
Pagi harinya suasana mansion William nampak begitu mencekam, Daddy Zayn sejak tadi terus memarahi para penjaga mereka. Bahkan di lihat dalam CCTV penculik Princess tidak terlihat masuk lewat mana. Ini merupakan hal mustahil yang pertama kali ia lihat, namun ia sangat yakin orang yang membawa pergi Princess adalah Erick.
Hanya seorang Erick yang berani memasuki wilayah kekuasaan keluarga William. Daddy Zayn sejak tadi mondar-mandir bagaimana caranya melaporkan Erick Richard kepada pihak yang berwajib. Sementara tidak ada bukti yang memperlihatkan bahwa Erick adalah tersangkanya.
" Daddy yakin ini perbuatan Erick Richard, dia pria pengecut yang menculik putriku," sewot Dad Zayn mendengus kesal.
" Tapi Dad, bagaimana bisa kita melaporkan seorang suami yang menculik istrinya? Yang ada nanti kita ditertawakan oleh mereka semua," ucap Mom Vallerie.
Dad Zayn memijat pelipisnya yang semakin pusing karena tingkah laku menantunya itu. Entah mengapa Dad Zayn sangat tidak menyukai Erick Richard, entah karena umurnya dan Erick yang berbeda sedikit. Atau karena hal lain,Mom Vallerie pun tidak paham.
" Tapi dia sudah berani masuk tanpa izin, itu sudah melanggar hukum yang berlaku," sahut Dad Zayn masih sangat marah.
" Aku tanya sama Daddy, kenapa Daddy sangat membenci Erick Richard? Dia menantu kita Dad, ingat. Dia ayah dari bayi yang di kandung oleh Princess. Erick lebih berhak, kita tidak boleh melarang Erick untuk bersama istrinya," cerocos Mom Vallerie panjang lebar.
Dad Zayn terdiam sejenak mendengar semua ucapan istrinya, apa yang dikatakan oleh Mom Vallerie benar. Namun ia merasa marah ketika mengetahui putri tercintanya sakit hati karena pria itu.
" Aku hanya tidak ingin putriku sakit hati, aku hanya ingin yang terbaik baginya," ucap Dad Zayn sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Kau ingat apa yang kau lakukan kepadaku dahulu? Itu yang Erick rasakan ketika ia terpaksa menikahi Princess, sekarang Erick sudah menyesali perbuatannya. Berikan ia kesempatan untuk memperbaiki semuanya, kita tidak perlu ikut campur," jelas Mom Vallerie membuat Dad Zayn terdiam.
Uncle Kavin berjalan menghampiri Dad Zayn dan Mom Vallerie, ia lalu duduk di samping saudara sepupunya itu.
" Putrimu yang memaksa menikah dengan Erick Richard, kau tahu Erick tidak pernah berpacaran. Hidupnya selama ini hanya untuk Roy," ucap Uncle Kavin santai lalu menikmati minuman Dad Zayn.
" Jadi, dia itu terlalu bodoh untuk mengutarakan ekspresinya saat cemburu," imbuhnya lagi.
" Dan lo tahu bagaimana caranya pria itu masuk kedalam mansion tanpa terlihat oleh CCTV?" tanya Dad Zayn masih penasaran.
Entah mengapa ia sepertinya tertarik dengan ilmu menghilang yang di miliki oleh menantunya itu. Nyatanya bukan ilmu menghilang yang dikuasai oleh Erick Richard. Namun alat-alat canggih yang dibuat oleh Arcell yang membuat Erick tidak terlihat.
Di kediaman keluarga Richard saat ini Princess baru saja terbangun dari tidurnya. Ia merasa terkejut ketika ia terbangun dari tidurnya ia berada di dalam kamar yang berbeda dengan kamar miliknya.
Kamar dengan dominan berwarna abu-abu yang tertata rapi seperti kamar milik suaminya di apartemen mereka. Princess terkejut ketika ia menengok ke samping, ia melihat wajah tampan suaminya yang sedang tertidur.
Oh astaga, apakah ini mimpi? aku melihat wajah tampan suamiku.
__ADS_1
Princess mengira ia sedang bermimpi, oleh karena itu ia terus menatap wajah tampan suaminya. Jari jemarinya menelusuri lekuk wajah suaminya, ketika berhenti di bibir ingin rasanya ia mencium bibir itu.
Jujur Princess sangat merindukan ciuman dan sentuhan suaminya. Ia memberanikan diri mencium bibir suaminya, ia merasa aneh mengapa mimpinya terasa seperti nyata. Princess mencoba memperdalam ciumannya.
Tanpa Princess sadari Erick membalas ciumannya membuat ia tersadar apabila ia kini sedang tidak bermimpi. Namun bagaimana bisa ia yang sedang tertidur cantik di dalam kamar berada di dalam kamar suaminya.
" Aku merindukanmu sayang," ucap Erick ketika ia membuka kedua matanya.
Princess terdiam, entah ia harus menjawab apa. Ia memang merindukan suaminya namun ia masih merasa kesal dengan sikap Erick tempo hari.
" Maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulanginya. Aku akan terus berusaha membuatmu dan anak kita bahagia," pinta Erick memohon.
Princess merasa terharu mendengar ucapan Erick, terlebih ketika ia mengusap perutnya yang masih rata. Seolah bayi mereka mengerti, Princess merasa nyaman ketika Erick mengusap lembut perutnya.
Entah siapa yang memulai kedua bibir mereka kini saling bertautan. Erick dan Princess tidak menyadari apabila Mom Liliana tercengang melihat kedua insan yang sedang bertukar saliva.
" Oh my God mataku," ucap Mom Liliana kembali menutup pintu kamar putranya.
__ADS_1
......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