
Elain sungguh mengasihani gadis itu setelah mendengar pengakuan nya, sungguh ayah yang kejam.
Bibi nya pun terkejut setelah mendengar pengakuan ponakan nya, awal nya dia tidak percaya kakak nya bisa seperti itu.
Tetapi setelah melihat tubuh mereka yang di penuhi luka dan lebam dimana - mana, dia pun tidak bisa untuk tidak mempercayainya lagi.
"Ayah Mu sudah menyiksa kalian dan dia telah mendapat kan balasan nya dengan penyakit nya. Sebagai dokter nya saya bisa memberitahu bahwa penyakit Ayah Mu, itu sangat lah membuat nya sengsara. Jadi gadis kecil, mulai sekarang tumbuh lah dengan baik, hidup lah dengan baik bersama Ibu Mu. Ingat saja, Ayah Mu telah mendapatkan balasan nya."
"Benarkah, penyakit nya membuat dia sengsara?" Katryn ingin memastikan bahwa ayah nya benar-benar tersiksa.
"Em, dia sungguh sangat menderita dengan penyakit nya." Jawab Elain tersenyum kecil pada gadis itu.
"Itu bagus, ibu mulai sekarang kita tidak akan di siksa lagi." Ucap gadis itu pada Ibu nya. Ibu nya tersenyum seraya memeluk gadis itu erat.
“Jadi apa yang harus saya lakukan dengan vidio ini sekarang?” tanya Elain seraya menunjukan vidio katryn yang mengambil berkas persetujuan dari meja nya secara diam – diam. Bagaimana pun pembahasan tentang masalah yang sebenarnya tetap harus di lanjut kan.
Ibunya katryn pun meminta maaf, dia meminta Elain untuk tidak menyebarkan vidio itu dan berjanji akan mencabut laporan mereka di pengadilan, tetapi Elain berkata nama rumah sakit sudah buruk karena tindakan mereka.
Ibunya kemudian berjanji bahwa mereka akan membersihkan nama baik rumah sakit dan dia keceplosan mengatakan bahwa mereka tidak akan mengikuti perintah seseorang lagi untuk terus protes pada rumah sakit dan tidak terus mengatakan Elain adalah pembunuh.
Elain, Anna, dan dokter magang sungguh terkejut, ternyata tindakan mereka protes begitu keras karena di suruh seseorang?
Anna memaksa mereka untuk mengatakan siapa orang yang sudah menyuruh mereka untuk melakukan protes bahkan melaporkan masalah ini ke pengadilan.
Ibu nya sebenar nya tidak ingin memberitahu kebenaran nya, karena mereka telah di beri uang untuk melakukan itu dan harus menutup mulut.
Tetapi Katryn tidak mau menutupi nya, dia pun mengatakan ada seorang Nyonya yang mendatangi mereka untuk meminta mereka memperburuk nama dokter Elain setelah itu mereka akan di beri uang lebih banyak lagi dari uang muka yang mereka berikan saat itu.
Dan Elain benar – benar dapat menebak siapa yang mereka maksudkan. Elain pun mengkonfirmasi nya dengan menunjukan foto Nyonya Mira dan gadis itu mengangguk penuh keyakinan.
Wow Elain speechless, anak nya di rumah sakit menyalahkan nya tetapi ibu nya yang di rumah lah yang membuat ulah.
Nyonya Mira memang belum menyerah untuk mengharapkan Marin sebagai pewaris. Bahkan tidak takut hingga memperburuk nama rumah sakit.
Elain pun mempersilahkan tiga orang itu untuk keluar dari ruangan nya dan silahkan memberesi kekacauan yang mereka buat.
Dan hanya dalam beberapa menit kemudian berita pun beredar bahwa keluarga pasien mencabut laporan dari pengadilan dan mengatakan mereka hanya salah paham, sebenar nya mereka telah menyetujui untuk Eutanasia.
Orang – orang di internet kemudian menyalah kan keluarga itu yang bermain – main dengan hukum dan hampir saja merusak nama baik seorang dokter.
Nyonya Mira yang ada di rumah merasa begitu marah bagaimana bisa keluarga itu sudah menerima uang nya tetapi tidak melakukan pekerjaan mereka dengan benar.
Marin masih merasa tidak puas dengan berita yang dia dengar, dia berpikir bagaimana Elain membuat keluarga itu mencabut laporan mereka? Sementara bukti berkas persetujuan itu masih tidak mereka tunjukan.
__ADS_1
Sedangkan Albert Bora merasa puas dengan hasil nya, pria tua itu berpikir dia sudah benar memilih Elain sebagai pewaris nya. Gadis itu menyelesaikan masalah nya dengan baik.
“Ugh, aku masih tidak mengira ada Ayah yang begitu kejam menyiksa putri dan istri nya seperti itu. Bahkan ada yang sampai sakit kemudian meninggal.” Ucap Anna yang di balas dengan anggukan setuju oleh dokter magang.
Anna bersyukur meskipun dia dulu bermusuhan dengan ayah nya tetapi dia tidak pernah disiksa dan di pukuli, dia hanya di usir dari rumah.
“Oke, jangan bergosip lagi. Ayo pergi periksa pasien.” Ucap Elain seraya berdiri dari kursi nya di ikuti oleh Anna dan dokter magang.
“Ya, lebih baik kita periksa pasien saja. Dokter magang, kamu harus belajar dari dokter Elain baik – baik oke?”
