
Ohayou epribadeh maapkeun aku yang terlambat update hari ini. Bantu Queen melancarkan misi nya dengan kreji like komen dan vote bestieπ€
πππππ
Happy Reading π
............
Queen terkejut ketika melihat seorang pria yang berwajah serupa dengan tuan Takagi. Ia bergegas melepaskan tuan Takagi lalu memberi kode agar mereka pergi terlebih dahulu.
Namun uncle Erick menolaknya,ia tidak ingin membuat Queen dalam bahaya.
" Aku tidak akan membuat mu dalam bahaya," ucap uncle Erick menolak saran Queen membawa tuan Takagi terlebih dahulu bersama nya.
" Percaya lah kepada ku uncle,aku akan baik-baik saja," bisik Queen.
Queen memberikan cincin itu kepada uncle Erick,Erick tidak mempunyai pilihan lain. Ia pun menggunakan cincin itu lalu membawa tuan Takagi pergi meninggalkan kediaman tuan Takagi.
" Wow! kau mengorbankan diri mu demi saudara kembar ku?aku semakin tertarik kepada wanita di balik topeng ini," goda Tuan Takashi sambil berjalan menghampiri Queen.
Queen berdecak lalu tersenyum mengejek bisa- bisa nya pria hidung belang ini menyukai nya. Bahkan kini ia mencoba merayu nya,maaf Queen tidak akan tergoda sekalipun ia memiliki wajah tampan.
Takashi mencengkram kedua lengan Queen sehingga ia tidak dapat berontak. Ia melihat manik mata indah dibalik topeng itu.
" Sebaiknya kau menjadi partner ku saja aku akan memberikan semua cinta ku kepada mu,darling!" bujuk Takashi sambil tersenyum manis kepada Queen.
Queen tergelak tawa mendengarkan tawaran Takashi." Maaf tuan Giant? tapi aku tidak menyukai mu," sarkas Queen dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
" Giant? Giant yang gendut? aku tidak gendut," tolak Takashi terlihat kesal.
Queen berontak,ia berhasil terlepas namun dengan cepat Takashi mendekap Queen dari belakang. " Kau tidak akan bisa keluar dari sini sayang,sebelum kau menerim cinta ku," ucap Takashi tidak tahu malu.
" Michyeosseo ( kau gila )," sarkas Queen.
" Sudah ku duga kau keturunan orang Korea,apa marga mu Kim,Yoon atau Kang?" tanya Takashi tepat di belakang telinga Queen.
Queen diam- diam mengambil jarum bius yang berasal dari gelang tangan nya tadi. Queen bergegas menusukkan jarum itu pada lengan Takashi sehingga ia melepaskan pelukannya pada Queen.
Kepala Takashi merasa pusing ketika jarum itu bereaksi, pandangan nya memudar. Queen melambaikan tangan sambil dengan senyum mengejek. Ia pun keluar dari jendela kamar Takagi. Queen memakai jam tangan spider untuk turun ke bawah. Ia berhasil keluar tanpa diketahui oleh petugas keamanan mereka.
Queen merasa terkejut ketika tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Ternyata setelah mengantarkan tuan Takagi ke markas uncle Roy. Uncle Erick kembali menyusul Queen,ia keluar dari mobil lalu memeluk Queen.
Terlihat jelas uncle Erick begitu mencemaskan Queen. Untung nya saat ini jarak mereka sudah jauh dari kediaman tuan Takagi sehingga tidak ada yang melihat mereka saat ini.
Queen merasa uncle Erick seperti itu karena menganggapnya seperti keponakan sendiri. Ia tidak tahu apabila ia diam- diam menyukai Queen.
" Tidak bisakah aku saja yang melakukan misi? lain kali kau tidak perlu ikut Queen," protes uncle Erick marah.
" Uncle,kau lihat kan aku selamat. Kau seperti meragukan kemampuan ku," kini Queen yang balik marah kepada uncle Erick.
" Kau tidak tahu aku begitu mencemaskan mu?" sarkas uncle Erick membuat Queen terdiam seribu bahasa,ia auto menutup mulutnya rapat- rapat ketika melihat uncle tampan nya marah.
Uncle Erick menurunkan Queen di depan kediaman Sebastian. Queen memasuki kamar Arcell melewati lorong rahasia di sebelah kotak surat dekat gerbang utama.
" Sudah kukatakan uncle Erick menyukai Noona ku uncle,
__ADS_1
Queen harus bergegas masuk ke dalam kamar Arcell. Tak lama kemudian Queen sudah sampai di ruang rahasia Arcell. Ia melihat bocah kecil itu masih mengubungi uncle Roy.
Queen melepaskan perlengkapan nya lalu mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi Arcell. Arcell pun keluar dari ruang rahasia setelah selesai menerima panggilan dari uncle Roy.
Tak lama kemudian Queen keluar dari kamar mandi Arcell. Ia berjalan menghampiri Arcell yang saat ini sedang bersidekap dada dengan bibir yang mengerucut, terlihat nampak menggemaskan.
" Kau membuatku cemas Noona," ucap Arcell dengan wajah masam. Bocah kecil itu pun mengkhawatirkan Queen,ia takut terjadi sesuatu kepada Queen tadi saat ia hampir tertangkap oleh Takashi.
" Sudah,yang penting sekarang aku sudah berada di sini," jawab Queen lalu menaiki tempat tidur Arcell.
" Ayo Arcell kau harus naik keatas tempat tidur waktu sudah terlalu malam," sambung Queen lagi sambil menepuk tempat tidur seolah mengajak Arcell cepat naik ke atas tempat tidur.
" Baik Noona," jawab Arcell lalu ia naik ke atas tempat tidur. Seperti biasa Queen akan membacakan dongeng sebelum tidur untuk Arcell.
Ia menceritakan dongeng sambil mengusap lembut puncak kepala Arcell,Queen saat ini terlihat seperti ibu kandung Arcell. Ia kembali teringat apabila setiap malam mama Gigi selalu melakukan hal seperti ini kepada nya sewaktu kecil. Oleh karena itu ia yakin,Arcell pun pasti akan cepat terlelap apabila di usap pelan puncak kepala nya.
Tak perlu butuh waktu lama Arcell pun terlelap dalam pelukan Queen. Biasanya Queen akan kembali ke kamar nya setelah Arcell tertidur.
Namun karena terlalu lelah Queen tertidur di samping Arcell. Arcell merasa nyaman tidur dalam dekapan Queen,ia merasa seperti memiliki seorang ibu. Ia dapat merasakan kasih sayang Queen kepada nya begitu tulus, walaupun ia tahu niat awal wanita ini hanya untuk Daddy nya namun ia terlihat begitu menyayangi Arcell.
Galaxy yang baru saja dari dapur ia menyempatkan diri melihat putranya. Ia terkejut ketika melihat Arcell tertidur dengan seorang gadis cantik. Oh astaga Queen lupa memakai kacamata tebal nya ketika berada di dalam kamar Arcell.
Untungnya karena lama tidak bertemu Galaxy tidak mengenali siapa gadis itu. Ia menutup kembali pintu kamar Arcell secara perlahan. Ia berjalan menuju kamar nya sambil memikirkan siapa gadis yang bersama Arcell? apakah itu Yura? tapi mana mungkin ondel-ondel itu menjadi cantik.
........
Jangan lupa like komen dan vote bestie π Calangheyo
__ADS_1