GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 22


__ADS_3

Ruangan Direktur


Tok … tok … tok …


“Masuk.”


“Direktur, tamu anda sudah datang.” Ucap sang resepsionis setelah membuka pintu.


“Tamu? Saya pikir saya tidak memiliki tamu hari ini, jadi siapa yang datang?” Tanya Elain bingung.


“Halo Nona direktur, saya datang untuk memeriksa kesehatan saya.” Sambung Elson memasuki ruangan Elain, tanpa canggung layaknya pasien biasa.


Elain begitu kaget, pria yang ingin dia hindari ini, mengapa bisa ada di rumah sakit nya dan bahkan datang untuk memeriksa kesehatan? Apakah ada yang salah dengan pria ini? Pikir Elain.


Ingin hati mengusir tetapi pria ini datang dengan tujuan periksa kesehatan nya, dia tidak bisa mengusir nya kalau pria kaku itu menggunakan alasan profesional seperti itu. Apalagi Elain adalah serang yang sangat profesional dengan pekerjaan nya.


Elain tidak akan membiarkan masalah pribadi menghambat proses kerja nya di rumah sakit.


“Kau tidak akan menolak pasien kan?” Ucap Elson santai.


Pria ini sebenar nya dia sungguh gugup berhadapan dengan wanita cantik di depan nya tetapi dia berusaha untuk biarkan dia menjadi tidak tahu malu untuk hari ini saja, Elson ingin untuk berada di samping Elain untuk hari ini.


“Tuan Elson, tidak ada pasien yang tidak bisa ku tangani hingga harus menolak nya, jadi mari kita keruang pemeriksaan.” Jawab Elain.


Elson tersenyum puas, mereka pun pergi ke ruangan pemeriksaan. Di ruang pemeriksaan Elain pun memeriksa kesehatan Elson secara menyeluruh dan wanita itu sangat fokus pada pekerjaan nya.


Sehingga bahkan dia tidak menyadari sejak tadi Elson terus memandang nya lekat, pria itu rasa nya ingin sekali memeluk wanita kesayangan nya itu.


Elson merindukan nya dan sangat tidak tahan untuk memberikan beberapa kecupan di wajah tetapi sebisa mungkin dia menahan semua keinginan nya itu di dalam hati nya.


“Apakah kamu baik – baik saja?” Tanya Elson tiba – tiba di tengah keheningan.


Elain yang sedang serius pada pekerjaan nya membalikan wajah nya menghadap ke arah Elson, Elain tidak menduga Elson akan menanyakan keadaan nya. Ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi mereka yang sedang bermusuhan.

__ADS_1


“Apa saya terlihat tidak baik – baik saja Tuan Mandella?” Elain tidak menjawab malah wanita cantik ini balik bertanya.


“Maaf, aku sudah melihat berita tentang pernikahan Mu.” Ucap Elson masih memandangi wajah Elain lekat.


Elain terdiam,mereka saling bertatapan cukup lama. Itu buruk, Elain sangat tidak ingin Elson mengasihani dirinya, dokter cantik itu tidak ingin terlihat kalah.


“Itu urusan saya, rasa nya tidak ada kaitan nya dengan Mu kan? Jadi berhentilah bertanya, bersikaplah seperti pasien saja.” Jawab Elain membuang muka setelah bertatapan begitu lama. Sepertinya dia agak gugup juga setelah saling bertatapan dengan Elson.


“Aku minta maaf,” Elson tiba – tiba meminta maaf, Elain menautkan kedua alis nya dia tidak mengerti mengapa pria itu meminta maaf.


“Tuan Elson, kita tidak memiliki masalah apa pun. Jadi untuk apa meminta maaf.”


“Soal dulu – ”


“Saya tidak memiliki ingatan apa pun soal dulu.” Potong Elain yang tidak ingin mendengarkan permasalahan di masa lalu di bahas lagi.


“Aku tahu itu begitu sakit, datang lah ke Royal Garden jam tujuh, malam ini. Aku akan menunggu Mu di sana.” Ucap Elson sembari secara tiba-tiba menggenggam satu tangan Elain yang bergantung di samping nya.


“Baiklah Nona dokter, tidak perlu periksa lagi aku baik – baik saja, ingat aku menunggu Mu malam ini.” Ucap Elson seraya berdiri memegang kedua bahu Elain.


