Gadis Kecil Penakluk Pria Monster

Gadis Kecil Penakluk Pria Monster
Perhatian vandra


__ADS_3

**saat memasuki kamar vandra langsung membaringkan tubuh Lucy diranjang dengan pelan entah knapa vandra sampai melakukan hal itu vandra juga tidak tahu .


vandra yang Sudah membaringkan Lucy ingin pergi ke luar namun terhenti karena tangannya ditarik oleh Lucy**.


"jangan pergi ayah aku merindukan ayah hiks" (gumam Lucy yang masih memejamkan matanya Dan meneteskan sedikit air mata)


"ada dengan gadis ini??(batin vandra bingung)


" aku mohon jangan tinggalkan aku hiks"(gumam Lucy lagi semakin mencengkram tangan vandra)


"iya aku akan tetap disini" (kata vandra dengan mengusap kening lucy Dan mata vandra langsung melebar ketika is merasakan bahwa Lucy kini sedang demam)


**vandra yang bingung harus melakukan apa untuk meredakan demam Lucy dia tidak bisa melakukan nya karena tangan nya selalu digenggam oleh Lucy.


akhirnya vandra mengambil benda pipi yang ada dalam sakunya ia ingin menelfon David yang Sekarang ada dibawah, sebenarnya ia ingin memanggil hanya dengan sedikit mengeraskan suaranya tapi tidak dilakukan karena takut membuat Lucy kaget Dan bangun Dari tidurnya.


saat vandra ingin menghubungi David mendadak tlfnnya berbunyi Dan terlihat nama ibu yanti di layar ponselnya dengan segera dia langsung menjawabnya**.


"hallo vandra!!(ucap yanti Dari sebrang tlfn)


" hallo bu??bu ibu tlfn diwaktu yang tepat ini aku Lucy demam Dan aku tidak bisa melakukan apa2 karena Lucy terus mengenggam tangan saya!!(jelas vandra cemas)


"iya nak ibu juga mau kasih tahu me kmu setiap pada tanggal 25 Lucy selalu mengalami demam yang luar biasa saat malam hari karena dia mengalami trauma yang terjadi pada ayahnya dulu" (kata yanti menjelaskan soale kecelakaan yang terjadi pada rido Dan Lucy dulu)


vandra yang mendengar penjelasan Dari yanti hatinya merasa iba melihat keadaan Lucy yang sangat pucat dengan disertai demam.


"baik bu terima kasih telah menjelaskannya" (jawab vandra Dan mengakhiri tlfnnya.


vandra dengan sigap Dan berpikir langsung ikut berbaring disamping Lucy.


"jangan tinggalkan aku..hiks.. jangan tinggalkan aku" (hanya kata itu yang selalu keluar dari bibir Lucy)


"iya aku tidak akan meninggalkanmu..cup" (tanpa Sadar vandra langsung mengecup kening Lucy lembut Dan membawanya dalam dekapan hingga Lucy menjadi tenang Dan akhirnya mereka terlelap sambil berpelukan.


pagi hari..

__ADS_1


**tetap di kediaman keluarga Williams..


sinta yang tidak melihat menantunya sejak tadi menjadi gelisah Dan akhirnya ia yang memang sudah khawatir langsung berjalan menaiki tangga menuju ke kamar vandra.


tanpa dipikir lagi sinta yang sudah berada didepan pintu kamar vandra langsung membuka pintu itu yang ternyata tidak dikunci.


mata sinta langsung terbelalak saat melihat vandra Dan Lucy yang masih tertidur dengan pulasnya dengan Lucy Dan vandra yang saling berpelukan.


sinta reflex langsung keluar dari kamar itu sambil membatin**.


"rupanya sebentar lagi aku akan segera memilik cucu" (senang sinta kegirangan Dan turun menuju dapur)


Lucy yang baru saja mulai membuka matanya dia sangat terkejut tatkala melihat vandra yang sedang memeluknya begitu juga dengan dirinya.


"aarghhh....!!!!!!(teriak Lucy yang sontak membangunkan vandra )


" kamu kamu apa yang sudah kmu lakukan padaku dasar mesum..(ucap Lucy dengan suara keras)


"hustt kmu itu masih pagi sudah ribut aja menjengkelkan" (kesal vandra)


"kmu ngapain tidur disini Dan kenapa aku berada disini kenapa tidak disofa??(Tanya Lucy tak kalah kesalnya)


Lucy yang mendengar itu langsung diam seribu bahasa dia mengingat ngingat tanggal Dan dia baru ingat jika kemaren adalah tanggal 25 Dan dia selalu mengalami demam yang hebat.


"Terima kasih" (ucap Lucy yang langsung mendapat tatapan bingung dari vandra)


"berterima kasih untuk apa??untuk aku yang membantumu mengatasi demammu atau atas pelukan yang kuberikan padamu??(Tanya vandra senyum tipis)


mendadak wajah Lucy memerah karena kata2 dari vandra.


" Terserah..!!(jawab Lucy yang langsung turun dari ranjang Dan berjalan ke kamar mandj)


vandra yang melihat wajah Lucy memerah tersenyum puas karena berhasil menggoda istri kecilnya itu.


akhirnya vandra Dan Lucy keluar dari kamar nya Dan turun bersamaan dengan David yang baru saja keluar dari kamar nya setelah melakukan joging Dan mandi setelahnya.

__ADS_1


"ah menantu mama terlihat segar sekali ya hari ini benar tidak pa??(Tanya sinta sambil menyenggol lengan Stefan suaminya)


" iya ma terlihat berbeda dari biasanya"(jawab Stefan asal karena tidak tahu mksd dari sinta istrinya)


v**andra dan David akhirnya saling menatap melihat ke arah Lucy secara bersamaa.


Lucy yang kaget karena mendapat tatapan dari vandra Dan David bingung**.


"ada apa kak david??" (Tanya Lucy pada david)


"ada apa tuan??" (tanyanya bergantian pada vandra)


"tidak ada apa2 kok Nona" (jawab david)


"kak jangan panggil aku seperti itu aku lebih muda dari kak david panggil aku Lucy saja" (jelas Lucy senyum manis pada david)


**david hanya menganggukan kepalanya tidak berani menjawab karena mendapat tatapan tajam dari vandra.


vandra yang melihat Lucy tersenyum manis pada vandra terlihat tidak senang sebab Lucy tidak pernah tersenyum padanya sampai saat ini.


akhirnya mereka memulai sarapan paginya dengan santai Dan tenang.sampai akhirnya sinta mengawali pembicaraan**.


"pa seperti nya sebentar lagi kits akan segera memiliki cucu" (ucap sinta yang membuat semua mata tertuju padanya menatap bingung mksd dari perkataan sinta)


"iya pa seperti nya rumah kita akan diisi dengan tawa anak kecil" (ucap sinta lagi)


"mksd mama vandra Dan menantu kits sudah..??(Stefan tidak melanjutkan ucapanya karena Lucy yang tiba2 terbatuk batuk)


uhukk uhukk..


" pelan2 dong sayang kalau makan"(cemas sinta memberikan air)


"ma mksd papa apa vandra Dan Lucy knpa?(Tanya vandra tidak paham)


david yang mendengar pertannyaan polos sahabatnya itu menepuk jidatnya Dan menggeleng2.

__ADS_1


******Terima kasih sudah membaca semoga puas dengan alurnya***


****silahkan like Dan komen ya agar author update terus*****


__ADS_2