
Mobil yang membawa Roy dan yang lainnya baru saja memasuki pekarangan mansion keluarga Walker. Galaxy tercengang ketika melihat mansion milik asisten kakaknya itu. Mansion nya terlihat seperti istana yang sangat megah. Mereka keluar dari mobil mengikuti langkah kaki Roy.
Ketika pintu terbuka ada banyak pelayan berbaris menyambut kedatangan Roy Walker dan teman-temannya. Roy, Arcell dan Galaxy berjalan masuk kedalam mansion. Di dalam sudah berkumpul seluruh keluarga Walker yang tidak Galaxy dan Arcell kenal.
" Akhirnya kau datang juga nak," ucap nyonya Monic Walker lalu memeluk putranya.
Nyonya Walker melepaskan pelukannya, ia lalu menoleh kearah dua pria tampan berbeda generasi. Arcell dan Galaxy tersenyum lalu membungkukkan tubuhnya di depan mereka.
" Siapa mereka Roy? Apa anak kecil ini putramu?" tanya sang ibu selidik.
Arcell dan Galaxy terkekeh mendengarnya, sementara Roy mengelak semua pertanyaan ibunya.
" Bukan Mom, dia Arcell dan Galaxy William. Mereka temanku, mereka datang kemari untuk menghadiri acaraku," jawab Roy.
Tuan Walker pun mempersilahkan Galaxy dan Arcell untuk duduk bersama mereka. Tuan Alejandro Walker sangat tahu siapa Galaxy William. Pengusaha sukses yang memulai karirnya dari nol, tanpa bantuan keluarganya.
" Senang dapat berkenalan dengan anda tuan Galaxy, kami sering mendengar berita tentang anda," puji Tuan Walker.
" Anda terlalu berlebihan tuan, keberhasilanku atas dukungan putra jenius ku Arcell. Dia yang banyak membantuku selama ini," balas Galaxy merendah.
" Anak kecil ini?" tanya nyonya Walker seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Iya, dia adalah Lucifer si jenius yang sering aku ceritakan Mom," sahut Roy menimpali.
Semua orang yang berada di sana tercengang mendengarnya, mereka tidak menyangka anak sekecil ini akan menjadi orang hebat.
" Salam kenal semua, aku Arcell Putra Galaxy," Arcell memperkenalkan diri kepada semua orang.
" Lalu mengapa para Mouse ada di depan Mansion bersama anak buahmu Roy?" tanya tuan Walker selidik.
" Mereka semua anak buah Arcell Dad," jawab Roy membuat semua orang merasa semua ini tidak mungkin.
Bagaimana bisa anak sekecil itu dapat memimpin pria bertubuh besar seperti mereka. Oh astaga keanehan apalagi yang akan mereka dengar dari bocah ajaib ini.
__ADS_1
Galaxy terkekeh melihat ekspresi semua orang, dia saja ayahnya sangat terkejut ketika mengetahui keahlian Arcell. Apalagi orang lain pasti akan pingsan ketika melihat Arcell dapat menumbangkan banyak musuh.
Keluarga Walker menjamu teman-teman Roy dengan sangat ramah. Setelah itu mereka mengizinkan mereka untuk beristirahat, sebelum
penobatan di mulai. Acara akan dimulai pada malam hari ibu dari Tuan Walker datang menghadiri acara tersebut.
Galaxy dan Arcell pun beristirahat di dalam kamar yang telah disiapkan oleh mereka. Galaxy mencoba menghubungi Queen namun tidak ada jawaban dari sang istri.
" Apa Queen marah?" gumam Galaxy sambil menatap layar ponselnya.
" Mungkin Mommy sedang tertidur Dad," sahut Arcell terlihat santai.
" Mungkin juga ya," kata Galaxy lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Malam harinya mansion keluarga Walker sudah di penuhi oleh para tamu undangan. Anak buah Roy dan Arcell berbagi tugas untuk menjaga keamanan mansion.
" Selamat ya Roy," ucap salah satu tamu yang hadir.
