
Princess terkejut ketika banyak mobil yang menghentikan kendaraannya melaju. Terlebih ketika para pria yang turun dari mobil itu memaksa Princess untuk ikut dengan mereka.
" Siapa kalian?" gertak Princess tidak takut sama sekali.
Meskipun ia tidak pandai berkelahi seperti Queen, ia tidak boleh terlihat lemah. Dengan gaya elegannya ia menantang para pria itu.
" Maaf nona harus ikut dengan kami," ajak salah satu pria itu.
" Tidak mau!" tolak Princess sambil bersidekap dada.
Tiba-tiba saja seseorang pria turun dari mobil menghampiri Princess, Princess terkejut ketika melihat daddy nya kini berada di depannya.
" Daddy?" sapa Princess tersenyum kikuk.
" Ikut daddy," ajak Dad Zayn lalu kembali masuk kedalam mobil diikuti oleh Princess dibelakangnya.
Princess mendengus kesal, Daddy nya pasti tahu permasalahan Princess dan suaminya. Princess duduk di samping dad Zayn yang saat ini terlihat tidak ramah. Ia yakin setelah ini Daddy Zayn akan memarahinya karena terus memaksa ingin menikah dengan Erick. Hingga akhirnya pernikahan mereka berakhir seperti ini.
Sepanjang perjalanan menuju mansion, Daddy Zayn tidak berbicara sama sekali. Membuat suasana didalam mobil terlihat sangat horor. Ingin rasanya Princess melarikan diri saat ini juga, sebelum sang Daddy mengeluarkan kata-kata menyebalkan nya.
Beberapa menit berlalu mereka telah sampai di mansion utama keluarga William. Di dalam sana mommy Vallerie sudah berkumpul dengan Uncle Gerry dan istrinya. Opa Jonas dan Oma Jessica juga berada di sana bersama dengan Opa Leon dan Oma Jasmine. Princess dan Daddy Zayn berjalan memasuki mansion.
" Duduk!" titah Daddy Zayn dengan wajah dingin.
Princess duduk di samping mom Vallerie yang kini menggenggam tangannya, seolah sedang mentransfer kekuatan kepada putrinya.
Oh astaga Princess rasanya tidak sanggup berada di dekat sang Daddy apalagi melihat wajah tak bersahabat sang Daddy. Daddy Zayn menghela nafas panjang, lalu menatap putri kesayangannya.
" Tidak perlu berbasa-basi, kau pilih ikut kami ke London atau ceraikan Erick Richard," ucap Daddy Zayn terdengar sebuah negosiasi yang membuat Princess merasa bingung. Jujur ia masih marah kepada Erick, namun untuk benar-benar berpisah rasanya ia enggan.
Princess tersenyum kikuk sambil menatap Daddy Zayn berharap ia tidak marah lagi kepadanya.
__ADS_1
" Ada pilihan ketiga enggak dad?" tanya Princess dengan senyum menyebalkannya.
" Kau sedang bernegosiasi denganku Princess?" gertak Daddy Zayn kesal.
" Aku sedang hamil dad, aku tidak mau anakku nanti lahir tanpa ayah," jawab Princess memohon.
" Kau hamil nak? mommy mau punya cucu?" tanya mom Vallerie antusias.
Daddy Zayn berdehem agar mom Vallerie tidak ikut bicara dalam pembicaraan antara anak dan Daddy.
Sementara itu nyonya Liliana Richard saat ini sedang merasa frustasi, setelah mengetahui apabila Princess telah dibawa kembali oleh keluarga William.
" Kau lihat Erick, menantu dan cucuku sudah di bawa oleh keluarganya. Bagaimana kita akan membawanya kembali?" ucap mom Liliana lalu memijat pelipisnya yang sedikit pusing.
" Aku tahu aku salah mom, tapi bantu aku membawa Princess kembali kepadaku," pinta Erick sangat putus asa.
Hanya keluarganya yang dapat membantu nya saat ini, apalagi saat ini Princess sudah berada di dalam Wilayah keluarga William.
" Mom, aku pusing mual banget ini," rengek Erick manja.
Sumpah demi apa, mom Liliana baru pertama kali melihat putranya Erick Richard seperti ini. Erick tidak pernah bersikap manja atau cengeng seperti ini.
" Diamlah! akan ku beritahu Roy bagaimana sikapmu saat ini," ancam mom Liliana kepada putranya.
" Mom, ini kan bawaan anakku yang membuatku seperti ini," jawab Erick sambil mengerucutkan bibirnya.
Oh astaga mom Liliana merasa putranya ini seperti kemasukan jiwa yang lain saat ini. Saat ini ia seperti bukan dirinya.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di mansion utama keluarga William. Erick dan mom Liliana keluar dari mobil lalu berjalan masuk kedalam mansion.
" Daddy menginginkan kalian bercerai dan kau ikut ke London bersama kami," ucap Daddy Zayn dengan tegas.
__ADS_1
Mom Liliana dan Erick yang baru saja masuk kedalam, merasa terkejut ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Zayn.
" Maaf permisi, saya tidak setuju," ucap Mom Liliana dengan senyum elegan.
" Kau siapa?" tanya Zayn tidak ramah.
" Saya ibu dari menantu anda Erick Richard, saya Liliana Richard," jawab mom Liliana dengan sopan.
Meskipun ia tahu Zayn lebih muda darinya ia tetap berusaha bersikap ramah kepada besannya.
" Silahkan duduk nyonya," ucap mom Vallerie mempersilahkan mom Liliana untuk duduk.
Princess terkejut ketika melihat wanita paruh baya yang tadi ia temui ternyata adalah mertuanya. Ia tersenyum kikuk ketika wanita itu duduk di sampingnya. Sementara Erick hanya berdiri di samping ibunya, karena tidak ada yang mempersilahkan untuk duduk.
Mom Liliana memberi kode kepada putranya untuk meminta maaf kepada Princess dan juga keluarganya. Erick dengan cepat menghampiri istrinya, wanita yang sangat ia rindukan beberapa hari ini.
" Maafkan aku, kau boleh menghukum ku apa saja. Asal jangan pergi dariku aku tak sanggup," ucap Erick sambil menundukkan kepalanya.
Ia benar-benar merasa bersalah kepada istrinya, karena rasa cemburunya membuat ia salah dalam berucap. Princess merasa tersentuh ketika mendengar ucapan tulus suaminya, pertama kali ia melihat suaminya menangis seperti itu.
" Enak saja! kau meminta maaf, maaf saja gampang. Namun luka yang kau torehkan apa masih bisa diobati?" sewot Daddy Zayn kesal.
" Maafkan aku dad," balas Erick sambil menundukkan kepalanya.
" Hey! kau bukan putra ku, untuk apa kau memanggilku Daddy," tolak Daddy Zayn.
Tiba-tiba saja pandangan Erick memudar bersamaan dengan tubuhnya yang ambruk ke atas lantai.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1