Ucap Anna yang menepuk – nepuk pundak dari dokter magang dan di balas anggukan setuju yang penuh semangat dari dokter magang. Elain hanya tertawa kecil melihat interaksi mereka.
***
Malam hari
Elain telah selesai bertugas di rumah sakit, saat nya dia kembali ke rumah keluarga Bora.
Gadis itu mengendarai mobil mewah warna merah milik nya. Dalam perjalanan, Elayn memikirkan pesan yang nenek nya sampaikan beberapa tahun lalu mengenai fakta tersembunyi tentang ibu nya.
Tetapi, dia sudah satu tahun tinggal di rumah Bora, dia pun tidak menemukan apapun yang mencurigakan di rumah itu.
Dia tidak menemukan fakta bahwa beberapa orang mencoba menyembunyikan sesuatu dari nya.
Elain melajukan mobil nya dengan kecepatan yang cukup tinggi setelah pusing tidak menemukan sesuatu yang berguna selama satu tahun.
Rumah keluarga Bora
Elain sampai di waktu yang sama dengan Marin, Elain tidak mempedulikan Marin, dia hanya terus masuk kedalam rumah.
Tetapi kemudian dengan cepat Marin mencegal tangan sebelah kanan Elain dari belakang.
“Saat ini aku benar – benar lelah. Tolong jangan lagi membuat ulah KAKAK.” Elain menekan kata kakak yang mengartikan dia benar – benar tidak ingin di ganggu.
“Sebenar nya bagaimana kamu mengancam kelurga pasien hingga mereka bersedia membersihkan nama mu, bahkan mencabut laporan nya?” Marin tetap keras kepala, dia tidak yakin bahwa Elain bersih dari tindakan Eutanasia nya.
“Sebaik nya, kamu tanyakan pada ibu Mu, apa yang telah dia lakukan. Oh ya, beri tahu dia juga sebaik nya dia baik – baik menutupi perbuatan nya dari Kakek, kalau dia tidak ingin di usir dari rumah.” Ucap Elain seraya melepaskan tangan nya dari cegalan tangan Marin dengan paksa.
“Elain tunggu, apa maksud kamu – ”
Telat, Elain sudah masuk kedalam Lift naik kelantai empat kamar nya.
Marin benar – benar penasaran apa maksud dari perkataan Elain. Dia pun bergegas ke lantai lima di mana kamar nya dan ibu nya berada.
__ADS_1
Nyonya Mira baru saja akan masuk ke dalam Lift untuk ke lantai bawah. Tetapi Marin yang keluar dari Lift segera manarik ibu nya mempertanyakan pada ibu nya, apakah ibu nya telah melakukan sesuatu sehingga Elain mengatakan hal seperti itu?
Nyonya Mira mengakui nya dia mengatakan semua yang dia buat untuk memperbesar masalah mengenai Eutanasia itu.
“Ma! Mama sudah gila?” teriak Marin tidak habis pikir ibu nya bisa sampai mempertaruhkan nama baik rumah sakit.
“Mama hanya ingin agar gadis itu cepat keluar dari rumah sakit dan rumah ini. Mama sudah muak melihat wajah nya yang mirip dengan ibu nya itu!” jelas Nyonya Mira yang merasa kesal.
“Ma, itu tidak akan lama lagi. Aku sudah lama mempersiapkan rencana untuk mengeluarkannya dari sini dan mendapatkan rumah sakit, jadi Mama jangan melakukan apapun yang dapat merusak rencana ku.” Jelas Marin.
“Apa sebenar nya yang kamu rencana kan?” tanya Nyonya Mira.
“Itu tidak bisa di jelaskan sekarang Ma, tapi tolong bersabar lah. Jangan melakukan hal ceroboh lagi, kalau kakek tahu itu bisa berbahaya.”
“Baiklah Mama akan berusaha untuk sabar,”
Mendengar Ibunya bersedia bersabar Marin tersenyum dia kemudian memeluk ibunya.
Sedangkan di kamar Elain, dokter cantik itu sedang menelpon tunangan nya.
“Halo sayang, bukankah hari ini begitu lelah?” tunangan nya mengangkat telepon nya dengan suara yang begitu lembut. Dia tahu pasti hari ini begitu meleleh kan bagi Elain.
“Em, berat ... tetapi aku telah menyelesaikan nya.” Ucap Elain bangga.
“Kamu hebat seperti biasa nya sayang,” puji sang tunangan. Elain mengulum senyum nya dia merasa senang telah di puji.
“Sayang, minggu depan aku akan makan malam di rumah kalian,”
“Makan malam di rumah kakek?”
“He’em,”
“Tapi ada apa?”
“Bukan kah kita harus membicarakan tanggal pernikahan kita?”
“Serius? Sean kamu tidak sedang bercanda kan?” Elain berpikir apakah akhir nya akan ada pria yang serius ingin menikahi nya?
Tetapi perasaan nya untuk orang di masa lalu dia tidak yakin apakah dia sudah melupakan nya atau tidak.
“Aku serius sayang, kamu bersedia kan?”
“Tentu saja aku bersedia, datang lah minggu depan, kalau begitu.” Putus Elain, dia tidak peduli lagi entah masih ada perasaan atau tidak dengan orang di masa lalu nya atau tidak.
__ADS_1
...Teman-teman pembaca tolong jangan lupa like nya yah, poin juga boleh atau bahkan vote lebih boleh lagi😊 agar Author tetap semangat nulis nya hehee Terimakasih sudah membaca.Sweet Dreams🌹...