Gadis Kecil Penakluk Pria Monster

Gadis Kecil Penakluk Pria Monster
*pergi lagi*


__ADS_3

lucy kaget saat melihat ternyata orang yang memeluknya dari belakang adalah suaminya sendiri.


"kapan kau datang mas??(tanya lucy)


" baru saja aku datang dan aku ingin menemuimu dirumah tapi anak buahku bilang kau berada disini jadi aku tidak jadi pulang"(jelas vandra)


"apa yang kau lakukan selama ini mas kemana aja kamu, kenapa kau tidak bisa dihubungi apa kau tahu jika farell putra kita diculik??(ucap lucy dengan serak)


" maafkan aku sayang aku sedang menjalankan bisnis besar disana dan tidak memperhatikan ponselku!!(elak vandra tidak ingin menambah rasa khawatir istrinya).


"apa pekerjaanmu lebih penting dibandingkan dengan putramu haa apa kau tidak menyayangi anakmu!!(bentak lucy dengan meneteskan cairan bening dimatanya)


vandra yang melihat istrinya menangis menjadi tidak tega dan akhirnya ia membawa lucy kedalam dekapannya dan menciumi puncak kepala lucy.


" maafkan aku sayang, aku tahu seharusnya aku berada disisimu saat kau sedang dalam masalah aku memang suami dan ayah yang buruk untuk kalian!!(runtuk vandra mengutuk dirinya sendiri)


"tidak mas kau bukan suami dan juga ayah yang buruk kau adalah ayah sekaligus suami yang sangat baik, aku tahu kamu pasti sedang sibuk tapi aku juga tidak bisa tidak memberi tahu padamu soale penculikan farell mas!!(ucap lucy)


" kau tenang saja sayang aku pasti akan membawa anak kita kembali, kau tetaplah disini aku akan segera kembali"(pamit vandra)


"tapi mas!!(ucap lucy yang menghentikan langkah kaki vandra)


**vandra menoleh kearah lucy dan lucy berjalan mendekati suaminya dia memeluk suaminya itu dengan erat.


lucy merasa takut jika nanti terjadi sesuatu pada suaminya saat pergi untuk menyelamatkan putra mereka karena mia pernah berkata jika mereka pasti akan mati saat datang kepulau yang ditempati rudi saat ini.

__ADS_1


vandra tahu jika istrinya itu sedang mereasa takut dia juga memeluk tubuh kecil istrinya dan juga dia menyambar bibir ranum milik lucy yang sudah sangat dia rindukan.


cukup lama mereka saling bertukar saliva sehingga vandra menghentikan aksinya dan kembali berjalan meninggalkan lucy**.


" semoga kalian semua selamat"(gumam lucy yang melihat punggung vandra yang kian menjauh)


...----------------...


**vandra berjalan menuruni tangga dan disana masih ada david yang berdiri sejak tadi dan mematung,


david melihat vandra yang berjalan terburu2 ia mengerutkan keningnya apa lagi saat vandra memakai rompi anti peluru di tubuhnya.


david berjalan mendekati vandra yang saat ini sedang bersiap2 dengan perlengkapan senjatanya**.


"kau mau kemana dra??(tanya david)


"aku akan ikut"(ucap david)


" tidak vid kau tetaplah disini dan jaga tempat ini juga tolong jaga istriku sampai aku kembali"(ucap vandra serius)


"tapi dra kmu!!


" tidak papa aku tidak sendiri ada mia dan juga dio disana semua pasti akan baik2 saja"(jelas vandra)


"baiklah kalau begitu" (pasrah david)

__ADS_1


"aku pergi dulu!!(pamit vandra)


david mengangguk dan tersenyum tipis menatap kepergian sahabatnya itu.


" hufff..!! kau harus baik2 saja dra jika tidak aku tidak akan bisa untuk menenangkan istrimu"(gumam david sambil terkekeh kecil)


saat david membalikan tubuhnya dia sangat kaget karena tiba2 istrinya nia sudah berada dibelakangnya.


"kau..!!(panggil david pada nia)


" kenapa??(tanya nia mengerutkan keningnya)


"kau membuatku kaget istriku" (ucap david mencoba santai)


"kenapa selama ini kau tidak bisa dihubungi??(tanya nia)


" aku tidak pernah bermain ponsel saat disana istriku aku disibukan dengan banyaknya berkas yang harus dikerjakan"(elak david)


"apa sesibuk itukah kamu sampai kau tidak bisa menjawa panggilan dariku bahkan kau sampai mematikan ponselmu, apa aku tidak penting bagimu, apa kau sudah tidak mencintaiku lagi??(tegas nia dengan nada penuh tekanan)


" bukan seperti itu istriku jangan pernah mengatakan jika kau tidak penting bagiku kau sangat berharga"(jelas david merasa bersalah)


david langsung memeluk nia dengan erat dan menciumi seluruh wajahnya bahkan saat memeluk nia tanga david selalu berada diperut nia dia mengusap perut istrinya dengan begitu lembut.


"jika saja kau tidak mengalami keguguran pasti sekarang perutmu ini akan sedikit membuncit" (batin david sedih)

__ADS_1


***Terima kasih sudah membaca


*silahkan like dan komen ya**


__ADS_2