GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 30


__ADS_3

Bellmere Hotel


Ini adalah hotel bintang lima yang hanya bisa dimasuki oleh para konglomerat saja. Ballroom Bellmere Hotel sudah dipenuhi oleh tamu undangan yang hadir untuk merayakan pertunangan salah satu  konglomerat muda negara A.


Dilihatnya memang kedatangan orang orang adalah untuk merayakan pertunangan tetapi sebenarnya hanya untuk ajang pamer dan saling mengenal untuk mencari partner bisnis baru dan ada juga yang datang untuk mencari muka entah kepada pengantin atau pun kepada sesama pebisnis lainnya. Di ruangan ini banyak wanita cantik, artis wanita terkenal dan pria tampan kaya raya.


Ada juga Albert Bora dan Marin Bora serta keluarga Nerro tetapi mereka tidak saling bicara.


Disaat-saat semua orang sedang saling mengobrol dengan sesama Mitra bisnis mereka, kedatangan seseorang pria tampan dengan gaya nya yang khas yaitu membawa sebuah tongkat bercorak emas yang entah apa fungsi nya orang orang tidak tahu tetapi ketampanan pria itu malam ini benar-benar menarik perhatian dari para wanita.


Dia sangat tinggi, rambutnya tertata rapi, kulit nya putih mulus, wajah nya sangat mulus, hidungnya mancung pas dan yang paling menggoda adalah bibirnya yang proporsional dan berwarna pink layaknya bibir seorang gadis muda.


Bibir nya itu benar-benar menggoda iman para wanita.


Dia seperti pria yang datang dari dunia fantasy seorang pangeran yang ketampanan dan latar belakang nya tidak bisa dibandingkan dengan pria mana pun di dunia ini.


Dia adalah pria yang paling dikenal oleh kalangan konglomerat dunia, dan semua orang pun menghentikan segala kegiatan mereka di ruangan itu dan pada akhirnya semua orang menaruh segala perhatian mereka kepada pria yang tampan itu dan disebelah pria tampan itu ada seorang wanita cantik yang menggandeng tangannya.


Semua orang mengenal wanita itu, dia adalah artis cantik negara A, yang biasanya menemani sang pria di setiap acara yang mengharuskan membawa pasangan.


Ya, mereka adalah Elson si penguasa dunia teknologi dan Sonya pasangan nya malam ini, artis peran terkenal ibu kota. Pria tampan itu benar-benar membawa Sonya setelah Elayn ternyata benar-benar tidak menghubungi nya kembali untuk menjadi pasangan nya.


Elson kemudian jalan menuju si pemilik acara malam ini yang adalah temannya sendiri. Dia berjalan dengan sangat elegan, tangan kirinya digandeng Sonya sembari memegang tongkat dan tangan kanannya sambil berjalan mengambil segelas anggur merah yang berada di samping jalan yang dia lewati.


"Hay bro, akhirnya ternyata datang juga." Ucap sang pemilik acara, teman Elson yang bernama Daren.


"Selamat atas pertunangan mu, seandainya bukan karena dipaksa oleh mu untuk datang, aku juga tidak akan datang. Kau hanya mau pamer saja kalau aku adalah teman mu." Elson tahu betul teman nya.

__ADS_1


"Kau mengenalku dengan baik bro, dengan adanya pangeran kekayaan disini orang-orang tidak akan ragu-ragu untuk jadi Mitra bisnis perusahaan ku hehe. Terimakasih sudah datang."


"Kau menjual teman mu." Ucap Elson sambil menggoyang-goyangkan gelas anggurnya dengan pelan.


"Ekhem, oh ya hai Sonya kali ini kamu menemani pria ini lagi sebagai pasangan nya, apakah sekarang ada kemajuan?" Teman Elson mengalihkan pembicaraan.


"Jangan sembarangan bicara." Bukan Sonya yang menjawab melainkan Elson sendiri. Dia menjawab dengan nada nya yang serius. Sedangkan Sonya hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan sahabat Elson.


