GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 32


__ADS_3

Kembali kepada Elayn


Wanita cantik itu sedang duduk dengan sangat menggoda di samping targetnya dia beberapa kali memberikan rayuan maut yang membuat sang target mabuk kepayang ingin segera membungkus Elayn kekamar.


Elson yang tidak mengerti apa yang sedang Elayn rencana kan hanya bisa duduk diam berpangku kaki sambil mengamati kegiatan Elayn dengan mata tajam dan dengan segelas anggur di tangan yang terus dia goyang-goyang kan dan sesekali meneguk nya.


Elayn kembali beraksi, dia berbisik dengan cara yang mesra di telinga target nya, dengan satu tangan memegang anggur tangan yang lainnya mengelus-elus kan paha orang yang ditargetkan membuat sang pemilik telinga bulu kuduk nya meremang kenikmatan.


Elson benar-benar menahan diri untuk tidak melakukan apapun.


"Sir, bisakah kita ke kamar?" tanya Elayn masih dengan cara yang mesra sang target benar-benar tidak tahan lagi dia baru saja bersiap akan membawa Elayn ke kamar nya.


Tetapi sebuah telepon dari saku celananya menganggu kegiatan yang sangat ingin dia lakukan dan Elayn juga merasa jengkel dengan orang yang menelpon di saat seperti ini.


"Halo, kalau tidak ada yang penting jangan menelpon ku, kalian sungguh mengganggu." Ucapnya menjawab telepon dengan nada yang menahan marah.


"Tuan Ben, kami tidak bermaksud mengganggu anda tetapi masalahnya bisnis kita ketahuan, di ruangan anda sekarang tidak aman beberapa detektif yang menyamar mungkin sedang mengawasi anda.


Sekarang keluar lah dengan diam diam, jangan khawatir beberapa orang kita berada diluar ruangan menunggu anda. Saudara yang lainnya diluar hotel sudah siap membawa anda dari sana. Saya akan mematikan telepon sekarang berhati-hati lah tuan." Sambungan pun terputus.


Sialan!


Maki Tuan Ben dalam hatinya, dia benar-benar jengkel baru saja bersenang-senang sudah diganggu oleh hal seperti ini. Terpaksa dia meredamkan keinginan pribadi nya.


Dan Elayn tahu pasti ada sesuatu yang tidak beres atau mereka sudah ketahuan?


"Sir, anda kelihatan nya tidak baik-baik saja apakah terjadi sesuatu?" Elayn membuka suara untuk mencari tahu.


"Ah, Nona, sepertinya kegiatan kita akan  ditunda lain waktu. Sesuatu yang mendesak telah mengganggu ku."


"Apakah sesuatu yang mendesak itu tidak sebanding dengan menikmati waktu bersama saya?" tanya Elayn berusaha menggoda.


Sial kalau bukan karena sedang diawasi aku juga mau menikmati tubuh mu. Kata Tuan Ben didalam hatinya.

__ADS_1


"Ah, ini benar-benar mendesak Nona, aku akan berpamitan dulu dengan tuan Daren semoga kita bisa bertemu lain waktu." Ucap Tuan Ben.


Kemudian dia menuju Daren untuk berpamitan tetapi dia tidak benar-benar mengatakan pamit dia hanya mengatakan untuk ke toilet.


Tuan Ben juga mengatakan kepada beberapa koleganya bahwa dia hanya akan ke toilet, ini agar orang-orang tidak menyadari bahwa sebenarnya dia sedang berusaha kabur dari sana.


"Dave segera keluar, pria tua itu sepertinya sudah tahu dirinya diawasi plan A tidak bisa dilanjutkan lagi, beralih ke Plan B." Ucap Elayn setelah mengamati gerakan Sir Ben yang pelan-pelan berusaha keluar dari ballroom.


"Ok dimengerti. Ayo segera keluar." Dengan profesional nya Dave berjalan pelan-pelan mengikuti gerakan Ben untuk keluar dari Ballroom. Begitupun dengan Elayn dia juga dengan masih memegang anggur merah ditangannya mengikuti pergerakan Ben.


