
Arcell menuruni anak tangga menuju lantai bawah, pandangannya kini tertuju pada seorang wanita yang tersenyum terpaksa kepadanya. Siapa lagi kalau bukan Cornelia aunty Corazon,wanita itu tersenyum manis kepada Arcell padahal dalam hatinya ia selalu mengumpat.
" Selamat pagi Arcell," sapa Cornelia kepada Arcell.
" Ada apa pagi-pagi datang kemari aunty? apa kau mau menumpang sarapan?" tanya Arcell begitu menohok. Cornelia berusaha tetap tersenyum meskipun ia ingin sekali menggetok kepala anak ini.
" Aku ingin bertemu dengan Daddy mu," jawab Cornelia santai.
Untung saja tadi Arcell mengingatkan daddy nya kalau tidak wanita ini akan melihat daddy nya hanya memakai celana pendek. Wanita ini sungguh tidak tahu malu, sudah berkali- kali di tolak tetap saja bersikeras mendekati Daddy nya.
Tak lama kemudian Galaxy menuruni anak tangga untuk bergabung bersama putra nya. Ia melihat Cornelia sudah berada di sana.
" Ada apa pagi- pagi ke sini?" tanya Galaxy ketika ia duduk di dekat putra nya.
" Aku hanya mengkhawatirkan mu,semalam kau pergi begitu saja. Bahkan mobilmu kau biarkan terparkir di sana," jawab Cornelia sok perhatian membuat Arcell auto mencebik melihatnya.
" Cih! aunty corazon dramamu sungguh memuakkan," gumam Arcell menggerutu dalam hati.
" Aku baik- baik saja,semalam aku mengkhawatirkan Arcell oleh karena itu aku pulang terlebih dahulu menaiki taksi. Mobil di tempat parkir sangat penuh sehingga aku sulit mengeluarkan mobilku dari sana," balas Galaxy beralasan.
Galaxy tidak mungkin menceritakan pengalaman heroiknya semalam kepada wanita ini.
" Semalam aku tidak berhasil bertemu dengan tuan Takashi,mendadak ia dan tuan Mike menghilang begitu saja," ucap Cornelia.
" Tentu saja dia menghilang,dia semalam menculik Queen," pikir Galaxy terlihat kesal ketika mengingat bagaimana pria itu membawa pergi wanita yang ia cintai.
" Apa kau tahu perusahaan tuan Takashi?" tanya Galaxy selidik.
" Tentu saja,apa kau mau ku antar ke sana?" tanya Cornelia mencoba mencari kesempatan untuk mendekati Galaxy.
" Tidak perlu,aku minta alamatnya saja. Ada yang perlu aku katakan kepadanya empat mata," tegas Galaxy lalu menyesap kopi yang baru saja di sajikan oleh Bi Inah.
Cornelia mendengus kesal mendengar ucapan Galaxy,ia mengambil secarik kertas lalu menuliskan alamat perusahaan Tuan Takashi.
__ADS_1
Sementara Arcell terkekeh melihat ekspresi Cornelia yang selalu di tolak oleh Daddynya. Cornelia mendelik menatap Arcell dengan tatapan tajam,anak kecil ini terlihat bahagia sekali apabila daddy nya bersikap seperti itu kepada nya.
Cornelia memilih bangkit dari duduknya," Kalau begitu aku pamit ke kantor duluan Gal," pamit Cornelia lalu pergi keluar dari mansion setelah mendapatkan izin dari Galaxy.
Ia menatap kebelakang,susah sekali mendapatkan cinta duda tampan dan kaya raya seperti Galaxy William.
Namun mengapa ia begitu perhatian kepada wanita berkacamata itu daripada dengannya yang cantik dan mempesona?
" Aku akan mencari cara agar bisa mendapatkan mu Galaxy William," cetus Cornelia lalu masuk ke dalam mobil.
Ia melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan mansion Sebastian.
" Arcell,sepulang sekolah kamu diam dahulu di rumah Oma Jessica ya? Daddy ada urusan,daddy harus menemui pria itu setelah rapat dewan direksi pagi ini," ucap Galaxy sambil mengusap lembut puncak kepala putranya.
