
Di Villa pribadi Sean Nerro
Lain halnya dengan Elain yang sedang baik baim saja, Sean, dokter tampan itu sedang merenung sendirian disudut jendela Villa nya, dia membayangkan beberapa kenangan di masa lalu bersama Elain.
Walaupun saat saat bersama Elain adalah sandiwara tetapi pria itu merasakan kebahagiaan di sana. Elayn yang cantik, sederhana, tulus, dan begitu baik padanya.
Dia telah menelpon Elayn berkali-kali hari ini tetapi wanita itu tidak pernah mengangkat nya, dia tidak bisa mengunjungi Elayn saat ini atau itu akan menimbulkan berbagai pertanyaan dari wartawan.
Belum lagi akan menimbulkan permasalahan antara Marin dan dia nantinya.
Sean sungguh bingung dengan perasaan nya dia sudah menumbuhkan cinta untuk Elayn tetapi juga dia masih mencintai kekasih nya Marin Bora. Ini sungguh terjebak dalam permainan sendiri.
Sean yang sedang merenung sendirian ini dikejutkan dengan kedatangan kekasihnya yang tiba-tiba. Marin datang dengan wajah nya yang sedikit terlihat tidak bahagia.
"Sayang, kamu tidak bilang kamu kesini." Ucap Sean berdiri mencoba memeluk Marin namun Marin menghindar.
"Sean, kamu telepon siapa sejak pagi? Kenapa nomor kamu tidak bisa ku hubung?" Tanya Marin yang terlihat tidak sabaran.
"Oh, itu ... ada banyak kerjaan di rumah sakit mereka terus menghubungi ku meskipun tahu aku sedang istirahat hari ini. Kamu telpon aku, maaf sayang aku tidak memperhatikan nya."
Marin membuang nafas perlahan mencoba sabar dengan penjelasan kekasihnya.
"Kemarilah ..." Sean meminta Marin untuk ke pelukan nya.
Dan Marin pun menghambur ke pelukan Sean.
"Ada hal ingin aku bicarakan, serius." Ucap Marin dalam pelukan Sean.
"Hal apa yang begitu serius?"
"Kakek meminta Elayn untuk mengatakan kepada publik tentang kamu yang berselingkuh, kakek gak mau hanya kami keluarga Bora saja yang merasa malu dengan pembatalan pernikahan ini."
"Kakek memintanya? tapi bukankah dengan begitu sama saja dengan mempermalukan keluarga Bora juga?"
"Semua orang rumah tidak ada yang tahu aku adalah kekasihmu yang sebenarnya. Elayn tidak memberi tahu siapa pun tentang ini."
"Kenapa Elayn tidak memberi tahu mereka? seharusnya itu adalah kesempatan yang bagus untuk Elayn menguatkan posisi nya sebagai pewaris didepan kakek kan?"
__ADS_1
"Aku juga tidak mengerti, Elayn tadi pagi memberiku peringatan untuk tidak merencanakan apapun menurut perkataan nya aku akan hancur jika aku merencanakan sesuatu terhadap nya. Sean saat itu aku seperti tidak mengenal Elayn dan aku merasa perkataannya benar-benar akan terjadi jika aku melakukan sesuatu."
"Bahkan dia juga bilang dia tidak keberatan aku mengambil posisi nya sebagai pewaris, tetapi jika aku tidak mempersiapkan sesuatu bagaimana jika dia mengatakan yang sebenarnya kepada publik bahwa kitalah berhubungan dibelakangnya."
"Seharusnya karena dia bilang dia tidak keberatan kamu mengambil posisi nya sebagai pewaris maka kemungkinan dia tidak akan mengatakan apapun kepada publik asal kita tidak melakukan sesuatu kepada nya."
"Menurut mu begitu? kenapa dia seperti itu, aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran nya padahal dia memiliki kartu untuk menghancurkan ku sekarang." Ucap Marin yang sama sekali tidak mengerti dengan cara Elayn berpikir.
"Dia, mungkin dia hanya terlalu baik dan atau dia juga tidak mau nama keluarga Bora semakin dipermalukan jika dia mengatakan yang sebenarnya."
"Em ... benar juga. Jadi harus kah kita diam saja beberapa hari ke depan?"
"Ya, jangan khawatir. Aku akan selalu melindungi mu."
"Terimakasih Sean," Ucap Marin sambil memberikan kecupan kecil pada bibir kekasihnya. Sean tersenyum manis sebagai balasan ciuman dari kekasihnya.
