Gala Asmara Hot Daddy

Gala Asmara Hot Daddy
Papa Ngidam


__ADS_3

Roy mendengus kesal, baru saja ia dikerjai oleh Queen untuk membuat ketoprak. Kini Erick memintanya membelikan baso, yang menurutku baso sangat aneh.


" Bakso nya yang berbentuk kerucut, ada isi baso dan cabai didalamnya. Nama nya bakso gunung Merapi jangan lupa jangan pakai kecap sama seledri," ucap Erick mendetail.


" Kau kenapa ribet sekali seperti wanita," sewot Roy tidak terima di perintah oleh anak buahnya.


" Entahlah bos aku sangat sekali menginginkannya," jawab Erick.


" Kau seperti wanita yang sedang ngidam Erick Richard," ejek Roy dengan senyum tidak enak.


" Ah bos kau ada-ada saja," kilah Erick menepis prasangka Roy.


" Yasudah, kau tunggu di sini," ucap Roy dengan nada tidak suka.


" Bos?" panggil Erick ragu.


" Apa lagi? apa kau sekarang manja tidak ingin ditinggalkan oleh ku?" sewot Roy mendengus kesal.


" Jangan lupa, setelah kau membelinya keliling tempat itu 7 kali ya," sahut Erick sedikit ragu.


" Apa? kau memerintahkan ku beli bakso atau tawaf Erick Richard?" Roy semakin kesal dengan permintaan aneh Erick.


Erick hanya tersenyum tanpa dosa kepada bos nya itu. Roy keluar dari apartemen Erick dengan wajah yang di tekuk, ia merasa ada yang tidak beres dengan anak buahnya itu.


Dan entah mengapa Roy menuruti permintaan Erick, satu jam lamanya ia berhasil mendapatkan apa yang diinginkan oleh Erick. Ia pun mengikuti apa yang diinginkan oleh pria itu. Sumpah demi apa Roy merasa malu karena semua orang melihat kearahnya dengan tatapan aneh, saat ia mengelilingi kedai bakso tersebut.


Beberapa menit kemudian Roy sudah sampai di apartemen Erick, ia pun masuk ke apartemen Erick dengan wajah yang tidak bersahabat. Erick sangat antusias ketika melihat bos nya membawa kotak besar yang sudah dapat dipastikan apa isi di dalamnya.


" Terimakasih bos," ucap Erick.

__ADS_1


Erick dengan cepat membuka kotak tersebut, kotak tersebut berisi bakso gunung berukuran sedang dengan kuah bakso yang di sajikan terpisah. Erick memindahkan bakso tersebut kedalam piring dan kuahnya ia taruh kedalam mangkuk.


Erick dengan lahapnya memakan bakso dan sambal yang banyak membuat Roy bergidik ngeri melihat nya. Ia sangat yakin saat ini Erick terkena syndrom wanita hamil yaitu ngidam. Melihat dari cara ia makan yang tidak seperti biasanya membuat Roy yakin akan hal itu.


" Bos, kenapa bakso gunung nya bukan yang jumbo?" celetuk Erick membuat Roy auto memukul Erick dengan sendok yang berada di dekatnya.


" Apa kau ingin mati Erick Richard?" tanya Roy dengan tatapan horor membuat Erick hanya tersenyum tipis.


" Sepertinya istri mu hamil Erick," duga Roy membuat Erick tersedak.


Uhukk!! uhukk !!


" Bos tau darimana?" tanya Erick setelah ia meminum air putih yang diberikan oleh Roy.


" Gejala mu seperti suami yang kena kehamilan simpatik," jawab Roy sangat yakin.


Erick berfikir sejenak, ia sudah lama melakukannya dengan Princess ia yakin bibit premiumnya sudah sukses menjadi bayi. Benar apa yang di duga oleh Roy sepertinya Princess sedang hamil.


" Mau kemana kau?" tanya Roy.


" Menyelamatkan rumah tanggaku bos, apabila ada bayi antara kita ia tidak akan jadi menceraikan ku," jawabannya dengan yakin lalu pergi begitu saja.


Erick bergegas menuju tempat parkir lalu masuk kedalam mobil, ia melajukan mobilnya meninggalkan apartemennya menuju apartemen Princess.


Princess baru saja merapikan pakaiannya kedalam lemari miliknya. Ia menghela nafas panjang, setelah sekian lama akhirnya ia melepaskan cinta nya. Ia menyerah mengejar cinta seorang Erick Richard.


Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi, Princess melihat siapa yang berada di depan pintu. Ia memutar kedua bola matanya jengah, ia sangat malas bertemu dengan Erick saat ini. Ketika ia membuka pintu tiba-tiba saja Erick menariknya untuk keluar dari apartemen.


Ia membawa Princess masuk kedalam mobilnya, Princess merasa aneh dengan sikap Erick.

__ADS_1


" Kau mau membawaku kemana? aku tidak akan kembali tinggal denganmu," sarkas Princess dengan tatapan sinis.


Namun Erick tidak menjawab, ia akan membawa Princess ke dokter kandungan. Beberapa menit berlalu kini mereka sudah berada di dokter kandungan.


" Untuk apa kau membawaku kemari?" tanya Princess kesal.


Princess diperintahkan untuk berbaring di atas brangkar yang tersedia di sana. Dokter itu mulai memeriksa Princess, saat ini tatapan merek tertuju kepada layar monitor di depan mereka.


" Selamat tuan, nyonya kalian akan menjadi ibu dan ayah," ucap Dokter tersebut membuat Erick tersenyum bahagia.


Princess sebenarnya merasa bahagia dengan berita ini, namun ia dan Erick akan bercerai. Bagaimana nasib anak mereka apabila kedua orang tuanya berpisah.


Setelah mendapatkan vitamin mereka pulang bersama, sejak tadi keduanya hanya terdiam. Erick menatap wajah istrinya yang sejak tadi melihat kearah jendela luar.


" Princes sebaiknya kita bicara," ajak Erick dengan nada lembut.


" Tidak ada yang perlu dibicarakan, kita akan berpisah dan anak ini adalah anakku," ucap Princess dengan tegas.


Erick menghentikan laju kendaraannya di tepi jalan, ia menatap istrinya yang tidak ingin melihat wajahnya sama sekali.


" Princess anak ini anakku juga, dia anak kita. Sebaiknya kau urungkan niat mu untuk bercerai denganku Princess Richard," ucap Erick sedikit kesal.


" Hello tuan Richard yang terhormat, nama ku Princess William bukan Princess Richard," sarkas Princess emosi.


" Kau masih istriku Princess," ucap Erick dengan kesal.


" Kau lupa aku yang bergoyang sendiri tentu saja ini hanya anakku."


............

__ADS_1


Aku mau ketawa takut dosa🤣


jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗


__ADS_2