GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 42


__ADS_3

Sampai di kamarnya, Marin membanting beberapa beberapa buku yang terletak di atas nakasnya dia melampiaskan emosinya pada barang – barang tidak bersalah itu.


Dia juga menelpon Sean untuk sekedar meredakan emosinya akan tetapi pria yang menjadi kekasih nya itu tidak mengangkat telponya entah pri itu sedang apa, membuat Marin bertambah emosi kemudian membanting handpne nya yang juga sama seperti barang sebelumnya mereka tidak bersalah.


Entahlah kenapa di dunia ini manusia suka sekali membanting barang jika sesuatu tidak sesuai keinginan mereka seandainya saja barang bisa berbicara mereka sudah pasti memprotes sejak awal, sungguh barang yang malang.


Di lantai bawah, Elayn sudah berkli – kali menghindari untuk tidak mengangkat telopon dari Elson, pria itu tidak pernah menyerah untuk menelponya.


Sementara saat ini Elayn belum ingin menjalin hubungan dengan Elson dia memiliki seuatu yang penting untuk dilakukan dan itu sangat berbahaya maka tidak boleh sampai Elson tahu apalagi sampai melibatkan pria itu dengan masalah nya.


Di kediaman pribadinya Elson begitu tidak sabar Elayn menonaktifkan ponselnya setelah Elson mencoba menelponnya berkeli – kali.


Pria itu pun memiliki ide ekstrem di otaknya, karena Elayn terus menghindarinya bairkan dia menggunakan cara 'itu' untuk berada di dekat Elayn.


Dia menghubungi sekretarisnya untuk menjalankan rencana yang dia buat. Sekretaris wanita yang cepat tanggap itu pun segera menjalankan perintah Tuannya.


Meskipun sekretarisnya berpikir tuannya tidak masuk akal untuk apa dia melakukan semua ini. Tetapi perintah adalah perintah, laksanakan saja.


Keesokan harinya


Meskipun Elayn telah diminta untuk pindah dari UGD tetapi gadis itu hari ini tetap bertugas di UGD dia seperti membiarkan Marin pusing sendiri menghadapi kakeknya.


Elayn bersenag – senang di UGD dia memeriksa pasien disana dengan karakter pasien yang bermacam – macam, UGD sangat ramai dan pasien berisik sana – sini meminta di obati.


Ada beberapa pasien yang juga kurang ajar sampai memukul dokter yang sedang merawat rasa sakit yang mereka keluhkan, Elayn benar – benar tidak tahan tahan melihat perlakuan pasien yang kurang ajar itu, menurutnya beberapa pasien juga merasa sakit tetapi sakit ya sakit saja jangan juga sampai memukul para perawat.


Elayn berjalan dengan langka cepat menuju pasien yang bermasalah itu kemudian dia meminta dokter yang mencoba memeriksa nya untuk menyingkir biarkan dia yang melakukannya saja.


“Hei! Kenapa kau menyingkirkan nya? dia sedang merawatku!” Pasien pria itu sakit di bagian perutnya tetapi masih mampu teriak begitu kencang, Elayn tidak menghiraukan teriakannya dia kemudian jongkok untuk menyamakan tingginya dengan pasien yang sedang duduk di rajang rumah sakit.

__ADS_1


Elayn memandang pasien itu dan kemudian mereka saling bertatapan pasien bingung apa yang terjadi dengan dokter yang satu ini? Elayn, dia tertawa kecil seperti yang dipaksakan saat mendapati reaksi kebingungan dari pasien pria itu.


“Di sini yang sakit, HM?” Elayn dengan sengaja menekan sedikit kencang dibagian perut pasien yang dikeluhkan sebagai asal rasa sakitnya.


Argk! Argk! Argk!


Pasien pria itu berteriak dengan begitu kencang dia tidak sanggup menahannya itu terlalu sakit. Pasien yang ada disampingnya merasa nyeri sendiri melihat pasien yang terus berteriak untuk berhenti menekan perutnya.


Tadinya banyak pasien yang ribut sekarang diantara mereka tidak ada yang berani ribut lagi semuanya patuh dengan para dokter.


“Apakah kamu akan memukul dokter lagi nanti?” tanya Elayn dengan suaranya yang ditekankan sembari mengumbarkan senyuman paksanya kepada pasien.


"Tidak! Tidak! Aku akan patuh tolong lepaskan aku."


Pasien itu akhirnya menyerah


“Bagus.” Kata Elayn sembari memasukan kembali kedua tangannya kedalam kantong jubah dokternya.


