
Pagi hari beri berikutnnya, waktu telah menunjukan pukul delapan lewat tiga puluh menit. Ini seharusnya sudah waktunya beraktifitas seperti biasa di rumah sakit Bora, tetapi Elayn masih berbaring nyaman dipelukan seseorang yang menjadi pasangan tempurnya semalam.
Untung saja sebuah jam weker disebelah Bed mereka berdering, membuat Elayn tersadar dari tidur nyamannya.
Wanita cantik itu mendongakkan kepalanya keatas. Ada wajah Elson yang masih tertidur nyaman, sambil memeluknya.
Siall! Makinya pelan saat mengingat kembali apa yang terjadi semalam.
Elayn buru – buru keluar dari selimut dan pelukan Elson dengan hati – hati, jangan sampai pria itu terbangun.
Syukurlah wanita cantik itu berhasil, kemudian dia dengan cepat mematikan jam weker. Mengambil bajunya yang berserakan di lantai kemudian dengan gerakan yang cepat memakaikan semuanya pakaian nya kembali.
Dia kemudian mengatur rambutnya sedikit agar tidak terlihat berantakan.
Selesai !
Elayn buru – buru keluar dari rumah Elson, bahkan meminta tolong penjaga rumah untuk memesannya taksi menuju ke alamat rumah pribadinya.
Sang penjaga rumah sebenarnya agak kebingungan dengan tingkah Elayn yang seperti sangat terburu – buru tetapi dia tetap memesan taksi untuk nya.
Sampai dii rumah pribadinya, Elayn masih memikirkan tindakan mereka semalam. Ugh, sungguh pertempuran yang panas. Wajahnya kembali memerah.
Seperti, apa yang telah hilang telah kembali lagi. Elayn kembali merebahkan dirinya di atas kasur king zise miliknya.
Beberapa pikiran terus muncul dibenaknya, tetapi deringan telpon disamping nakas tanda seseorang menelpon nya membuyarkan lamunan nya.
Dan Elayn baru teringat dia belum memegang handphone nya sejak tadi malam. Harus diperiksa dulu.
Wow! Lima puluh panggilan tak terjawab dan belasan pesan tak terbaca semuanya berasal dari satu orang yang sama.
Anna, gadis itulah yang terus menelponnya dan mengiriminya pesan. Bahkan sekarang handpne Elayn masing berdering.
Anna’s Calling …..
“Halo Ann, begitu banyak panggilan ada masalah dengan pasien?”
“El, dari mana saja kamu sejak semalam? Kenapa tidak angkat telepon.” Tanya Anna dari sebrang dengan suara yang tidak sabaran, dia terlalu penasaran sedang apa Elayn hingga mengabaikan teleponnya hingga piluhan kali. Ini tidak seperti Elain yang biasnya.
__ADS_1
“Aku ada kesibukan diluar dan tidak membawa serta handphone ku. Ada apa, ada masalah yang serius?”
“Hah, baikalah itu tidak penting kamu kemana tapi tolong segera ke rumah sakit sekarang.”
“Hei ada apa, tidak ada masalah dengan pasienkan?” Tanya Elayn agak khwatir dengan paiennya.
“Ada. Ah, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang keadaan pasien terlalu rumit.”
“Ok cukup. Aku sudah tahu, aku akan berangkat sebentar lagi. Lakukan pertolongan pertama dulu.”
“Ok.”
Tut … tut … tut …
Sambungan pun terputus. Elayn secepat kilat masuk ke Shower room membersih kan diri dan beberpa menit kemudian dia sudah keluar, lalu mengambil hairdrayer buru – buru mengeringkan rambut, memakai pakaian sederhana seperti celana panjang dan baju berkerah lengan panjang berwarna putih tidak lupa jas dokternya.
Wanita cantik itu bahkan tidak menggunakan make up hanya menancapkan lipbam ke bibir seksinya hanya supaya agar bibirnya tidak terlalu kering.
Rambutnya bahkan hanya di ikat tinggi seadanya. Penampilanya hari ini boleh dibilang terlalu semrawut tetapi tetap cantik.
Keluar dari rumah Elayn mengendarai mobil mewah berwarna merah miliknya. Tidak tanggung – tanggng Elayn ngebut di jalanan, beruntung lalu litas jalanannya tidak terlalu padat.