Elson tersenyum kemudian dia keluar dari ruangan pemeriksaan meninggalkan Elain yang tampak nya masih merasa terkejut dengan tindakan Elson yang menurut nya terlalu tiba – tiba itu.


Elain tidak bergerak dia hanya terus memandang punggung Elson dengan perasaan tak menentu.


Kamu tiba – tiba kembali sebenar nya apa yang ingin kamu lakukan, Elson kamu satu – satu nya manusia di dunia ini yang benar – benar mampu membuat ku bangkit dan terpuruk.


Di saat – saat aku di rendah kan oleh orang seperti ini, aku berharap kamu berada di sisi ku tetapi juga takut kamu melukai aku lagi seperti mereka.


Jadi apa yang harus ku lakukan terhadap perasaan ku? Mengapa aku harus bertemu kamu lagi. Batin Elain di ruangan nya.


Jam Tujuh Malam


Sudah jam tujuh malam seharusnya ini adalah waktu pertemuan antara Elain dan juga Elson, namun Elain masih saja mondar – mandir di dalam kamar di rumah pribadi nya. Dia terus berpikir haruskah dia menemui Elson atu tidak.

__ADS_1


Ya, dia hari ini sengaja tidak kembali ke rumah besar, Elain sangat tidak ingin beradu pendapat dengan kakek nya mengenai perselingkuhan Sean Nerro yang terus meminta nya harus segera dia bocorkan dengan membeberkan semua bukti.


Setelah lama berpikir Elain yakin Elson pasti sudah kembali tidak mungkin dia masih menunggu nya janji temu. Lagi pula dia tidak mengiyakan permintaan temu Elson sebelum nya, jadi memutuskan untuk tidak pergi.


Karena Elain yakin Elson pasti sudah kembali, Elain pun memutuskan untuk segera kembali tidur. Dan Elain benar – benar tertidur hingga waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam, dia tiba- tiba terbangun lagi karena merasa sangat haus. Dia ingin minum, untuk membasahi tenggorokan nya yang kering.


“Emm sudah jam sepulu, haus sekali.” Ucap nya keluar dari kamar mengambil air minum sembari melirik jam di Handphone nya.


Setelah minum Elain tiba-tiba teringat lagi dengan Elson yang meminta nya datang ke Royal Garden.


“Tidak mungkin dia masih di sana kan?” Tanya Elain pada diri nya sendiri.


Namun sejurus kemudian Elayn teringat lagi dengan masa – masa ketika mereka masih bersama dulu.


Pada saat itu Elson pernah menunggu Elain hingga jam satu malam di tempat mereka janji bertemu, dan saat itu Elain sungguh sangat menyesal karena dia melupakan janji bertemu jam delapan malam yang sudah dia setujui bersama Elson.


Setelah ingatan itu terlintas di kepala nya, Elain takut Elson masih akan menunggunya sama seperti dulu, walaupun keadaan mereka sekaran tak lagi seperti dulu.


Oleh sebab itu dia pun terburu – buru mengenakan jaket hitam panjang nya tidak lupa sebuah syal yang di lilit kan ke leher nya agar terhindar dari udara malam yang dingin.


Tetapi dia lupa menggunakan sepatu, jadi berlari keluar dengan sandal khusus rumah dan membawa mobil sendiri.


Elain melajukan Mobil nya dengan kecepatan yang cukup tinggi agar segera sampai di Royal Garden. Dia benar-benar takut Elson akan menunggu seperti dulu, kalau seperti itu dia mungkin akan sakit karena kedinginan.


Royal Garden


Royal Garden adalah sebuah taman yang sangat luas dan sangat indah, sejuk, dan juga sangat tenang, biasanya orang yang ingin menikmati malam yang indah akan datang ke tempat ini sendirian atau pun bersama pasangan.


Tetapi malam ini Elson sengaja menyewa taman ini kepada petugas agar tidak ada pengunjung yang lain yang datang jadi tempat ini sangat sepi sekarang.


Bersambung..............


Silakan lanjut ke bab selanjutnya tetapi sebelum itu bantu Author tekan tombol Like, Vote, dan kasih hadiah dulu ke Author yaa, biar Author tetap semangat nulis. Terimakasih🌹

__ADS_1


__ADS_2