Di luar ballroom hotel dua orang anak buah Tuan Ben ternyata sudah siap menunggu untuk membawa pria tua itu ke jalan yang pintas yang tidak umum untuk dilalui.


Mereka belok kanan dari ballroom mengikuti lorong hotel yang sepi dan minim cahaya. Dave dan Elayn dengan hati-hati mengikuti pergerakan mereka dari belakang tetapi tiba-tiba beberapa orang keluar dari kamar hotel yang dilewati oleh Dave dan Elayn bermaksud menghadang pria itu untuk tidak mengejar bos mereka.


Sial!


Maki Dave, dia tahu ini tidak akan mudah bermain fisik tidak dihindari lagi.


"El, sepertinya tugas mu untuk mengejar pria tua itu dan aku akan menghadapi mereka."


"Ok."


"Ok. Aku mengerti."


Dan benar saja anak buah Sir Ben membiarkan Elayn lewat begitu saja, mereka mengira Elayn hanya gadis biasa yang sedang melayani 'tamu hotel'.


...----------------...


Sir Ben melewati beberapa kamar hotel dengan cepat dengan dua anak buahnya yang terus membimbing nya untuk melewati lorong hotel. Mereka lari dengan tergesa-gesa.


Elayn juga tergesa gesa mencari mereka dari dibelakang. Ini sedikit menjengkelkan dia sedikit ketinggalan karena beberapa orang yang menghadang tadi.


Entah bagaimana keadaan Dave sekarang semoga dia baik-baik saja melawan anak buah Sir Ben.

__ADS_1


Elayn berlari dengan cepat setelah matanya mendapati Sir Ben mengambil langkah belok kiri didepan lorong. Sepertinya Sir Ben dan anak buahnya menyadari keberadaan Elayn setelah menerima telepon dari temannya yang dihajar oleh Dave.


"Sial Tuan kita dikejar oleh seorang wanita." Ucap anak buah Sir Ben.


"Seorang wanita? Kenapa seorang wanita mengejar kita?" Tanya Sir Ben bingung.


"Dia kemungkinan seorang detektif juga tuan, kita harus cepat sampai lantai bawah."


"Sial, kenapa malam ini aku sial sekali."


Mereka pun berlari semakin cepat bahkan tidak peduli saat bertabrakan dengan beberapa tamu hotel atau pun dengan cleaning servis yang sedang bertugas.


Mereka berlari semakin cepat Elayn juga berlari semakin cepat, gaun merah itu sama sekali tidak menahan langkah cepatnya.


Beberapa langkah didepan ada lagi lorong sebelah kanan dan sebelah kiri.


"Tuan anda ke sebelah kanan, saya akan menahan wanita itu disini. Erik bawa tuan dengan aman sampai lantai bawah."


"Ok."


Sir Ben pun ke sebelah kanan anak buah nya bersembunyi disebelah kiri menunggu Elayn datang.


Dia bahkan sudah mengambil pistol dari saku jasnya, tangannya sudah menempel di dinding untuk menembak Elayn saat Elayn akan berlari mengejar Sir Ben ke sebelah kanan.


Namun apakah Elayn benar-benar akan sebodoh itu untuk tidak waspada terhadap apapun, didepannya?


Em, disaat genting seperti itu selain gerakannya yang cepat wanita itu juga sangat cepat memperhitungkan segala hal di otaknya.


Dengan begitu secepat kilat dia berjalan pelan di dinding sebelah kiri, punggungnya merapat dengan tembok, tangan kirinya pelan-pelan mengeluarkan pistol dari paha kanan bagian dalamnya kemudian tangan kirinya yang memegang pistol kembali merapat ke dinding dan serentak sampai disudut tembok dia saling berhadapan pistol dengan anak buah Sir Ben.


Masing-masing keduanya menodongkan pistol didekat pelipis lawan.


Memang otak dan Filing nya  tidak pernah salah pasti akan ada orang di samping tembok sebelah kiri.

__ADS_1


Bersambung............


Hai readers, seperti biasa setelah bab nya dibaca jangan lupa like, vote, sama hadiahnya yaa. Kalau ada waktu bisa nonton iklan juga hehee, biar author tetap semangat nulisnya, Terimaksihh


__ADS_2