GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 39


__ADS_3

Dokter yang Lain pun membuka internet untuk mencaritahu lebih banyak mengenai Meliodosis lalu menjelaskannya kepada dokter lain, itu benar – benar Melioidosis. Mereka semua merasa lega itu bukan virus Nipah seperti yang mereka takutkan.


“Dokter Lisa, anda hebat sekali bisa menemukan penyakit pasien lebih awal.” Ungkap Dokter yang lainnya.


“Sebenarnya, itu Dokter Elayn yang memberitahuku.” Jawab Dokter Lisa Jujur.


“Ha?” Mereka menganga lalu menoleh dengan gugup ke arah Dokter Marin.


Sedangkan Marin dia sebenarnya sudah menebak bahwa itu memang ditemukan oleh Elayn, tetapi dia tidak benar – benar berharap itu memang akan menjadi dia.


Marin melihat ke arah kamera CCTV dengan perasaan jengkel, bagaimana bisa Elayn selalu mendahului dirinya.


Ada perasaan tidak terima dihati Marin, Elayn padahal sudah diturunkan dari posisinya tetapi mengapa masih bisa bersaing dengan nya, membuatnya jengkel saja.


Mulai kedepannya dia berpikir harus bisa mengalahkan Elayn, dia bertekat untuk itu!


Elayn yang masih ada di ruang keamanan, hanya bisa tersenyum saat melihat Wajah Marin yang memandangnya jengkel dari kamera CCTV.


Setelah itu dia pun melenggang keluar dari ruang keamanan di ikuti oleh Dokter Anna yang segera menutup laptopnya.


Beberapa menit kemudian Media pun kembali memberitakan bahwa tidak ada penyakit Virus Nipah di rumah sakit Bora itu adalah penyakit lain yang gejalanya sedikit mirip dengan Virus Nipah.


Orang – orang pun mulai santai lagi, merasa lega tidak ada virus mematikan itu di negara mereka.


Semua orang lega tapi Marin keluar dari ruangan UGD dengan wajah yang tidak bersahabat. Dokter yang mengikuti nya dari belakang harap – harap cemas semoga saja mereka tidak menjadi sasaran kemarahan Dokter Marin.


Bagaimana pun mereka semua tahu selama ini Dokter Marin selalu bersaing dengan Dokter Elayn untuk menjadi yang terbaik.


Kali ini mereka merasa kalah lagi dari Dokter Elayn padahal tidak ada sedikit pun dibenak Elayn untuk bersaing dengan mereka, wanita cantik itu hanya ingin agar pasien bisa menerima penanganan yang cepat dan tepat.


Tapi seperti sifatnya, Elayn tidak peduli sama sekali apa yang dipikirkan oleh Dokter lain tentangnya. Biarkan mereka berpikir dia hanya ingin bersaing dengan kakaknya.


......................


Mandella Grup

__ADS_1


Semua staf di perusahaan Mandella sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing – masing yang masih menumpuk, di ruangan paling atas Mandella Grup tepat diruangan CEO seorang sekretaris cantik Elson Mandella mengetuk pintu ruangan Bosnya. Setelah dipersilahkan masuk sekretaris itu pun membiarkan seorang pemuda yang seumuran dengan Bos nya untuk masuk.


Pria muda itu adalah Kaino Xantos, sahabat Elson yang merupakan pemilik Clup malam ternama di negara mereka. Ini memang agak aneh Elson membenci dengan hal – hal seperti itu tetapi dia memiliki seorang sahabat yang merupakan pemilik Club.


Tetapi persahabatan mereka sudah cukup lama, mereka bersahabat tanpa melibatkan bisnis di dalamnya itu adalah murni persahabatan.


Kai masuk kedalam ruangan sahabatnya, dan mendapati yang punya ruangan sedang berseri – seri, dengan wajah bercahaya dimana – mana tumben sekali pikir, Kai.


“Ada apa dengan wajah banyak cahaya ini, apa proyek mu meraup keuntungan lagi?” tanya Kai seraya mendaratkan bokongnya di sofa panjang.


Elson hanya tersenyum kemudian memutar kursi kebesaran nya lalu berjalan keluar menuju Sofa yang di duduki oleh Kai.


“Ini lebih besar dari itu,” ungkap Elson tersenyum penuh arti memandang Kai.


“Apa yang lebih besar dari itu? Berhasil mengakuisisi perusahaan lain?” Kai menebak – nebak, pasalnya yang dia tahu bagi Elson tidak ada sesuatu yang lebih besar selain dari Mandella Grup memproleh keuntungan hingga triliunan.


“No … “ Elson menggoyang – goyang kan jari telunjuknya didepan wajah, berarti bukan itu.


“Bukan? bro lalu apa yang membuat mu begitu senang? Oh, apa Bibi sudah tidak berusaha menjodohkan mu lagi dengan beberapa gadis pilihannya?”


