Gala Asmara Hot Daddy

Gala Asmara Hot Daddy
Menculik Princess


__ADS_3

Roy merasa terkejut ketika mendengar Erick asistennya jatuh pingsan. Ia tidak menyangka pria sekuat Erick menjadi lemah seperti ini sekarang. Mom Liliana menghubungi Roy karena Daddy Zayn tetap bersikeras ingin Erick dan Princess berpisah.


Ia memerintahkan Erick dan Mom Liliana pergi setelah Erick bangun dari pingsannya. Mom Liliana merasa frustasi bagaimana ia mendapatkan kembali menantunya.


Princess menatap Erick dari pintu yang terbuka sedikit, ia merasa kasihan ketika melihat suaminya terbaring lemah seperti itu. Ingin rasanya ia memeluk Erick dan menciumnya. Namun Daddy-nya pasti akan marah apabila ia kembali kepada suaminya.


Princess menutup pintu secara perlahan, ia lalu pergi meninggalkan kamar tamu. Roy melihat Princess yang diam-diam masih peduli kepada suaminya. Ia pun ikut berfikir bagaimana caranya agar Zayn mau memaafkan Erick. Ia tahu seperti apa watak Zayn William yang sangat mirip seperti ayahnya Leon William. Mereka sangat sulit untuk memaafkan kesalahan orang lain.


Di dalam kamar Mom Vallerie terus menerus memprotes keputusan Dad Zayn, yang menginginkan perceraian antara Erick dan juga Princess.


" Aku enggak setuju Dad, putri kita sedang mengandung. Bagaimana nasib cucu kita apabila ia lahir tanpa ayahnya?" tanya Mom Vallerie di akhir perkataannya.


" Cucu kita memiliki kita, akan ku pastikan kebutuhannya akan terpenuhi meskipun ayahnya tidak membiayainya nanti," sewot Dad Zayn tetap bersikeras menolak permintaan maaf Erick.


" Tapi Dad, Erick sudah meminta maaf. Ia sudah menyesali perbuatannya," bela Mom Vallerie.


" Mungkin dia memang tidak menyakiti putri kita secara fisik, namun ia pasti melukai perasaan Princess," sahut Dad Zayn.


Mom Vallerie memilih untuk keluar dari kamar, ia malas bertengkar dengan suaminya. Sementara di dalam kamar Erick baru saja membuka matanya. Ia terbangun sambil memijat pelipisnya yang sedikit pusing.


" Bos, mengapa kau ada di sini?" tanya Erick terkejut ketika ia melihat bos nya berada di dalam kamar dengannya.


Ia tidak ingin terlihat lemah oleh bos nya, ia yakin bos nya pasti akan khawatir kepadanya.


" Pantas saja, permintaanmu tempo hari aneh. Ternyata kau sedang ngidam Erick Richard," ejek Roy sambil bersidekap dada.

__ADS_1


" Jangan diingat lagi bos," jawab Erick sambil melirik Mom Liliana.


" Sepertinya kau terkena kutukan dari istrimu Erick," sambung Roy lagi lalu terkekeh.


" Ya, dia pantas mendapatkannya," ketus Mom Liliana kesal.


" Maafkan aku mom, aku yang bersalah. Aku pula yang akan menyelesaikannya," balas Erick membuat Mom Liliana dan Roy menatapnya.


" Aku akan menculik istriku malam ini," ucap Erick dengan suara pelan namun terdengar oleh Mom Liliana dan Roy.


Manik mata Mom Liliana membulat mendengar rencana gila putranya. Ia tidak yakin putranya akan selamat atau tidak dengan misinya malam ini. Terlebih penjagaan mansion utama William sangatlah ketat.


Mereka pun pamitan kepada Mom Vallerie, Erick menatap Princess yang melihat kearahnya dari atas balkon. Princess memalingkan wajahnya ketika Erick melihatnya, sepertinya Princess masih belum memaafkan kesalahannya.


" Ini pakaian invisible yang membuatmu dapat masuk tanpa diketahui siapapun," ucap Arcell sambil memberikan pakaian hitam kepada Erick.


" Mengapa Mommy tidak tahu kau membuat alat baru Arcell?" tanya Queen selidik.


" Karena aku yakin Mommy pasti ingin mencobanya, dan aku tidak mau terjadi sesuatu dengan adikku," jawab Arcell tegas.


" Kau posesif sekali Lucifer," ejek Queen mencebik. Ia merasa kesal putranya kini seperti Galaxy yang melarangnya melakukan ini dan itu.


" Ini semua demi adikku, kau jangan melakukan hal ekstrim Mom," balas Arcell.


" Baiklah, aku kalah," jawab Queen pura-pura merajuk.

__ADS_1


" Apabila kau memerlukan batuan kami katakan saja," ucap Arcell terdengar bijak.


" Tidak perlu Arcell, ku rasa tim kami saja sudah cukup," sahut Roy menimpali.


" Aku akan memantau kalian dari sini," ucap Arcell. Roy dan Erick pun berpamitan setelah mendapatkan apa yang merek inginkan.


💕💕💕


Malam harinya


Erick memakai pakaian yang diberikan oleh Arcell, Roy benar-benar takjub dengan kemampuan Arcell. Setelah pakaian itu dipakai oleh Erick, Erick kini tidak terlihat oleh Roy.


Erick memasuki mansion William, ia berlari dengan cepat. Jarak dari gerbang menuju mansion lumayan jauh sehingga ia harus berlari agar cepat sampai. Erick memanjat dinding untuk sampai ke lantai atas tempat kamar Princess


Beberapa menit berlalu, Erick baru saja sampai di teras balkon kamar istrinya. Ia membuka pintu teras, kebiasaan Princess apabila sudah tertidur adalah ia tidak pernah mengunci pintu.


Ia melihat Princess yang begitu cantik ketika tertidur, Erick membelai wajah cantik istrinya. Ia mencium kening dan bibir istrinya.


Erick menggendong tubuh istrinya, lalu ia pergi meninggalkan kamar Princess menggunakan cincin kemana saja milik Arcell.


" Yes mission Completed," ucap Roy yang sejak tadi memantau dari layar.


...........


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗

__ADS_1


__ADS_2