Rumah Sakit Bora 9 : 15
Suasana rumah sakit tampak aneh, ada mobil polisi dan beberapa dokter yang sedang membantu mengeluarkan barang entah barang apa.
Suasananya terlihat semua orang agak panik dan beberapa dokter sedang menenangkan pasien dan pengunjung yang datang.
Elayn melihat beberapa dokter berlarian kesana kemari entah apa yang terjadi. Elayn buru – buru menutup pintu mobilnya dan masuk kedalam dengan tampang yang serius kebetulan disana ada Anna yang sudah menunggunya sejak tadi.
“Anna apa yang terjadi, kenapa semua dokter bertingkah aneh. Mereka membuat pasien panik.”
“Ini belum pasti, tetapi di UGD ada pasien yang diduga terpapar virus Nipah.”
“Virus Nipah? tanda seperti apa yang kalian dapat, bagaiman kondisi pasiennya?”
“Pasien mengalami kejang – kejang, beberapa kali muntah darah, dan sesak nafas. Pasien itu seorang wanita tua berusia sekitar lima puluhan. Karena kondisinya seperti Virus Nipah UGD telah di Isolasi.”
__ADS_1
“Siapa dokter yang menangani pasien sekarang?”
“Dokter Marin, yang bertanggung jawab. Dia dan tim nya sedang mencari tahu apakah itu benar – benar virus Nipah atau tidak dan sedikit susah mencaritahunya karena pasien sullit berbicara dan tidak memiliki keluarga untuk ditanyai.”
Setelah banyak informasi yang Elayn dapat mereka akhirnya sampi di UGD. Keadaan disini ternyata kacau karena masih ada banyak pasien lain yang ada di UGD selain pasien yang diduga terserang virus
Mereka semua panik dan ingin keluar dari ruangan UGD yang sudah di tutup dan di Isolasi agar berjaga – jaga mereka tidak menyebar virus keluar.
Ada yang sampai sesak nafas karena harus memakai masker di dalam ruangan tertutup sementara mereka sedang sakit.
Keluarga di luar UGD yang menunggu mereka juga panik terlebih ibu – ibu yang anaknya masih ada didalam UGD.
Ada pembatas isolasi di depan UGD Elayn tidak bisa melihat kedalam, UGD sudah benar – benar tertutup.
“Anna minta pakaian pelindung lengkap, bawa keruangan ganti.” Perintah Elayn sambil berlalu menuju ruang ganti dan memenunggu baju anti virus dari Anna.
“Ok.”
Beberapa menit kemudian Anna sudah datang dengan pakain anti Virus, masker dan pelindung kepala. Segera Elayn memakai semua perlengkapan itu kemudian datang ke UGD.
Ternyata di luar UGD ada kakek Bora ketua rumah sakit dan beberapa Dokter kepala yang mendampingi nya untuk menanyakan kabar terkini dari pasien.
Ketua Albert Bora melihat kedatangan Elayn yang sudah dengan pakaian khususnya dia memberi pesan khsusus kepada petugas yang berjaga di UGD untuk tidak membiarkan Elayn masuk dan ikut campur dengan penyelamatan pasien.
Setelah itu ketua Albert Bora meninggalkan UGD bersama staf dokter begitu saja. Elayn baru saja sampai di depan UGD dan di langsung dihadang oleh staf dokter yang bertugas untuk menjaga UGD sesuai dengan perintah ketua tidak mengijinkan Elayn masuk.
“Saya butuh masuk sekarang, jangan menghalangi jalan.” Ucap Elayn agak emosi.
“Dokter Elayn, sudah ada Dokter Marin di dalam yang menangani pasien. Anda tidak punya wewenang untuk masuk. Maaf anda tidak punya kebebasan seperti biasanya lagi, sekarang anda hanya seorang dokter biasa setelah hak anda sebagai pewaris telah di cabut. Ketua memberi perintah untuk memperlakukan anda sama seperti dokter lainnya.”
Elayn merasa cengo. Seperti, apa yang telah terjadi? Dia dilarang masuk karena ternyata dia bukan lagi sebagai pewaris? Cepat sekali kakek tua itu menurunkan posisinya.
Bersambung.........
Hai readers, bab baru telah datang tolong jangan lupa like nya yahh, vote sama hadiah juga boleh hehe kalau bisa bantu nonton iklan juga yaa😊
Terimakasihh
__ADS_1