
Dari awal sampai akhir Elson menonton vidio yang di tunjukan oleh adik nya. Dia benar – benar tidak mampu mengatakan apapun.
Seumur hidup nya ini adalah kedua kali nya pria tampan ini mengalami goncangan perasaan yang luar biasa campur aduk setelah mengenali wanita yang berada di balik berhasil nya operasi itu.
Dia telah menghindari nya bertahun – tahun, berusaha menahan diri untuk tidak mencarinya walaupun ingin berjumpa sekalipun karena dia begitu menyadari perbuatan nya dimasa lalu telah sangat menyakiti hati gadis itu.
Dia tidak berani menemui nya dan hari ini sungguh tidak terduga bahwa hanya dengan melihat mata jernih nya dia masih dapat mengetahui bahwa itu adalah ‘dia’. Bahkan Elson menyadari nya hanya dalam sekejap.
“Kak, ada apa. Kenapa terdiam begitu, apa sudah merasa kalah dengan idola ku?” tanya Shasa menggoda kakak nya.
Shasa tidak tahu saja, Elson memang selalu kalah jika berhadapan dengan gadis itu. Tidak, sebenar nya dia akan selalu membuat diri nya kalah untuk gadis itu.
“Em, seperti nya aku memang kalah.”
“Wao. Ma, kau dengar itu? Ini pertama kali nya Tuan Elson kita mengaku kalah, haruskah kita membuat syukuran?” canda Shasa pada Nyonya Mandella. Nyonya Mandella hanya tersenyum manis pada Shasa.
Sedangkan Elson bangkit dari duduk nya dia lebih baik berangkat ke perusahaan nya lagi. Kalau tidak mau terus memikirkan gadis itu yang ternyata sudah ada di negara mereka.
***
Di Mall
Kembali lagi kepada Elain, mereka bertiga akhir nya makan bersama di salah satu restoran yang di sukai oleh Marin, dan mereka tentu saja makan satu meja.
Makanan yang mereka pesan belum datang, Elain pun meminta Marin untuk menuliskan pernikahan yang di inginkan oleh Tunangan nya.
Marin sebenar nya sangat tidak ingin mendengar kata pernikahan karena itu sangat menyakiti hati nya. Sean adalah kekasih nya, dari awal sampai akhir dia bukan lah orang ketiga.
Hanya saja ada beberapa alasan untuk mencapai sebuah tujuan, mereka terpaksa menyembunyikan hubungan mereka berdua.
__ADS_1
Sean pun mengeluarkan ide pernikahan seperti apa yang dia ingin kan. Pria itu ingin agar saat itu dia dan Elain menggelar pesta mewah. Sean ingin pada saat itu Elain layak nya sebagai ratu.
Elain sangat senang mendengar permintaan Sean, sedangkan Marin satu tangan nya meremas rok nya yang berada di bawah meja. Marin menahan rasa kesal dalam hati nya.
Sean dapat melihat itu, dan dia tahu Marin pasti merasa sakit hati mendengar ucapan nya. Namun dia memang memiliki keinginan seperti itu untuk Elain, seperti nya pria itu telah terjebak dalam permainan mereka sendiri.
Untuk meredakan perasaan Marin yang terluka, Sean pun memindahkan satu tangan nya ke bawah meja. Kemudian tangan pria itu menggenggam tangan Marin.
Padahal satu tangan nya lagi sedang menggenggam tangan Elain yang ada di atas meja. Kebetulan meja itu tidak menggunakan kain meja, jadi apa yang dia perbuat orang di meja lain masih dapat melihat itu.
Namun sayang nya tempat itu sudah di sewa oleh Marin jadi tidak ada pelanggan yang lain yang sedang makan di situ selain mereka.
Walaupun begitu ternyata Tuhan masih berpihak kepada si cantik Elain. Seorang pelayan restoran itu melihat aksi Sean.
Dia kemudian menuju meja mereka dan membawa sebotol air karena tadi nya Elain meminta untuk di berikan air minum terlebih dahulu.
