GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 33


__ADS_3

Memang otak dan Filing Nya tidak pernah salah pasti akan ada orang di samping tembok sebelah kiri.


"Oh ho ho anda benar-benar cerdas Nona, tapi aku sudah sering menembak orang, malam ini akan kah pistol ku lebih dulu atau pistol mu yang lebih dulu?" Ucap anak buah Sir Ben sinis.


"Oh, aku juga ingin tahu kira-kira pistol siapa yang akan lebih dulu, jarum ku atau pistol mu." Elayn sengaja menarik perhatian pria itu ke tangan kanan nya yang sedang memegang sebuah jarum besar tepat di jantung anak buah Sir Ben.


Anak buah Sir Ben tentu saja tidak menduganya, wanita ini sejak kapan menaruh tangan nya disana dia Elain berhasil membuat kosentrasi nya terganggu dan Elayn mengambil kesempatan itu untuk memutar tangan anak buah Sir Ben yang sedang memegang pistol dan tentu saja jarum besar itu ditusuk hingga ke jantung pria itu.


Itu benar-benar sangat menyakitkan, seorang dokter tentu saja tahu bagaimana cara membuat orang kesakitan hingga tak tertahankan.


Elayn adalah seorang yang paling memahami seluruh tubuh manusia jadi sangat mudah baginya untuk membunuh dengan titik lemah manusia.


Wanita itu kalau seandainya dia berada di sisi manusia jahat dia mungkin akan menjadi wanita paling jahat dan mematikan di dunia beruntung dia masih memiliki sisi-Nya yang baik.


Anak buah Sir Ben berusaha melawan tapi lagi lagi Elayn memutar tangannya tanpa belas kasihan sedikit pun, dia bahkan memutar leher pria itu sampai benar-benar bengkok. Itu tindakan yang brutal, sama sekali tidak mencerminkan seorang dokter.


"Merepotkan sekali bos seperti apa yang mau dilindungi sampai nyawa sendiri pun tidak mau." Ucap Elayn jengkel dan dia kemudian buru buru berlari ke sebelah kanan untuk kembali mengejar Sir Ben.


Sir Ben sudah berlari terengah-engah di setiap lorong hotel dan Elayn kebingungan karena ada beberapa lorong hotel yang memiliki dua belokan, di tengah kebingungan nya suara Dave tiba-tiba terdengar ditelinga nya.


"Elain belok ke sebelah kanan mu. Sir Ben tidak terlalu jauh didepan."


"Dave? kamu baik-baik saja? Oh ya kamu dimana?"


"Ah jangan tanya lagi aku babak belur. Tapi jangan khawatir aku ada di ruangan  CCTV."


"Sial bukannya hanya beberapa orang kenapa bisa babak belur?"


"Mereka memang beberapa orang tapi semuanya profesional. El jangan bicara lagi cepat lah ke depan."


"Sial Hati-hati didepan mu ada dua orang yang-"


Dua orang yang berniat menghadang Elayn tidak sampai beberapa detik sudah selesai dibereskan oleh Elayn.

__ADS_1


Kaki wanita itu bergerak begitu cepat menyerang musuhnya bahkan tangannya memutar kepala dua orang itu begitu mudah. Dave tidak bisa berkata-kata.


"Didepan mu belok kiri, Sir dan anak buah mereka tidak terlalu jauh didepan."


Elayn dengan sepatu Haighils nya berjalan begitu cepat hingga bunyi rantukan dari sepatu nya sangat terdengar di lorong ruangan yang cukup sunyi.


Dan Elayn hampir saja mendapatkan Sir Ben, jarak mereka tidak terlalu jauh tapi sialnya Sir Ben tiba-tiba tidak kelihatan lagi di lorong.


"Dave dimana orang nya, lorong nya sepi coba lihat CCTV."


"Ah, maaf tadi aku tidak memperhatikan CCTV sebentar, karena memeriksa luka ku. El tunggu sebentar aku akan mencari mereka."


"Ok."


Saat Elayn berjalan pelan mencari Sir Ben sambil menunggu kabar dari Dave, seorang pria Cleaning Servis yang sedang mendorong bak yang berisikan beberapa handuk kotor dari para tamu keluar dari sebuah kamar dan tidak segajah menyenggol Elayn.


