
Dia pun dengan wajah lesunya menyerah untuk mencari tahu. Elson tersenyum melihat reaksi dari sahabatnya.
“Gadis yang kau lihat di bingkai foto mejaku tadi ada disini, hidangan ini adalah kesukaan nya.” Elson akhirnya memberitahu Kai sembari tangannya mulai mencicipi hidangan yang sudah tersedia.
“Serius?” Tanya Kai tidak percaya, namun Elson mengangguk menyakinkannya.
“Masi ada disini kah?” Kai baru saja mencoba berdiri untuk keluar melihat meja nomor sepulu, dia begitu penasaran.
“Kau tidak perlu melihatnya, dia sudah pergi.” Elson tahu Elayn pasti sudah kabur.
“Sial! kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal. Tunggu, makanan faforitmu berarti juga makanan faforitnya?”
“Aku menyukai makanan ini karena dia menyukainya.”
“Serius Bro? Sudah bertahun – tahun itu adalah makanan faforite mu, tapi sebenarnya bukan? Itu hanya karena gadis itu menyukainya?” Kai tidak habis pikir yang dia tahu hidangan itu adalah makanan yang paling disukai oleh sahabatnya, tetapi ternyata …
“Aku tidak benar – benar memiliki makanan faforit tetapi makanan faforitnya adalah kesukaan ku.”
“Bro, kau sangat mencintainya yah,”
“Well, apakah itu sangat terlihat?” Ungkap Elson pada kai sembari tertawa kecil.
“Setelah kau menjelaskannya, itu benar – benar terlihat.” Kata kai dengan wajah seriusnya, Elson hanya lagi – lagi tertawa kecil menanggapinya.
Kai benar – benar salut, sahabatnya tidak pernah berpidah hati meskipun dia tahu itu adalah kisah cinta beberpa tahun yang lalu.
Sungguh luar biasa Elason adalah seseorang yang semua orang berpikir pria ini tidak bisa mencintai siapapun, dia terlalu mengerikan begitu kejam hingga tidak mungkin memiliki hati untuk mencintai seseorang padahal nyatanya dia adalah seseorang yang paling mengerti arti cinta yang sebenarnya.
__ADS_1
Rumah sakit Bora
Elayn dan Anna sudah sampai di rumah sakit lagi kedua gadis itu menuju ruang rawat pasien utuk memeriksa perkembangan pasien yang selama ini dia rawat tetapi beberapa perawat disana melarang nya untuk memeriksa, beberapa pasien itu telah di over ke Dokter marin sebagai dokter utama mereka.
Jadi Elayn bisa bersantai karena dia tidak memiliki pasien untuk hari ini. Dan mulai besok Elayn ditempatkan di UGD Itu adalah keputusan Marin sebagai pimpinan rumah sakit.
Anna benar – benar tidak habis pikir Marin sangat ingin menyiksa Elayn. Siapapun juga tahu pasien yang datang ke UGD kebanyakan adalah orang – orang yang bermasalah seperti Gengster yang baru saja berperang dengan sesama gengster dan akirnya terluka mereka juga akan melukai dokter yang merawat mereka, atau ada juga pasien yang datang ke UGD karena sakit wasir.
Intinya pasien yang ada di UGD adalah mereka yang tidak memiliki sakit parah dan tidak membutuhkan untuk di bedah, jika Elayn ditempatkan disana itu sungguh menyianyiakan kemampau Elayn sebagai seorang Ahli bedah.
Beberapa orang yang Elayn bedah di rumah sakit ini dan semuanya berhasil serta kembali sehat, ini juga kerugian bagi rumah sakit jika menempatkan Elayn di UGD.
Anna berpikir pantas saja Pria tua Bora itu dulunya memberikan hak warisnya kepada Elayn ternyata Marin tidak memiliki kemampuan kebijakan yang baik atau setidaknya tidak menggunakan jabatannya untuk menekan Elayn demi kepentinga rumah sakit.
Anna ingi pergi memprotes tetapi Elayn melarangnya.
Dia tahu pria tua itu tidak bodoh untuk membiarkan penghasil uangnya pergi, mengingat banyak pasien yang datang ke rumah sakit Bora untuk khusus meminta ditangani oleh Elayn sebagai dokter utama mereka.