Sebelum botol itu di genggam oleh Elain dari tangan pelayan, seperti nya pelayan itu sengaja menjatuhkan botol tersebut.
Walaupun saat itu tautan tangan Marin dan Sean cepat di lepaskan tetapi itu tetap saja tidak bisa menghindar dari penglihatan Elain.
“Nona, maaf saya tidak sengaja menjatuhkan nya.” Ucap pelayan wanita itu meskipun sebenar nya dia memang sengaja melakukan nya.
“Ya, pergilah.” Jawab Elain sembari memasang senyum paksa di wajah nya.
Sean dan Marin salah tingkah, keduanya berpikir pasti Elain tidak melihat apa yang mereka lakukan tadi. Kalau tidak mengapa Elain tidak memiliki reaksi apapun pada mereka.
Sebenar nya Elain bukan tidak melihat nya, wanita cantik itu hanya memilih untuk berpura – pura tidak mengetahui apapun untuk saat ini. Elain masih terkejut tetapi akan mencoba bersikap tenang.
Elain menyembunyikan dengan baik perasaan campur aduk di dalam hati nya.
__ADS_1
Dan acara makan bersama itu pun selesai begitu saja tanpa ada percekcokan atas kejadian sebelum nya dan dengan sendiri nya Marin Bora pergi meninggalkan Elain dan Sean terlebih dahulu. Sekarang hanya ada Elain dan Sean saja di sana.
Sean yang berencana mengantar Elain pulang namun ternyata Elain menolak ajakan tersebut.
Dengan alasan dia harus mengunjungi salah satu teman nya yang lain dan mereka sudah berjanjian untuk bertemu tidak jauh dari tempat mereka sekarang. Sean pun mempercayai itu dengan mudah nya.
***
Di sebuah tempat di mana itu adalah sebuah Villa pribadi Marin Bora, kekasih gelap Sean itu sedang duduk di kursi belakang taman Villa yang amat sangat sejuk itu.
Marin sedang melamun entah sedang memikir kan apa, wanita itu juga sedang meneguk minuman berjenis wiskey, kadang dia juga menangis kadang dia juga tersenyum di waktu bersamaan.
Di tengah banyak nya hal yang dia pikirkan, tiba – tiba dia dikejutkan dengan sebuah tangan melingkar di leher nya. Marin tahu itu siapa, dia kemudian berbalik dan benar saja itu adalah kekasih nya, Sean Nerro.
Pria itu tahu suasana hati Marin saat ini sedang buruk itu sebab nya dia langsung datang menghampiri Marin ketika tadi ada kesempatan untuk datang ke tempat itu.
“Kenapa kamu datang, Elain bagaimana?” tanya nya agak bingung dengan kedatangan sang kekasih.
“Aku tahu kamu sedang sedih, jadi aku kemari,” jawab Sean kemudian yang langsung memeluk Marin erat.
“Lalu Elain?” tanya Marin memastikan.
“Dia sedang membuat janji dengan teman nya di luar, jadi meminta ku untuk tidak mengantar nya,” jawab Sean.
“Maaf aku membuat mu terluka,” lanjut Sean lagi.
“Kita berdua lah yang merencanakan semua ini, jadi aku juga tidak berhak menyalahkan- Mu, hanya saja tolong berjanjilah kamu tidak akan jatuh hati pada adik – ku,” Ucap Marin yang kemudian memeluk Sean erat.
Sean menghela nafas kemudian dengan berat hati dia berkata;
__ADS_1
“Baik, aku berjanji itu tidak akan terjadi.” Janji Sean yang di balas senyuman dan anggukan oleh Marin.
Marin, sesungguh nya aku tidak tahu aku akan tetap memegang janji ku atau tidak ke depan nya, bahkan sekarang pun aku tidak tahu bagaimana tepat nya perasaan ku terhadap Elain tapi tidak mungkin juga aku memberitahukan nya pada mu. Pikir Sean dalam hati nya.