Beberapa saat kemudian Elson sudah duduk di sudut ruangan sedang berpangku kaki masih dengan segelas anggur merah ditangannya yang terus dia teguk kemudian gelas kaca itu kembali di goyang goyang pelan oleh nya.


Tubuh nya ada disini tetapi pikiran nya ada di tempat lain, Sonya juga dapat merasakan nya.


Sebenarnya dia sangat bosan di sana dia ingin secepatnya pulang apalagi dia tidak tahan dengan pebisnis yang terus mendatangi nya untuk hanya sekedar berbicara atau pun menyapanya tetapi temannya meminta dia untuk bertahan sedikit lagi.


Pesta mewah di Ballmer hotel yang baru saja dimulai beberapa saat lalu itu di kejutkan lagi oleh kedatangan sepasang pasangan yang datang dengan bergandengan tangan.


Dia adalah wanita bertopeng yang sering datang setiap kali ada pesta yang diadakan oleh kalangan elite. Mereka tidak pernah tahu Identitas sebenarnya dari wanita itu bagaimana pun mereka mencari tahu nya.


Elayn dan teman prianya datang dengan cara mereka sendiri. Elayn masuk dengan gaya dia yang biasanya, seksi dan menggoda. Bahkan jika dia memakai topeng orang-orang tetap akan  tahu dia pasti wanita yang sangat cantik.


Kedatangan nya menyita perhatian semua orang tentu saja tidak termasuk yang sedang duduk disudut ruangan.


Yang paling terkejut adalah sang pemilik acara, teman Elson itu sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Seingat dia, dia tidak pernah mengundang kedua orang itu ke acara nya.


Dia bahkan sudah memastikan kepada tunangan nya bahwa dia juga tidak mengundang kedua orang ini.


Elayn dan teman prianya mengambil masing-masing segelas anggur merah dan pergi ke pengantin untuk memberikan ucapan selamat.

__ADS_1


"Hai tuan Daren, selamat atas pertunangan kalian semoga lancar sampai pernikahan." Ucap Elayn memberi selamat dengan cheers gelas anggur merah mereka. Elain sangat percaya diri sedangakan Daren agak canggung karena memang dia tidak mengenal wanita bertopeng ataupun pria disampingnya.


Tetapi dia hanya tersenyum dengan keadaan itu tanpa mengungkapkan apapun.


"Tuan Daren, boleh kah kami ngobrol dengan kolega lainnya?" Ucap Dave teman pria Elayn.


"Oh, ya silahkan bergabunglah dengan mereka." Ucap Daren masih canggung.


"Terimakasih." Ucap Elayn tersenyum manis kemudian mereka berbalik menuju  kerumunan.


...----------------...


Elayn dan teman prianya pun berbaur dengan tamu undangan lain. Orang-orang pun beramai-ramai berebutan untuk saling menyapa dengan Elayn.


Sedangkan Daren dan tunangan nya pergi duduk bersama dengan Elson disudut ruangan yang sedikit minim cahaya.


Kembali kepada Elayn, Wanita cantik ini sedang mengamati setiap orang yang mendekati nya begitu pun teman prianya mereka sedang mengamati semua orang entah tujuannya apa.


"El, target kita tidak kelihatan." Bisik teman pria Elayn ditelinga Elayn yang sedang asik ngobrol dengan beberapa pebisnis muda.


"Periksa disudut ruangan." Ucap Elayn pelan sambil mengembangkan senyuman nya seolah-olah mereka sedang saling menggoda di mata orang lain.


Dave pun berpura-pura menyapa yang lain sambil menjauh dari Elayn dia berjalan senatural mungkin untuk segera memeriksa setiap tamu yang ada disudut ruangan, tanpa dicurigai oleh siapa pun.


Sampai di sudut ruangan Dave mengamati beberapa orang yang ada di sana yang sedang ngobrol dengan Mitra bisnis mereka.


Bersambung...............

__ADS_1


Seperti biasanya, setelah baca jangan lupa like, vote, dan kasih poinnya yaa readers. Terimaksihh hadiah dari kalian menyamangatiku untuk terus menulis.


__ADS_2