Benar saja, seperti yang dikatakan oleh Elayn Marin di interogasi di ruanga pribadi kakeknya setelah pulang dari rumah sakit.
Marin pikir setelah dia menjadi pimpinan rumah sakit kakeknya tidak akan mengawasi rumah sakit lagi tapi ternyata perkiraan nya salah pria tua itu menyimpan banyak orang milik nya di rumah sakit untuk melaporkan semua yang terjadi di rumah sakit termasuk keputusan Marin yang terlalu tidak bijakasana dia tidak memperhitungkan kepentingan rumah sakit diatas kepentingannya sendiri.
“Itu sebabnya kakek tidak memilih mu sebagai pewaris saat itu, aku memiliki Cucu yang tidak dapat diandalkan. Sungguh sial! kalau saja anak haram itu menuruti perintahku tidak mungkin rumah sakit itu di berikan pada mu.” Ucap kakek sesal, Marin tidak berani menjawab, dokter muda itu hanya terus berdiri menundukkan kepalanya.
Ya, kakek Bora memang melakukan itu karena Elayn yang tidak menuruti perintahnya untuk menjatuhkan nama baik keluarga Nerro untuk mempermalukan mereka seperti yang mereka lakukan pada keluarga Bora.
Astaga kakek tua itu tidak tahu saja jika Elayn mengatakan yang sebenarnya bukankah itu hanya akan semakin membuat keluarga Bora mempermalukan diri?
__ADS_1
Elayn tidak membuka suara hanya karena mengingat kebaikan neneknya dan mengingat dia masih harus tinggal di kelurga Bora untuk mecari tahu perihal ibu nya.
“Besok, biarkan anak haram itu menempatkan posisi nya dimanapun yang dia mau asal jangan di UGD. Marin kakek memang telah memberi mu kursi pimpinan tetapi bukan berarti kau bebas mengacau di rumah sakit. Jangan biarkan kakek melihat mu mengambil keputusan yang tidak kompeten lagi.”
Mendengar ucapan kakeknya yang seperti itu Marin mengeraskan rahang nya dia benar – benar menahan emosinya setengah mati bagaiman bisa Elayn masih bisa lepas darinya meskipun dia telah berada diatas semua orang dirumah sakit.
Kakeknya juga begitu mementingkan Elayn padahal dia juga orang yang diakui dirumah sakit.
“Baik kakek.” Tetapi meskipun dengan segala rasa marah dihatinya Marin tetap patuh pada perintah kakeknya. Dia bisa menahan rasa sakit hatinya di depan kakeknya.
“Sekarang keluar.”
“Baik.”
Marin keluar dari ruangan pribadi kakek nya, namun saat dia akan menaiki lift untuk menuju kamarnya di lantai atas Elayn juga ikut masuk kedalam Lift, gadis itu baru saja pulang dari rumah sakit dia memutuskan untuk pulang kerumah Bora setelah menginap di rumah Elson tadi malam.
Elayn berdiri dengan posisi santai di samping Marin tetapi marin ingin menghajar Elayn akan tetapi dia menahannya, wajah emosinya masih dapat ditangkap oleh penglihatan Elayn, Elayn tersenyum dia tahu apa yang terjadi.
“Kenapa, apakah kakek begitu marah sehingga kamu begitu emosi?” Elayn memulai percakapan sembari tertawa kecil. Marin semakin emosi mendengar tawa kecil Elayn, tawanya seperti sangat meremehkan Marin.
“Elayn jangan memulai, jika tidak aku – ”
“Jika tidak kamu akan apa? Kakak, hari ini aku tidak memprotes mu saja, tapi sudah ada orang lain yang siap memprotes untuk ku. Itulah kenapa kemampuan itu sangat penting, jadi mulai sekarang baik – baik lah dengan ku, ya. HM?”
“Kamu – ” belum selesai dia bicara Lift sudah terbuka.
“Oh, aku sudah sampai di kamar ku, kakak kita lanjutkan nanti bicaranya,” ucap Elayn bergegas keluar dari Lift, dia tersenyum menghadap Marin sebelum Lift menuju lantai paling atas tertutup kembali. Elayn merasa ternyata menyenangkan juga mempermainkan Marin.
__ADS_1
Readers, seperti biasa jangan lupa Like, Vote, dan hadiahnya yaa. Kalau punya waktu luang jangan lupa nonton iklan hehee. Terimakasihh.