
Setelah para bawahan vandra datang. akhirnya vandra memerintah para bawahannya untuk membereskan kekacauan Yang ada di tempat itu.
sedangkan malik nampak bingung dengan apa yang terjadi dihadapannya.
"kenapa malik apa kau merasa takut??(Tanya David dengan senyum puas)
" apa yang terjadi??apa kau sudah tahu rencanaku?(Tanya malik heran)
"cihh malik malik seharusnya sebelum kau berani bermusuhan dengan vandra kau harus mengerti dulu seperti apa musuhmu itu!!!(ejek mia dengan senyum licik)
sedangkan vandra hanya berdiri dengan jarak yang cukup jauh Dari malik, David Dan mia dia hanya menatap kearah malik.
flashback on..
saat vandra mendapatkan kabar bahwa malik kabur Dari tahanannya dengan cara yang sangat licik dia akhirnya memutuskan untuk menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu dimana titik" terakhir malik pergi.
saat vandra Sudah menemukan nya dia tidak langsung menangkapnya nmun vandra hanya menyuruh anak buahnya itu untuk terus mengintai malik.
"dra kenapa kmu malah membiarkan malik bebas begitu saja diluar sana?aku Sudah sangat ingin segera membunuhnya" (sarkas mia dengan rahangnya yang mengeras)
"kau bersabarlah dulu mia kita pasti akan segera bertemu dengannya" (jelas vandra menatap lurus mia)
Dan setelah itu vandra mendapat laporan dari bawahannya bahwa malik bekerja sama dengan rudi untuk melawan dirinya.
"biarkan saja. mereka pasti akan saaling membantu nantinya mereka tidak tahu jika selama ini kita sudah mengetahui rencananya" (jelas vandra tersenyum)
__ADS_1
"bos bukankah kita sudah mengetahui semuannya tentang kerjsama antara malik dan rudi lalu apa yang kita tunggu??(Tanya salah satu bawahannya)
" kita menunggu saat yang tepat"(jawab vandra dingin)
flashback off..
...----------------...
sedangkan Lucy yang berada di markas meminta agar dia bisa menyusul suaminya ke negara A.
"aku mohon antar aku kesana aku ingin menemui mas vandra" (ucap Lucy memohon pada dio)
"nona Lucy jangan seperti ini bos sudah menyuruhku untuk menjagamu sampai dia kembali" (jawab dio dengan perasaan bersalah)
" Lucy sudah kmu harus percaya sama suami kamu bahwa dia pasti akan baik2 saja"(bujuk nia sambil membantu Lucy berdiri dan mendudukannya di sebuah kursi)
Lucy terduduk lemas disebuah Kursk sambil matanya memerah menahan air mata yang ingin keluar.
"bisakah kalian ambilkan air untuk Lucy" (tanya nia pada dio yang berdiri dihadapan mereka berdua).
"tentu!!(jawab dio akhirnya berjalan pergi mengambil air)
lalu tak butuh waktu lama dio memberikan segelas air pada nia dan nia memberikannya pada Lucy.
" istirahatlah Lucy ingat jangan sampai kau stres kasihan bayimu"(bujuk nia memeluk Lucy)
__ADS_1
"kau bawa saja di kedalam kamar bos biarkan dia istirahat disana" (usul dio pada nia)
"baik tolong tunjukan dimana letak kamarnya" (Tanya nia)
"mari" (ajak dio yang akhirnya menuntun jalan menuju kearah kamar vandra)
sesampainya dikamar nia langsung membaringkan Lucy di atas ranjang yang berukuran king size itu dengan perlahan.
"tidurlah cy jangan terlalu dipikirkan semuanya akan baik2 saja" (ucap nia mencoba menenangkan sahabatnnya itu)
**sedangkan dio setelah mengantar nia dan Lucy dia segera beranjak dari sana.
nia mengusap lembut puncak kepala Lucy.
walau Lucy hanya diam tapi nia sudah tau jika sahabatnya itu pasti sedang tidak tenang dan takut jika terjadi sesuatu pada suaminya.
perlahan Lucy memejamkan matanya karena merasa lelah dia langsung terlelap memang sejak hamil Lucy Judah merasakan lelah**.
"kau tenang saja cy aku yakin mereka akan baik2 saja aku percaya dengan kemampuan mereka" (gumam nia)
sebenarnya nia juga merasa cemas dan takut tapi dia mencoba untuk tenang agar tidak menambah masalah.
****Terima kasih sudah membaca*
**silahkan like dan komen ya***
__ADS_1