
Elson tidak tahu apa yang Elayn pikirkan pria itu hanya membawa wanita yang masih digandeng oleh nya itu menuju kamar pribadinya. Elayn bahkan mulai deg – degan melihat Elson membuka pintu kamar.
Ya ampun, ini tidak seperti yang aku pikirkan kan? Elayn mulai bergejolak dalam batin nya.
Dan lihat! kamar yang begitu luas dan ada wangi Elson dimana – mana, Elayn bahkan sudah tidak berani melihat kearah kasur, Elayn mulai menggigit bibir bagian bawah nya khawatir.
Tetapi setelah diperhatikan lagi Elson tidak membawanya kekasur pria itu membuka Gorden abu – abu panjang di sebelah kanan kasur dan terpampanglah sebuah sofa panjang untuk istirahat dan ada juga kolam renang luas yang hanya terhalang oleh pintu kaca.
Elson membuka pintu kaca itu dan membawa Elayn duduk disofa samping kolam renang.
“Duduk disini dulu aku akan membuat teh hangat sebentar.” Ucap Elson sambil membenarkan coat milik nya yang masih dipakai oleh Elayn agar menutupi tubuh wanita cantik itu mencegahnya masuk angin. Dan buyarlah sudah pikiran mesum Elayn yang tadinya sudah kemana – mana.
“Huff, apa yang sebenarnya aku pikirkan.” Ucap ELayn pada dirinya sendiri setelah kepergian Elson.
Beberepa saat kemudian Elson kembali lagi dengan secangkir teh di tangannya.
“Ini minumlah selagi hangat.”
“Terimakasih,” ucap Elayn kemudian meneguk teh yang diberikan Elson. Sesekali dia akan meniupnya kemudian meneguknya lagi. Elson bahkan memperhatikan setiap gerakan kecil Elayn. Entah apa yang dipikirkan oleh pria itu.
“Selain dokter, profesor, apalagi pekerjaan mu? Detektif? Kamu bekerja dengan pemerintah?” tanya Elson disela – sela keheningan mereka. Dan setahu Elson, Elayn tidak suka bekerja dibagian pemerintahan yang terkesan mengontrol dirinya.
“Itu hanya sebuah organisasi yang didirikan oleh kolega ku beberapa tahun lalu, kita tidak berada dibawah pemerintah manapun. Pemerintahlah yang membayar kita untuk menangkap orang – orang merugikan negara. Sir Ben itu orang brengsek yang melakukan perdagangan manusia.” Jelas Elayn.
__ADS_1
“Aku tahu ada Organisasi seperti itu, tapi aku tidak tahu kau bergabung didalam nya.” Itu memang organisasi yang cukup dikenal oleh beberapa negara dan para pengusaha yang pernah menggunakan jasa mereka untuk menangkap buronan yang sulit dicari.
“Itu berbahaya.” Lanjut Elson. Pria itu menggenggam tangan Elayn menyalurkan rasa khawatirnya agar wanita itu tahu. Dengan itu Elain meletekan cangkir nya kembali.
“Ada beberapa hal yang ingin kucari tahu melalui organisasi ini. Itu sangat penting, aku tidak bisa berhenti sampai aku menemukan apa yang aku cari.” Ucap Elayn memandang lurus kedepan dengan nadanya yang serius, wanita itu seperti sedang memikirkan seuatu yang Elson tidak ketahui.
Elson memandang wajahnya cukup lama, kemudian pria itu pelan – plan tangan nya menyusuri pipi Elain, meletakan tangan kanannya disebelah kanan pipi Elayn dan satu tangan pria itu menggenggam tangan kiri Elayn.
Pelan tapi pasti Elson membuat Elayn menoleh kearahnya. Mereka saling memandang untuk beberpa saat, Elayn tidak mengatakan apapun hanya mengikuti arus yang dibawa oleh Elson.
Elson semakin mendekat kearah Elayn, wajah dan tubuh mereka sangat dekat hingga Elayn bahkan dapat merasakan hembusan nafas Elson diwajahnya. Saat itu jantung Elain berdetak kencang.
“Kau tahu, kau dapat mengandalkan ku.” Ucap Elson berbisik ditelinga Elayn dengan suaranya yang terdengar parau seperti menahan sesuatu.
