Gala Asmara Hot Daddy

Gala Asmara Hot Daddy
Dia adalah Lucifer


__ADS_3

Takashi merasa marah melihat Galaxy dan Queen yang berciuman di tengah pertempuran mereka. Ingin rasanya ia menembak pria itu saat ini juga,Ben melihat wajah bodoh Takashi yang sedang cemburu.


" Sudah ku bilang jangan kau gunakan perasaanmu dalam pertempuran ini bodoh," bentak Ben memarahi Takashi.


" Kalau aku tidak bisa memiliki nya begitu pun pria lain," ucap Takashi dengan sorot mata ingin membunuh.


Takashi membidik senjatanya untuk menembak Galaxy yang berani mencium wanita yang ia cintai. Ya,ia bukan terobsesi kepada Queen namun ia memang mencintainya.


DORRR!!


Namun tiba-tiba saja seseorang menembak lengan Takashi sehingga tembakan Takashi meleset. Takashi melihat seseorang yang baru saja datang.


Mereka tercengang ketika melihat siapa orang yang membidikkan senjata kepada Takashi. Seorang bocah kecil yang memakai topeng di wajahnya.


Queen terkejut ketika melihat Arcell menampakkan diri nya pada semua orang. Sama halnya dengan Queen,Galaxy pun ikut terkejut melihat Arcell memasuki arena pertempuran mereka.


Galaxy menatap Roy seolah ingin memarahi Roy yang mengizinkan Arcell menunjukkan diri nya.


" Kau yang mengizinkannya Roy?" tanya Galaxy dengan sorot mata tajam.


" Lucifer datang atas kemauannya sendiri," jawab Roy sambil memukul anak buah Takashi yang melawannya.


Roy sudah mengatakan jangan keluar apabila mereka masih dapat mengatasi nya. Namun Arcell memperhatikan Takashi yang ingin membunuh daddy nya karena cemburu.


" Dia benar-benar anak kecil,apa benar ia Lucifer yang kita cari?" tanya Takashi masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Akhirnya kau keluar juga dari tempat persembunyianmu Lucifer," sambut Ben dengan senyum menyeringai.


" Kita lihat seperti apa kemampuan Lucifer melawan musuh," sambung Ben sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk menyerang bocah kecil itu. Ia penasaran dengan kemampuan Lucifer yang tak terkalahkan.


Awalnya mereka ragu untuk menyerang Lucifer karena melihat postur tubuh Lucifer. Namun mereka melihat ketangkasan Lucifer melawan mereka bahkan menumbangkan mereka satu persatu.


Lucifer sangat cekatan menghindari banyaknya tembakan yang di tuju untuk nya.

__ADS_1


DORRR!!! DORRR!!


Kini mereka mulai mengeroyok Lucifer, sementara Queen dan yang lainnya melawan Daichi,Ben dan juga Takashi.


Queen memelintir lengan Ben sementara Galaxy menghajar Takashi yang berani membuat Queen hilang ingatan.


Arcell kini memainkan senjata ninja berbentuk bintang seperti milik uncle Erick. Satu persatu lawan tumbang terkena senjata itu. Ia baru saja melihat cara Erick menggunakan senjata itu di layar tadi ketika ia mengawasi mereka,namun dengan cepat ia dapat menggunakannya mengenai sasaran.


Arcell dengan cekatan melumpuhkan mereka satu persatu,sumpah demi apa Galaxy merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Putranya dengan cepat melumpuhkan pria- pria yang bertubuh lebih besar darinya dengan tangan mungilnya.


Arcell melompat lalu menendang mereka satu persatu,ia mengganti senjatanya dengan peluru yang dapat melumpuhkan organ tubuh mereka. Mereka yang terkena tembakan Arcell tidak dapat bangkit kembali.


Ben melihat ketangkasan Arcell melawan musuh,pantas saja banyak musuh yang menginginkannya. Meskipun ia seorang anak kecil namun ia benar-benar tidak terkalahkan.


Sama halnya dengan Arcell Queen pun dengan cekatan dapat membuat Ben kalah telak. Awalnya ia meremehkan wanita ini,benar apa yang di katakan oleh banyak orang bahwa The Quinss sulit di kalahkan.


