
Elain pun memeriksa nama yang tertera di layar Handphone Shasa. Ternyata nama yang tertera di sana adalah ‘KAKAK’ semuanya menggunakan huruf besar. Shasa memang sangat unik. Pikir Elain.
Karena takut itu telepon yang penting, Elain pun memberitahu Shasa bahwa kakak nya menelpon namun Shasa seperti nya terlalu senang menyanyi hingga lagi – lagi dia tidak menggubris panggilan dari Elain.
Oleh sebab itu Elain memilih untuk mengangkat nya saja, siapa tahu ada yang penting atau kakak nya mungkin sedang khawatir dengan Shasa yang belum kembali.
“Shasa, kamu di mana, pelayan mengatakan kamu tidak ada di Apartemen, dan kenapa di tempat Mu, sangat berisik?” tanya sang kakak dengan suara berat nya yang penuh dengan nada interogasi.
“Halo maaf, saya bukan Shasa tapi saya teman nya, kami sedang ada di Bar sekarang.” Jawab Elain seadanya.
“Bar! Siapa yang menyuruh mu membawa Shasa ke sana? tahu kah kamu Shasa peminum yang buruk?” Ucap kakak Shasa dengan nada suara nya yang semakin meninggi.
“Saya tahu, jemput dia sekarang, seperti nya Shasa mabuk.” Ucap Elain.
“Kirim lokasi nya.”
“Baik.”
****
Starlight Bar
Seorang pria dengan pakaian kasual nya namun tetap terlihat gagah dengan kaki panjang nya terburu – buru memasuki starlight Bar dimana adik nya berada.
Pria itu di bawa masuk oleh dua Bodyguard nya menuju lantai atas, tidak ada yang menyadari kehadiran nya karena memang orang – orang masing – masing tengah sibuk dengan kesenangan mereka sendiri.
Pemilik Bar juga datang menjemput nya setelah tahu pria muda dengan bisnis mendunia ini datang di Bar nya entah karena apa.
Ruang VVIP
“Shasa, berhentilah bernyanyi, sebentar lagi kakak Mu, akan datang. Rapikan pakaian Mu,” Ucap Elain, kemudian berusaha mengambil Mic dari Shasa. Namun Shasa tidak membiarkan nya, wanita muda itu terus bernyanyi sesuka hati nya dengan nada tinggi yang tidak jelas.
__ADS_1
“Ck, Jangan merusak kesenangan ku dengan menyebut kakak ku itu, jika tidak nasib sial akan menimpa ku.” Jawab Shasa sembarangan seraya masih mempertahankan Mic nya yang berusaha Elain ambil.
“Benar, malam ini kita harus bersenang – senang, Shasa ayo kita lanjut.” Sahut Anna yang membantu Shasa menjauhkan Elain agar mereka bisa bernyanyi.
“Nona El, biarkan kami berdua menghibur Mu, Shasa ayo nyanyi satu … dua … tig –” Baru saja Anna mulai menghitung agar mereka segera segera bernyanyi dan berjoget.
Namun suara berat seseorang mengehentikan segala aktivitas keduanya yang baru saja hendak berjoget ria.
Seorang laki – laki yang sangat tampan berdiri di bawah cahaya lampu yang redup di ruangan itu, dia bagaikan dewa yunani di jaman kuno, sangatlah tampan.
Laki – laki itu berdiri di pintu masuk dengan gaya yang sangat arogan tetapi tetap saja dia terlihat sangat keren dnegan cara nya yang seperti itu. Pantas saja dia menjadi pria idaman kaum Hawa.
“K – kakak.” Ucap Shasa spontan. Dia terkejut karena kakak nya yang tidak suka datang ke tempat seperti ini tiba- tiba saja muncul di depan nya.
Kesialan ternyata benar – benar menimpa Shasa sekarang.
“Hei Shasa, dia benar – benar kakak Mu?” tanya Anna tidak percaya, ternyata orang yang selama ini Shasa banggakan ternyata memang setampan ini.
Dan juga orang ini identitas nya tidak biasa, Anna sampai – sampai menganga baru sadar ternyata Shasa adalah orang dari keluarga itu.
“Jimi, ambil barang – barang Nona Shasa.” Perintah si dewa Yunani kepada salah satu Bodyguard nya.
“Baik Tuan.” Jawab sang bodyguard singkat.
Setelah itu pria yang di ketahui sebagai kakak nya Shasa pun melangkah kan kaki nya mendekati Shasa dan dia bermaksud mengendong Shasa untuk di bawa pulang.
Dan pria itu sama sekali tidak memperhatikan sekitar dia hanya menaruh fokus nya pada sang adik, dia sama sekali tidak menyadari bahwa sejak awal saat dia masuk ke ruangan itu seorang wanita yang sedang duduk sendiri di pojok sofa telah menatap nya begitu tajam.
“Shasa, ini terakhir kali nya kakak melihat Mu, minum.” Ucap pria itu meraih pinggang Shasa untuk dia gendong.
Namun Shasa tiba – tiba dengan kepala nya yang masih pusing berlari terhuyung – huyung mendekati Elain yang berada di sofa yang tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
“El, aku belum ingin pulang tolong sembunyikan aku.” Ucap Shasa yang kemudian menghambur ke pelukan Elain, sesaat kemudian dia tiba – tiba pingsan.
Pingsan nya Shasa tidak mendapat respon dari kakak nya, pria itu malah berdiri mematung di tempat sedikit pun tidak bereaksi.
Melihat itu dua bodyguard nya pun berinisiatif membantu Nona Shasa. Kemudian membawa gadis itu pulang membiarkan sang Bos di ruangan itu.
Para bodyguard mengerti seperti nya sang Bos memiliki sesuatu yang mereka tidak perlu tahu ataupun ikut campur.
Kembali ke Bar
Ternyata di Bar juga hanya tertinggal Elain dan sang pria tampan. Sedangkan Anna, melihat gelagat kedua orang itu yang tidak beres seperti ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. Jadi Anna pun memberikan ruang kepada kedua nya untuk berbicara.
Elain berdiri saling memandang dengan pria tampan itu, kedua nya seperti orang bisu yang tidak mampu mengatakan sepatah kata pun.
Sesungguh nya Elain saat ini menahan rasa marah, benci, dan berbagai pertanyaan yang terus saja mengusik hati dan pikiran nya, tentang mengapa pria di depan nya menyakiti nya di masa lalau dengan begitu dalam nya.
Dan masih banyak hal lain yang ingin Elain pertanyakan namun tidak mampu dia ucapkan.
“Lama tidak bertemu,” Ucap pria bak dewa Yunani itu setelah mereka berdiam begitu lama.
“Ya, lama tidak bertemu tuan Elson Mandella.” Jawab Elain seolah – olah tidak pernah ada masalah sebelum nya di antara mereka berdua.
‘Tuan Elson Mandella’ panggilan itu benar – benar sudah tidak seperti dulu lagi. Biasa nya pria yang bernama Qabil Elson Mandella itu Elain akan selalu memanggil nya ‘kakak El’.
Jadi mendengar cara Elain memanggil nya dengan sangat Formal, Elson pun menyadari kebencian yang ada di dalam hati gadis yang berdiri di hadapan nya ini, pasti sangat besar kepada nya.
Elson bahkan tidak berani untuk hanya sekedar berbasa-basi, jadi memilih untuk diam dan mendengarkan apa pun yang akan di ucapkan oleh Elain kepada nya.
“Jadi Shasa adalah adik, Mu?” tanya Elain.
“Ya,”
__ADS_1
“Ternyata Tuan Elson memiliki adik juga, orang terhormat seperti anda memang pantas bagi saya yang orang biasa untuk tidak mengetahui apa pun.” Ucap Elain tertawa kecil, dan terdengar sangat menyindir di telinga Elson.
...Teman-teman pembaca tolong jangan lupa like nya yah, poin juga boleh atau bahkan vote lebih boleh lagi😊 agar Author tetap semangat nulis nya hehee Terimakasih sudah membaca.🌹...