenti menggeser2 benda pipih ditangannya untuk menghubungi orang2 yang bekerja dikantor milik vandra.
bahkan dia sempat menelfon menejer kantor vandra dan ternyata hari ini vandra dan david tidak masuk kantor.
Nia semakim terkejut saat mendengar kata itu tapi nia mencoba untuk tenang demi kesehatan sahabatnya lucy**.
****Terima kasih sudah membaca semoga puas dengan alurnya*
**silahkan like dan komen ya***
__ADS_1