Kemenangan kini berada di pihak mereka,Takashi pun berhasil di kalahkan oleh Galaxy.


" Ayo kita pergi dari sini,mereka sudah tidak dapat berkutik lagi," ajak Roy. Galaxy,Queen dan Arcell berjalan beriringan diikuti yang lain menuju kendaraan mereka.


Ben yang melihat kemampuan Lucifer kini tahu mengapa semua orang menginginkan anak itu. Ia sebenarnya bisa menjadi monster yang tak terkalahkan apabila bersama nya.


Takashi mengusap darah yang mengalir dari hidungnya,bukan rasa sakit di tubuhnya yang ia rasakan. Namun rasa sakit ketika melihat gadis yang ia cintai bersama pria lain.


Mereka semua kini dalam perjalanan pulang, sepanjang perjalanan Galaxy terus memeluk Queen. Sementara Queen terus menatap tajam Arcell.


" Kau? kau sudah membuatku jantungan. Kau tahu betapa sulitnya aku menyembunyikan mu selama ini? dan kau muncul begitu saja," cerocos Queen marah seperti ibu yang memarahi putra nya.


" Pria itu hendak menembak Daddy Noona, sementara kalian semua sedang sibuk melawan mereka," jawab Arcell membela diri.


Erick yang saat ini sedang menyetir merasa cemburu melihat kemesraan Galaxy dan juga Queen. Roy melihat pandangan Erick yang terus melirik ke arah kursi belakang.


Kaivan dan Manuel berada di mobil lain, sementara Galaxy dan Queen ikut bersama Roy dan juga Erick. Mereka merasa senang karena saat ini ingatan Queen sudah kembali.

__ADS_1


" Roy,mereka kini sudah mengetahui Lucifer adalah putra ku. Aku khawatir mereka akan semakin mengincar Arcell," ucap Galaxy kepada Roy yang duduk di kursi depan.


" Arcell dapat mengatasi semua nya kau tenang saja Gal," jawab Roy mencoba menenangkan Galaxy.


Nyatanya ia pun khawatir,setelah melihat Arcell ia yakin mereka akan memperkuat koalisi mereka untuk melawan dan mengambil Lucifer dari mereka. Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen Galaxy,Roy dan yang lainnya pamit setelah mengantarkan mereka.


Queen,Arcell dan Galaxy memasuki apartemen,Queen kembali mengingat dimana ia hilang ingatan dan ingin menembak para Genk bemo Galaxy. Ia terkekeh ketika mengingat hal itu,Arcell sejak tadi terus menempel pada Queen.


Galaxy merasa cemburu karena putranya lebih penting di bandingkan dirinya bagi Queen. Setelah selesai membersihkan diri mereka makan bersama, Galaxy memesan makanan saat mereka sampai tadi.


" Uncle, apakah aku bermimpi?" tanya Queen masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


" Diam lah ada Arcell,tidak mungkin aku menciummu di depan putra ku," bisik Galaxy membuat Queen merasa bahagia.


Arcell berdecak melihat daddy dan Queen sejak tadi terus berbisik di depannya. " Aku selesai,aku mau tidur saja," ucap Arcell kesal karena merasa di abaikan oleh mereka.


" Selamat malam sayang," ucap mereka bersamaan.


Tuh kan! mereka seolah berharap Arcell cepat- cepat masuk ke dalam kamarnya. Arcell melirik mereka lalu berjalan masuk kedalam kamar nya.


" Jangan panggil uncle lagi dong sayang," rengek Galaxy sambil menangkup wajah Queen.


" Aku panggil apa dong?" tanya Queen tersipu malu.


" Panggil sayang aja," jawab Galaxy lalu mendekat kan wajahnya dengan wajah Queen. Jarak keduanya kini semakin dekat,jantung mereka berdetak kencang seolah seirama.


Ketika Galaxy akan mencium Queen tiba-tiba saja Arcell membuka pintu membuat mereka terperanjat.


" Noona,aku ingin tidur dengan mu," rengek Arcell membuat Galaxy merenggut.


...............


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗

__ADS_1


__ADS_2