" Terimakasih," jawab Roy singkat. Oh astaga pria itu benar-benar dingin dan tidak tersenyum sama sekali.
Seorang pelayan berjalan memasuki tempat acara sambil membawa mahkota yang akan di berikan kepada Roy. Mahkota turun temurun keluarga Walker untuk pemilik tahta tertinggi dalam keluarga mereka.
Roy terlihat sangat tampan malam ini, membuat para kaum hawa terpesona melihatnya. Beberapa menit kemudian seseorang yang paling tidak ditunggu kehadirannya baru saja memasuki mansion mereka.
Ia tersenyum licik ketika melewati Galaxy dan Arcell, ia sudah menduga Lucifer dan ayahnya pasti akan hadir dalam acara ini. Ben Walker tersenyum sinis berjalan menghampiri Roy bersama dengan temannya Takashi.
" Selamat mengambil alih tempatku sepupu," tukas Ben dengan senyum menyeringai.
" Sepertinya aku tidak mengundangmu untuk hadir Ben," sarkas Roy dengan tatapan tajam.
" Wow! tapi aku juga masih bagian dari keluarga ini. Hanya saja aku tidak di anggap ada semenjak kehilangan ayahku," ketus Ben.
" Pemilik tahta tertinggi seharusnya aku tapi karena kelicikan kalian mengambil semuanya," imbuhnya lagi.
__ADS_1
" Tidak ada yang merencanakan ini semua Ben, semuanya kehendak Yang Maha Kuasa," jawab nyonya Walker.
Ia merasa sedih setiap ia melihat Ben, ia teringat dengan mendiang ayah dan ibunya. Namun keputusan nenek mereka yang menginginkan Roy lah yang akan menjadi penerus mereka tidak dapat di ganggu gugat.
" Hey, cucu durhaka! Aku yang menolakmu karena kau serakah. Aku tidak ingin harta keluarga kami jatuh pada orang yang salah," sarkas nenek Lucy.
Ben hanya tersenyum sinis ketika berhadapan dengan nenek tua itu. Ia malas berdebat dengan orang tua satu itu, ia lebih memilih berjalan mencari minuman bersama dengan Takashi.
Tak lama kemudian acara pun di mulai, acara berlangsung dengan meriah. Setelah Tuan Walker memberikan sambutan, kini sampailah di acara puncak, dimana Tuan Walker memasangkan mahkota untuk Roy.
Arcell memperhatikan wanita yang sejak tadi berada di dekat mahkota tersebut. Ia melihat tangan wanita itu luka bakar di tangannya yang sengaja ia tutupi.
Tuan Walker tersenyum sambil menatap putranya, akhirnya Roy mau mengambil alih tugasnya. Ia sudah lelah, ia ingin beristirahat tidak lagi mengurusi perusahaan keluarga mereka.
Tiba-tiba saja seseorang menghentikan acara penobatan tersebut. Ben dan Takashi tersenyum penuh kemenangan membuat Arcell semakin curiga dengan mahkota itu.
" Hentikan tuan!" ucap Arcell dengan tegas.
Semua mata kini tertuju pada Arcell, bocah kecil itu dengan berani menghentikan acara penting ini.
" Maaf, tuan Galaxy. Putramu sangat tidak sopan menghentikan acara penobatan ini," ketus nyonya Walker.
" Putraku melakukan hal itu pasti ada yang tidak beres dengan mahkota tersebut tuan," sahut Galaxy seolah sepemikiran dengan putra nya.
" Kalian percaya pada ucapan anak kecil?" ejek Ben dengan senyum mengejek.
" Mahkota itu beracun," ucap Arcell lalu berjalan mendekati wanita yang berada di dekat mahkota tersebut.
Arcell membuka kain penutup di lengan wanita itu, mereka semua terkejut ketika melihat banyak luka bakar pada tangannya. Arcell melepaskan rambut palsu yang dikenakan oleh wanita itu.
Semua orang terkejut ketika melihat siapa orang di balik semua ini.
" Marsha?" sebut nyonya Walker seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
__ADS_1
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo