GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 23


__ADS_3

Elain akhir nya berhasil sampai di Royal Garden, tetapi tempat ini sangat luas dia pun berkeliling untuk mencari keberadaan Elson.


Dan, dapat!


Elson ternyata berada di selatan paling ujung taman, pria itu berdiri tepat di bawah lampu sorot yang tidak terlalu bercahaya sehingga tidak menyilaukan mata.


Saat itu Elson membelakangi Elain dengan kedua tangan nya yang di taruh di dalam kedua saku mantel panjang nya, pria itu tidak menyadari kedatangan Elain.


Elain lelah dan dengan nafas yang tersengal-sengal karena terlalu lelah berlari mencari Elson di taman yang luas. Dia kemudian beristirahat sebentar, memandang pria itu dari belakang, ternyata dia benar Elson belum kembali. Pria itu masih menunggu nya di sini masih sama seperti dulu.


“Elson,” panggil Elain setelah berhasil mengatur nafas nya kembali.


Elson terkejut!


Elson pikir, Elain mungkin tidak akan datang tetapi dia ternyata salah, Elain masih tetap datang meski sangat jauh dari waktu yang di tentukan.


Elson berbalik, dia memandang Elain lekat begitu pun sebalik nya.


“Masih sama seperti dulu, datang jauh dari waktu yang di tentukan.” Ucap Elson seraya mengulas senyum, dia pun berjalan mendekat ke arah Elain.


“Siapa yang setuju akan datang, seperti nya saya tidak pernah setuju dengan undangan anda Tuan Elson.” Jawab Elain ketus.


“Tapi tetap datang kan?” Jawab Elson santai.


“Kalau bukan karena dulu saya ingat anda dulu menuggu saya hingga jam satu malam, saya juga tidak akan datang menemui anda malam ini.”


“Kalau begitu syukurlah dulu ada kenangan seperti itu, dengan begitu kamu pun bisa datang malam ini.”


“Kemari lah,” lanjut Elson, karena Elain tidak menurutinya, Elson pun mendekat. Pria itu tiba – tiba langsung memeluk Elain Erat.

__ADS_1


Tindakan Elson itu terlalu tiba-tiba, Elayn merasa ini tidak benar!


Elson baru saja, tanpa di duga pri itu tiba – tiba memeluk Elain, keberanian dari mana yang telah dia dapat kan.


Sedangkan Elain?


Dalam sunyi nya malam dan hangat nya pelukan Elson, dia terdiam membeku. Jantung nya berdetak terlalu cepat hingga dia yakini Elson pasti dapat mendengar detakan jantung nya.


Namun bukan hanya dia, jantung Elson pun berdetak bahkan lebih cepat dari detak jantung Elain.


Sungguh Nostalgia,


Ini adalah pelukan yang sudah lama Elain rindukan bahkan meski dia membenci pria ini.


Untung saja dia lebih cepat mengetahui hubungan antara Sean Nerro dan kakak – Nya, kalau tidak saat bertemu dengan Elson seperti ini dia tidak akan tahu bagaimana menghadapi perasaan nya.


Elson memejamkan matanya, kemudian menghembuskan nafas nya perlahan dan dia pun mulai berbicara perlahan dengan Elain yang masih berada dalam pelukan erat nya.


“Maaf … maaf kan aku, aku bersalah. Aku tidak seharusnya meninggal kan – Mu saat itu.” Ucap Elson memohon maaf dia sungguh tidak bermaksud menyakiti nya.


Mendengar permohonan dari pria itu Elain semakin menangis sesenggukan dalam pelukan Elson. Dia pun memukul dada Elson berkali – kali melampiaskan kemarahan di dalam hati nya.


Elson tidak berbeda jauh dari Elain, pria serius dan juga arogan itu tidak tahan untuk tidak menjatuhkan air matanya, pelukan yang sudah lama dia rindukan ini akhirnya malam ini dia bisa merasakan nya lagi.


Betapa bahagianya Elson, Elain tidak menolak pelukan nya, meskipun Elain masih tidak berhenti menangis.


“Maaf, saat itu ada beberapa hal yang tidak bisa ku ceritakan pada Mu, malam ini bisakah memberiku kesempatan untuk menjelaskan semua hal yang tidak bisa ku ceritakan dimasa lalu?” Tanya Elson lembut dengan penuh permohonan agar Elai memberi nya kesempatan untuk menjelaskan.


“Elson, apakah menurut – Mu aku sebuah lelucon? Kamu menyakiti ku tetapi sekarang aku bahkan menangis dalam pelukan – Mu,” Ucap Elain melepaskan pelukan nya dengan Elson sembari menghapus air mata nya yang terus membanjiri pipi cantik nya.

__ADS_1


“Tidak, kamu tidak. El beri aku kesempatan untuk menjelaskan, jika menurut – Mu kesalahan ku masih tetap tidak termaafkan meski aku sudah menjelaskan, maka selanjut nya terserah apa pun keputusan –Mu aku akan menerima nya." Ucap Elson serius.


Melihat Elson yang begitu yakin ingin menjelaskan, Elain pun berpikir apakah sebenar nya ada sesuatu yang tidak dia ketahui di masa lalu yang telah terjadi?


Baiklah karena dia juga masih ingin tahu alasan mengapa saat itu Elson meninggalkan nya dengan kata – kata yang begitu menyakiti nya saat itu. Elain pun setuju untuk memberi Elson kesempatan untuk menjelaskan.


Karena Elain bersedia mendengarkan penjelasan – nya, Elson pun menuntun wanita cantik itu untuk duduk di sebuah kursi taman yang lumayan panjang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Mereka pun duduk di kursi taman itu, tetapi duduk agak berjarak dari satu sama lain, dan Elain bersandar di kursi taman, menantikan penjelasan dari pria di samping nya.


Elson memandang Elain, pria itu tersenyum. Bersyukur bahwa Elain mau mendengar nya meski wanita berwajah cantik itu masih menjaga jarak dari nya.


Sebelum menjelaskan semuanya, Elson berdiri kemudian melepaskan sarung tangan hitam yang dia gunakan kemudian mendekati Elain. Elson mengambil posisi jongkok didepan Elain mencoba untuk memasangkan sarung tangan nya kepada Elain agar terhindar dari udara dingin.


"Saya tidak membutuhkan nya Tuan Elson." Elain mencoba menolak tindakan Elson.


"Kamu membutuhkan nya, jangan keras kepala udara terasa lebih dingin malam ini." Jawab Elson tidak mengindahkan penolakan Elain, pria itu kembali serius memasangkan sarung tangan itu. Elain menyerah, dia tidak ingin berdebat dengan Elson, lagi pula udara memang terasa lebih dingin malam ini.


Setelah selesai memasangkan sarung tangan pada Elain, Elson juga memperbaiki syal yang dipakai Elain, agar leher wanita itu tertutup dengan baik. Elain benar-benar dejavu, semua yang dilakukan Elson persis seperti saat dulu mereka bersama pria itu sangat lembut padanya. Lagi-lagi Elain sangat menayangkan perpisahan menyakitkan mereka dimasa lalu.


Setelah beberapa saat Elson selesai menata syal Elain, pria itu pun memulai penjelasan – Nya


Namun sebelum memberitahu Elain mengapa dia meninggalkan – Nya saat itu, Elson terlebih dahulu menceritakan mengapa dirinya dulu tinggal di Amerika sejak dia berusia lima tahun dan hanya di temani oleh pengasuhnya kemudian secara kebetulan dia menjadi tetangga Elain.


Elson memberitahu Elain bahwa dia tinggal di luar Negeri karena itu merupakan salah satu cara keluarga Mandella mendidik pewaris mereka untuk menjadi Mandiri dan dewasa serta mampu membuat keputusan yang tepat dan mampu memecah kan masalah sesulit apapun untuk bertahan hidup, sehingga mereka baru pantas untuk menjadi pemimpin keluarga Mandella selanjutnya.


Bersambung............


Sebelum baca BAB selanjutnya tolong di like, Vote sama kasih hadiah dulu ke Author ya, biar author semangat nulis nya. Terimakasih sudah membaca🌹

__ADS_1


__ADS_2