...----------------...
Jam telah menunjukkan pukul 19 : 00 hari ternyata sudah berganti malam dan benar saja tidak ada satu pun Elayn mengeluarkan statment kepada publik mengenai pembatalan pernikahannya.
Entah kemana Elayn sampai tidak pulang ke rumah besar, Kakek Bora berpikir Elayn pasti menghindari nya karena sudah tahu dia melakukan kesalahan. Tetapi benar kah Elayn tidak pulang karena takut dengan kakek Bora?
Rumah pribadi Elayn
Elayn saat ini sedang berada di rumah pribadinya yang berada di kawasan Elit kota itu. Dia telah kembali ke rumah nya lagi yang dipenuhi dengan gambar gambar organ tubuh manusia sebagai hiasan dinding di setiap sudut ruangan.
Sesungguhnya rumah ini dipenuhi dengan berbagai rahasia didalamnya hanya saja itu berada ditempat tersembunyi.
Elayn sedang di lantai atas kamar nya, wanita cantik ini sedang bersiap-siap dengan pakaian mewah, seksi, dan dengan dandanan yang cantik.
Dia menggunakan gaun seksi berwarna merah yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang proporsional.
Sempurna!
Dia memang begitu cantik. Cantik sampai orang tidak akan mengenalinya sebagai Elayn.
Di kedua telinganya terdapat sebuah anting panjang yang melingkari seluruh daun telinga nya yang cantik.
__ADS_1
Anting itu memang cantik tetapi itu bukan hanya sekedar anting biasa melainkan itu adalah alat komunikasi rahasia yang sengaja dipasang kan saat dia akan melakukan pekerjaan rahasia nya.
Ini adalah persiapan untuk mengikuti sebuah undangan pesta dari salah satu kalangan Elit di negara mereka. Malam ini Elayn akan menjadi pasangan dari teman pria nya karena pesta itu diwajibkan untuk membawa pasangan.
Apakah Elayn lebih mementingkan kan teman prianya dibandingkan dengan Elson? apakah begitu?
Tetapi anehnya Elayn juga mengenakan sebuah topeng mata berwarna Emas padahal pesta itu tidak meminta undangan menggunakan topeng mata.
Bahkan di bagian dalam paha kirinya terdapat sebuah pistol di sana. Sebenarnya dia mau mengikuti undangan pesta atau apa? Elayn dimalam yang cukup sepi dia terlihat semakin misterius saja.
...----------------...
Seorang pria dengan jas mahal dan dengan penampilan nya yang rapi dan juga cukup tampan sedang mengendarai mobil mewahnya masuk ke komplek Elit rumah Elayn.
Tepat sekali mobil pria itu parkir didepan halaman rumah pribadi milik Elayn.
Dan seorang wanita cantik keluar dari rumah nya menuju mobil pria itu. Tanpa basa-basi dia membuka pintu mobil duduk tepat di sebelah pengemudi mobil.
"Wow, benar-benar tidak seperti Elayn yang biasanya di rumah sakit Bora. Anda terlihat sempurna Nona Besar" Teman pria Elayn yang bernama Dave memberi komentar. Dave sebenarnya juga tangan kanan Elayn.
"Sudah sering melihat ku seperti ini apa masih takjub?" Ucap Elayn dengan gayanya yang super elegan.
"Em, aku tidak bisa untuk tidak takjub. Orang-orang selalu penasaran siapa gadis bertopeng kehadirannya selalu misterius. Hah, mereka tidak tahu saja dia selalu ada di rumah sakit Bora. Bahkan selalu menjadi bauh bibir masyarakat." Ucap Dave tersenyum ke arah Elain.
"Ayo cepat jalan, operasi malam ini harus diselesaikan dengan cepat. Aku masih ada hal penting lain malam ini."
"Apa kah ada yang sama pentingnya dengan pekerjaan malam ini?"
"Itu hanya urusan pribadi ku."
"Oh, baiklah. Kita akan menyelesaikan nya dengan cepat."
Ya, Elayn masih memikirkan seseorang yang juga pergi ke sebuah pesta dengan seorang gadis cantik lainnya. Elayn merasa tidak nyaman tetapi dia harus menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu.
Bersambung........
Hay readers, seperi biasanya jangan lupa like, vote, sama kasih poin yaaa. Nonton iklan juga hehe Terimakaih, hadiah dari kalian semua membuat Author semangat nulis.
__ADS_1