"Ma ... maaf Nona saya tidak sengaja melakukannya." Ucap pria Cleaning Servis itu takut jika tamu didepannya marah, dia terlihat sangat gugup Elayn menjadi tidak tega.


"Tidak apa-apa, pergilah lain kali hati-hati." Ucap Elayn yang membiarkan Cleaning servis itu pergi dan dengan senang hati sang cleaning servis pun pergi dengan secepat kilat.


"Astaga ... kenapa tadi kamu tidak bilang."


"Aku baru saja memeriksa nya."


"Cepat lah El didepan ada lift, jangan sampai mereka duluan masuk lift."


"Oh sial! muta terlambat El, mereka sudah masuk lift."


"Kurang ajar! Aku begitu ceroboh mereka lepas begitu saja."


"Masih ada satu jalan keluar, tetapi ini akan berbahaya karena kamu akan  melawan mereka sendirian."


"Cepat katakan saja, kita tidak punya banyak waktu."

__ADS_1


"Balik kebelakang, di bagian belakang ada tangga darurat yang langsung menuju basman."


"Sepakat aku akan lewat tangga darurat."


"Oke aku akan mengikuti Sir Ben dari belakang."


...----------------...


Didalam lift Sir Ben merasa aman karena dia tidak terkejar lagi.


"Erik kenapa bisnis kita ketahuan, apakah kalian tidak bekerja dengan baik?" tanya Sir Ben kepada anak buah nya.


"Itu diluar kendali kami Tuan, tidak ada yang tahu kenapa kita ketahuan. beberapa saat yang lalu kami mendapat  informasi dari beberapa intelejen kita terkait akan ada operasi penangkapan di tempat anda dan kemungkinan ada detektif yang menyamar.Tadinya kami hanya asal tebak saja bahwa anda adalah targetnya tetapi ternyata tebakan kami benar."


...----------------...


Di tangga darurat Elayn benar-benar berlari dengan bertelanjang kaki, sepatu Haighils yang menghiasi kakinya sudah dia lepaskan agar dia lebih nyaman dan bebas saat berlari menuju basman.


Dia berjuang agar lebih cepat sampai dilantai bawah setidaknya dia bisa mengejar Sir Ben. Dia tidak bisa membiarkan pria yang melakukan tindakan kejahatan dimana-mana itu bebas berkeliaran diluar sana dia bersumpah malam ini dia harus menangkap nya.


Butuh waktu lama untuk turun dari tangga sampai basman tetapi akhirnya sampai juga dia diparkiran. Dia mengangkat pistolnya berjalan mengendap-endap di samping mobil mobil yang berjejeran di basman.


Dia mempersiapkan pistol nya, memperhatikan suasana di sekitar tetapi kenapa sangat sepi bukankah seharusnya banyak anak buah Sir Ben disini? Ataukah mereka sudah pergi? Apakah aku terlambat?


"Hei! Hei, Dave. Di basman sepi, kita terlam- " Ucapan Elayn terpotong setelah melihat sesuatu didepan matabnya.


"Kita terlambat? Ah sial bajingan itu lolos lagi." Umpatan Dave tidak dihiraukan lagi oleh Elayn.


Apa yang ada di mata nya saat ini lebih menarik dari apapun. Sir Ben yang tadinya dia pikir berhasil kabur bersama anak buah nya tergeletak di lantai dengan keadaan bonyok di mana-mana semua anak buahnya pun sama bonyok nya dengan dia.


Seorang pria tampan dengan coat hitam panjang nya sedang berdiri bersandar di sebuah mobil, kedua tangannya dilipat ke dada sambil satu tangannya memegang  tongkat bercorak emas dan satu kaki nya dibiarkan menginjak Kepala seseorang yang tergeletak dilantai dia berdiri dengan begitu arogan. Tapi dia terlihat semakin keren dan tampan.


Bersambung............

__ADS_1


Hai readers, seperti biasa setelah bab nya dibaca jangan lupa like, vote, sama hadiahnya yaa. Kalau ada waktu bisa nonton iklan juga hehee, biar author tetap semangat nulisnya, Terimaksihh.


__ADS_2