" Jadi aunty Kimmy yang akan menjemput ku?" tanya Arcell dengan wajah imutnya.
" Iya,kau bermainlah dengan Starla dan Juan di sana," jawab Galaxy lalu menghabiskan sandwich tuna favoritnya.
" Apa daddy tidak ingin membawaku menemui nya? Mereka mencari ku dad?" tanya Arcell sambil menikmati sarapannya.
" No! meski daddy sudah mengetahui kemampuanmu,daddy tidak mau membahayakan orang-orang yang daddy cintai," jawab Galaxy sedikit marah.
" Baiklah dad! Apabila kau membutuhkan bantuanku katakan lah. Remember,i'm Lucifer kalau mau aku dapat mematahkan kaki dan tangan pria itu tanpa menyentuhnya," cerocos bocah kecil itu panjang lebar.
" Ya," jawab Galaxy singkat ia tidak mau membahayakan siapapun lagi. Biarlah ia mengatasinya sendiri.
Setelah selesai sarapan mereka pergi meninggalkan mansion menuju sekolah Arcell. Arcell melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam kelas.
Di sisi lain saat ini Princess sedang mengkhawatirkan Queen yang tidak muncul sejak semalaman. Wanita itu seperti hilang di telan bumi,ia mencoba menghubungi Uncle Erick namun tidak ada jawaban.
Princess memilih untuk pergi menemui pria itu ke apartemennya. Setelah lama berkendara Princess telah sampai di apartemen uncle Erick.
Ia menekan tombol bel dekat pintu,tak lama kemudian Erick membukakan pintu untuknya. Princess membelalakkan kedua matanya ketika melihat Erick. Bukan karena wajah bantal Erick,namun karena Erick saat ini hanya mengenakan celana panjang saja.
__ADS_1
Princess melihat dada bidang dan perut kotak-kotak uncle Erick yang begitu menggoda.
Oh astaga kenapa gue baru menyadarinya kalau uncle sangat menawan. Ya ampun boleh di pegang nggak ya?
Otak Princess auto traveling melihat pemandangan seperti ini. Princess mendadak lupa niat awal dia datang menghampiri uncle Erick untuk apa.
" Ada apa?" tanya uncle Erick dingin. Ia seperti itu kepada semua orang,Erick selalu bersikap dingin kepada semua orang,hanya kepada Queen saja ia lembut dan tersenyum.
" Uncle tidak mempersilahkan aku masuk?" tanya Princess dengan nada manja nya.
Erick mau tidak mau mempersilahkan Princess masuk ke dalam apartemen nya. Princess masuk ke dalam apartemen lalu duduk di sofa ruang tengah, sementara Erick mengambilkan Princess minuman dingin.
" Aku mau bertanya di mana Queen? semalaman ia tidak ada kabar. Aku mencemaskan nya uncle," ucap Princess terlihat sangat khawatir.
Erick terdiam sejenak lalu duduk di depan Princess, " Begini,Queen tertangkap oleh tuan Takashi dan kini seperti nya ia tidak ingat apapun," jawab Erick terlihat ragu menjelaskan nya.
" Bagaimana bisa?" tanya Princess penasaran. Ia tahu benar meskipun sahabatnya sangat ceroboh tapi ia tidak pernah tertangkap oleh musuh.
Uncle Erick menjelaskan kejadian semalam di mana Queen terkena tembakan yang dapat membius nya. Dan Takashi membawanya pergi lalu mencuci otaknya.
Princess menutup mulutnya dengan kedua tangannya,ingin sekali ia menolong sahabatnya. Namun ia tidak seperti Queen yang pandai dalam segala hal. Princess adalah Miss perfeksionis yang tidak mau melakukan hal seperti itu.
" Kami akan berusaha untuk menolong Queen,namun bantu kami untuk tidak memberitahu kan orang tuanya tentang hal ini," pinta Uncle Erick.
Princess menatap bibir manis yang sejak tadi terus mengoceh,bibir itu membuatnya tergoda.
Oh astaga Alvaro maafkan aku oleng oleh pesona uncle Erick.
........
Kalian setuju Princess dengan Alvaro atau uncle Erick gaes🤗🤣
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1