Nyonya Mandella sudah menginginkan Cucu. Dan menurutnya Elson sudah berumur harus secepatnya menemukan pasangan untuk menikah.


“ Hahaa … Ada apa dengan ekspresi itu, tidak ada yang menarik dari gadis yang di pilih Bibi?”


“ Hahh, Tidak ada yang lebih menarik dari diri Nya,” wajah Elson memerah saat tiba – tiba membayangkan apa yang terjadi tadi malam.


Itu pengalaman kedua yang sangat panas, dua – duanya tidak ada yang mau kalah. Malam itu mereka benar – benar betempur seperti dunia akan segera kiamat. Elson memerah dari wajah sampai ke telinga.


Kai sampai memajukan wajahnya untuk lebih dekat mengamati wajah Elson, Kai baru pertama kali melihat wajah Elson yang seperti itu.


Fiks!


Ini adalah wajah orang yang sedang jatuh cinta dan membayangi sesuatu yang erotis. Bos dingin seperti Elson ternyata bisa juga sampai kesana, Ini perkembangan yang bagus menurut Kai. Namun bukankah perkembangan nya terlalu cepat?


“Bro!” Kai menepuk pundak Elson yang sedang melamun membayangkan seseorang dan dia kembali sadar setelah ditepuk cukup kuat oleh Kai.

__ADS_1


“Hah? Ekhem … Kenapa datang menemuiku hari ini, butuh bantuan?” Elson mencoba bersikap santai, menutupi kegugupan nya karena dia tahu Kai pasti tahu apa yang dia pikirkan.


“Bro, siapa gadis itu?” Kai to the point, tepat pada sasaran.


“Hem, gadis mana? Apa yang kau maksud?” Elson sepertinya tidak punya rencana untuk memberitahunya.


“Ayolah Bro, aku bisa membaca wajah mu yang sudah seperti tomat itu,” ternyata Kai masih mengejar jawaban.


“Baiklah, memang ada tapi belum saatnya untuk kau tahu,” Elson memilih untuk lebih baik mengatakan nya dari pada anak muda itu akan mengejar terus jawaban darinya.


“Wow, akihirnya kehidupan mu mulai berwarna juga Bro, tapi gadis yang mana? Apa Gadis yang ada di bingkai itu?” Kai menunjuk ke sebuah bingkai Foto dua anak remaja lelaki dan perempuan yang ada diatas meja Elson, dia tahu betul gadis itu orang yang sangat penting bagi Elson meskipun dia tidak tahu bagaimana history dibelakang keduanya.


“Em, akhirnya kita bertemu,” Elson tersenyum kembali seraya menyandarkan pungungnya ke sofa.


“Itu kabar yang baik, aku penasaran gadis seperti apa dia hingga membuat orang seperti mu begitu setia.”


“Kau akan tahu nanti, tapi belum saat nya.”


“Kalau begitu bukankah kau bisa menghindar dari perjodohan yang Bibi buat? Katakan saja kau sudah memiliki seseorang.”


“Itu tidak akan semudah itu, ada beberapa hal yang sulit dijelaskan.”


Itu memang tidak akan semudah itu, Elson sangat memahami ibunya. Nyonya Mandella itu tidak akan membiarkan anak kesayangannya memiliki pasangan yang menurutnya tidak sepadan dengan keluarga mereka.


Anaknya adalah pria yang luar biasa maka pasangan nya haruslah wanita yang luarbiasa juga. Setidak nya bukan gadis yang memiliki skandal buruk, tetapi gadis yang pendidikannya setinggi langit, karirnya meskipun tidak seperti Elson tapi setidaknya masih bisa menyeimbangkan diri dengan Elson.


Dan gadis yaang dipilih oleh Nyonya Mandella beberapa hari ini semuanya adalah wanita karir yang menempati posisi CEO diperusahaan, atau pewaris dari beberapa keluarga ternama.


Mereka cantik dan luar biasa tetapi itu tatap tidak akan sebanding dengan keberadaan Elayn bahkan jika Elayn tidak memiliki apapun juga Elson tetap akan memilihnya.


Dan masalahnya adalah Elayn belum menerima Elson kembali dalam hidupnya bahkan Elayn juga tidak ingin identitasnya sebagai orang yang memiliki pengaruh besar dalam ilmu kedokteran tidak boleh di bocorkan kepada siapapun.


Kecuali orang – orangnya sendiri. Jadi Elson tentu saja dilema kalau dia dan Elayn berhasil bersama maka kemungkinan ibunya akan menentangnya karena berpikir Elayn tidak sepadan dengan Elson putranya.


Bersambung .....................

__ADS_1


Hai readers, setelah baca bab barunya tolong jangan lupa like, kasib hadiah sama vote nya yahh hehee terimakasih banyakk.


__ADS_2