“Baik dokter.”


UGD sudah aman Elayn pergi dari UGD, dokter disana salut padanya karena dia UGD menjadi lebih kondusif.


Beberapa menit kemudian Rumah sakit Bora kembali ramai setelah kedatangan seseorang pria yang tidak di sangka – sangka pagi ini. Orang mendominasi ini tiba- tiba datang menjadi dokter di rumah sakit Bora.


Ini terlalu tidak masuk akal, bagaimana bisa Tuan Mandella yang begitu berkuasa bekerja menjadi bawahan di rumah sakit yang bisa dia bilang sebagai rumah sakit kecil baginya bahkan jika rumah sakit besar didunia, itu juga tetap mustahil.


Mereka juga tidak menyangka pria berkuasa ini sebenarnya adalah seorang dokter juga. Mereka bertanya – tanya apa sebenarnya yang tidak bisa pria ini lakukan di dunia ini? Pria yang sangat aneh dan misterius, setiap perbuatan nya selalu membingungkan orang – orang.


Jangankan mereka, sekretaris nya saja tidak paham dengan apa yang dilakukan oleh Tuannya. Meskipun dia sering melihat Foto gadis di meja kerja Tuannya tapi dia tidak tahu apa – apa tentang gadis itu dan tidak tahu siapa dia.

__ADS_1


Dia juga tidak memiliki keberanian untuk bertanya. Bahkan nyonya Mandella juga tidak berani bertanya setelah Elson melarang nyonya Mandella untuk menanyakannya.


Tadi malam Elson meminta sekretarisnya untuk bertemu dengan Albert Bora meminta pria tua itu untuk mebiarkan nya bekerja sebagai dokter di rumah sakit Bora dan kakek tua itu begitu terkejut bagaimana pria yang memegang kendali ekonomi dunia ini ingin bekerja di rumah sakitnya.


Tidak, pertanyaan sesungguhnya adalah apa sebabnya? Dia bertanya tetapi sekretaris wanita itu hanya mengatakan sesautu yang direncanakan oleh tuannya orang lain tidak perlu tahu.


Kakek Bora merasa bukankah seharusnya dia harus tahu? Mengingat itu adalah rumah sakitnya. Tetapi kakek tua tidak berani komplein.


Padahal bukan hanya dia yang tidak tahu sebab dari tindakan Tuannya, sekretarisnya juga, jadi mau dia menjawab bagaimana? Akan tetapi meskipun dia tahu juga dia tidak akan memberitahu. Jadi sama saja.


Elayn yang sedang mengobrol santai dengan seorang pasien wanita di taman samping rumah sakit yang sedang mencari udara ditarik paksa oleh Anna meninggalkan wanita tua di taman dengan anaknya tanpa berpamitan, Elayn bingung ada apa dengan sahabatnya.


Apakah ada pasien yang sekarat, dan membutuhkan pertolongan nya? Lelah ditarik oleh Anna, Elayn pun memaksa melepaskan diri.


“Ada apa dengan mu, begitu tidak sabar,” kata Elayn setelah berhasil melepaskan diri sembari merapikan jas dokternya yang ditarik Anna tadi.


“Aku memang tidak bisa menahan diri, ini terlalu tiba – tiba!” Anna begitu terlihat seperti sesuatu yang mustahil telah terjadi, Elayn berpikir apakah langit telah runtuh tetapi tidak, langit masih memandang mereka jauh dari atas sana.


“Apa, apa yang begitu tiba – tiba?” Tanya Elayn.


“Oh, profesor ku yang cantik pria yang tidur dengan mu ada di rumah sakit kita.”


Elayn mematung kemudian dia berkata; “Kalau dia mencariku katakan padanya aku tidak ada.” Elayn bermaksud untuk segera berlari tapi Anna memeluk nya dari belakang tidak membiarkannya pergi.


“Anna apa yang kau lakukan? Lepaskan … ” Elayn berusaha melepaskan diri.


“Profesor ku, kau tahu pria mu itu kerja di rumah sakit kita sekarang.” Elayn diam serentak tidak bergerak seperti dia sedang memproses kata – kata dari Anna.


“Maksud mu … ”

__ADS_1


Hallo readers maaf baru update lagi, Author beberapa hari ini sedang sibuk. Oh ya, jangan lupa like, hadiah poin sama vote nya setelah selesai baca yaaa. Terimakasih banyakkkk


__ADS_2