
Tens Restaurant
Elayn dan Anna sedang makan siang di Tens Restaurant, sebuah restoran mewah yang lumayan jauh dari Rumah Sakit tetapi keduanya rela datang jauh – jauh hanya untuk menyicipi hidangan yang menurut mereka sangat lezat di rustauran itu setelah lama tidak mencoba makan disana lagi.
“Ugh … lezat banget, lumer di mulut,” Anna mengungkap kan rasa puas nya akan hidangan itu seraya mulut nya tidak berhenti untuk terus menguyah.
“Setelah sekian lama, akirnya menyicipi hidangan lezat ini lagi, ugh puas sekali rasanya,” komentar Elayn saat menyelesaikan hidangan terakir di mulutnya.
Saat dia tidak sengaja mengedar pandangannya kedepan matanya tidak sengaja menangkap siluet seseorang yang dia kenal memasuki restoran. Dengan wajah panik, Elayn buru – buru sembunyi dibawah meja.
Ya ampun dia tidak menduga Elson akan datang ke restaurant itu juga, sungguh kebetulan yang tidak dia inginkan. Bagaimanapun wanita itu belum tahu bagaimana cara menghadapi Elson setelah apa yang terjadi tadi malam.
Anna yang masih belum selesai makan pun kebingungan dengan tingkah sahabatnya, dia berpikir mengapa Elayn tiba – tiba bersembunyi dibawah meja.
Anna pun mengamati sekitar dan dia menemukan Elson sedang melewati meja mereka, sepertinya pria itu dan satu orang pria disampingnya menuju ke ruangan VVIP. Dia akhirnya bisa menebak kenapa sahabatnya tiba – tiba bersembunyi.
Stelah Elayn rasa Elson sudah lewat dia segera keluar dari bawah meja dengan secepat kilat menarik tangan Anna yang masih memegang daging yang siap dia santap, gadis itu terkejut diseret dengan paksa oleh Elayn mereka keluar dari Tens resatauran seperti takut di kejar hantu.
Elayn dan Anna sudah di mobil mereka, Elayn bernafas lega setelah berhasil menghindar dari pandangan Elson.
Memikirkan Elson, Elayn kembali mengingat adegan panas mereka tadi malam. Sumpah! Itu benar – benar panas mereka berdua diatas tempat tidur seperti sedang berperang melawan satu sama lain, selama perang mereka sangat menikmatinya.
“Argkk!” Teriak Elayn kencang didalam mobil dia sungguh harus berhenti memikiran adegan itu.
Terlalu panas! Elayn mengacak – acak rambut panjangnya, bayangan semalam tidak berhenti berputar di kepalanya wajahnya bahkan sudah memerah sampai ke telinga.
Elayn menggigit bibir bawahnya tidak tahan dengan bayangan yang terus saja melintas. Anna yang ada disampinya menjadi sangat bingung, Elayn tidak biasanya seperti ini. Wajah memerah sampai telinga.
__ADS_1
“Elayn … ” Anna memanggilnya dengan lembut seraya satu tangan nya memegang pundak Elayn.
“Hah … ” Elayn monoleh dengan wajah polosnya kepada Anna, dia tidak sadar dengan yang dia lakukan.
“Sesuatu terjadi diantara kalian?” Tanya Anna menyelidik seraya menautkan kedua alis matanya.
“Hah! Apa yang bisa terjadi, tidak terjadi apapun dengan kami berdua!” Jawabnya cepat seraya merapikan rambutnya yang berantakan dia berharap Anna percaya.
“Kami berdua?” Anna semakin yakin telah terjadi sesuatu, dan Elayn menyadari pilihan katanya yang salah dia terjebak dengan jawaban nya sendiri.
“Aku tidur dengan nya Anna,” jawab Elayn dengan suara yang pelan dia berkata jujur. Anna shyok bukan main bukan karena apa, itu adalah pencapain yang besar menurutnya dua orang yang memiliki latar belakang istimewa tidur bersama kalau Elayn hamil akan jadi apa anak mereka nantinya?
Anna membayangkan beberapa adegan kecil dikepalanya, dia tersenyum senang dengan isi pikirannya sendiri. Elayn yang disebelah nya menantikan reaksi dari sahabatnya tetapi gadis itu malah asik dengan dunia bayangannya sendiri.
“Ann, kau sama sekali tidak terlihat khawatir,” ucap Elayn yang tidak menemukan respon yang seharusnya dari sahabatnya itu. Elayn pikir bukankah seharusnya Anna khawatir dia di tiduri seseorang?
“Jangan!” Tolak Elayn keras.
Elayn tidak ingin itu terjadi, adik nya Elson itu pasti akan mengacaukan hidupnya jika dia tau, Shasa sudah mempromosikan kakaknya kepada Elayn dan Anna selama mereka berteman.
Gadis itu sangat ingin siapa pun diantara kedua sahabatnya itu menjalin hubungan dengan Elson. Kalau dia tahu yang terjadi antara Elayn dan Elson dia pasti akan berusaha menyatukan mereka sementara Elayn masih ingin lari dari Elson.
“Apa yang salah dengan itu, Shasa pasti akan sangat mendukung.”
“Pokoknya tidak boleh, dia belum boleh tahu.”
“Oh, baiklah … ” Anna tidak banyak menanyakan alasan kepada Elayn, biarkan Shasa tidak tahu yang penting dia sendiri sudah tahu, dia sunggu senang dengan fakta bahwa dia satu – satunya orang yang menjaga rahasia ke dua orang penting di dunia.
__ADS_1
Elayn memperhatikan jam tangannya yang melekat cantik dipergelangan tangan nya, hm sepertinya dia harus kembali ke rumah sakit sekarang.
Dua dokter Cantik itu pun memutuskan untuk kembali, Elayn sibuk menyetir sedangkan Anna masih sibuk dengan dunia banyangan nya akan kehidupan percintaan Elayn.
Kembali keruangan VVIP Tens Restauran, Elson sudah memesan menu yang ingin dia makan dan dia memesan menu yang sama persis seperti yang di pesan oleh meja nomor sepuluh, itu adalah meja yang sebelum nya di pesan oleh Elayn.
Faktanya, Elson sudah melihat Elayn sejak awal sebelum gadis itu sadar akan kehadirannya tetapi karena Elayn tiba – tiba bersembunyi maka Elson memilih untuk mengikuti permainan gadis itu, biarkan dia berpura – pura tidak melihatnya.
“Kenapa memesan sama persis dengan meja nomor sepuluh, kau tahu apa yang mereka makan? tidak tunggu … kau memeperhatikan apa yang mereka pesan? Kenapa menu mereka pas dengan selera mu?”
Kai begitu penasaran ini kedua kalinya Kai melihat sesuatu yang tidak biasa dari Elson Hari ini, apalagi siapa yang ada di meja nomor sepuluh? Mengapa selera keduanya sama persis dengan Bos besar ini?
Kai tidak tahu saja, sejak kecil Elson sudah terbiasa makan dengan mengikuti selera Elayn apapun yang Elayn makan dia juga akan menyukainya.
Dan itu terus berlangsung hingga saat ini, apapun yang dia pesan selama ini olehnya, itu adalah makanan yang dia makan bersama Elayn dahulu bahkan di kediaman Manddella semua masakan yang di masak oleh para pelayan adalah hidangan yang sama saat dia masih bersama dengan Elayn hanya saja tidak ada yang tahu soal ini.
Pertanyaan dari Kai hanya dibalas dengan senyum penuh arti oleh Elson.
“Man … ayolah, jangan membuatku mati penasaran,” Kai mendekatkatkan duduk nya pada Elson, pria itu merangkul pundak Elson.
“Ada apa dibalik semua ini, HM … ” Kai menaikturunkan alisnya meminta Elson agar sahabatnya itu segera menjawabnya.
Elson bukannya menjawab dia malah mengambil tongkat yang berada disebelah kanannya lalu dia menyimpannya di tenganh – tengan antara dia dan Kai.
Reaksi Kai cukiup cepat, dia melompat jauh dari Elson pria itu tahu betul benda keramat itu terlalu menakutkan entah berapa ribu orang yang nyawanya sudah melayang oleh benda keramat itu.
Bersambung.............
__ADS_1
Readers, like, hadiah, dan votenya jangan lupa dipencet yaa, Terimaksih banyakkk