Telinga Elayn bahkan sudah memerah mata gadis itu sudah terpejam menikmati elusan tangan Elson di lehernya dan belum lagi satu tangan pri itu yang ada di pahanya. Elson benar - benar berhasil melakukan sesuatu tanpa benar - benar membuat Elain menyadari arahnya.
Sambil matannya yang masih terpejam Elayn berkata dengan suaranya yang sudah cukup parau juga; “Aku akan mencarimu jika aku tidak mampu.” Meskipun dia tahu mereka sudah lama tidak bertemu satu sama lain tetapi mereka masing masing dapat merasakan sepertinya mereka masih dapat mengandalkan satu sama lain.
Dan di fase ini detak jantung keduanya sudah tidak normal. Elson tidak tahan, pria itu menarik pinggang Elayn mendekat kearahnya, tindakannya itu pun menghilangkan jarak diantara mereka.
Elson membuat permulaan, pria tampan itu mendekatkan wajahnya bersentuhan dengan wajah Elain, kemudian dengan lembut ia mengarahkan bibir nya menyusuri bagian leher Elain.
Tindakan Elson ini seperti sebuah sengatan listrik bagi Elain, perasaan manis pun tiba tiba menghujam seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Elain pun terbawa suasana, tangan nya pelan pelan masuk menelusup kedalam kaus Elson kemudian mulai meraba - raba dada bidang pria tampan itu.
Elson yang mendapat respon yang positif dari Elain pun merasa di atas awan, dia tidak bisa menahannya. Hingga pria itu pun langsung mengecup bibir Elain lama. Elson menunggu respon dari Elain apakah Elain mengijinkannya untuk terus menciunnya atau menolaknya dan ternyata Elain masih orang yang sama di masa lalu dia bukan tipe yang pasif. Dia membalas ciuman Elson bahkan dia sangat aktif pada ciuman itu.
Bibir mereka pun saling bertautan. Di antara Elayn maupun Elson tidak ada yang mengalah dalam berciuman bagaimanpun keduanya bertipe alfa.
Sungguh rasa yang sama, bibir yang pernah mereka rasakan bertahun – tahun yang lalu. Demi Tuhan mereka tidak akan pernah melupakan rasanya pada saat itu.
Ini sudah di luar kendali, Elson benar – benar merindukan bibir Elayn. Pria itu, ******* yang awalnya perlahan dan penuh perasaan namun lama – lama lumatannya menjadi panas dan bergairah dia mengabsen semua bagian dalam mulut Elayn.
Dan lihat saja, dari bibir pria itu sekarang berpindah turun lagi ke leher Elayn. Tangan nya bahkan tidak tinggal diam meraba kemana –mana. Bukan hanya Elson, Elayn juga sudah di atas awan dia juga meraba Elson di mana – mana. Sekali lagi dua orang ini bertipe Alfa, keduanya sama sama ingin menguasai permainan.
Elayn, bahkan dengan sendirinya membuka pakaian Elson. Pria itu menuruti. Elayn membuat Elson duduk di sofa dan dia duduk dipangkuan Elson kemudian menciumnya kembali setelah berhasil melepaskan baju pria itu. Elain sangat seksi saat dia bertingkah liar seperti ini, dan Elson menyuakainya.
Elson tahu kegiatan panas mereka tidak akan berkhir hanya sampai disana. Jadi dia berinisiatif mengangkat Elayn yang sedang meciumnya membawa gadis itu kedalam kamar untuk melanjutkan aktifitas panas mereka disana. Dan sama sekali tidak ada penolakan dari Elain bahkan di jalan menuju kasur mereka masih terus berciuman.
Dan akhirnya terjadilah pertempuran panas diatas ranjang sepasang manusia yang sudah lama merindukan sentuhan satu sama lain.
......................
Pagi hari beri berikutnnya, waktu telah menunjukan pukul delapan lewat tiga puluh menit. Ini seharusnya sudah waktunya beraktifitas seperti biasa di rumah sakit Bora, tetapi Elayn masih berbaring nyaman dipelukan seseorang yang menjadi pasangan tempurnya semalam.
Bersambung......
__ADS_1
Hay readers, selamat membaca yaa maaf baru update ( Author memiliki kerjaan lain yang tidak bisa ditinggal hehe). Terimakasih sudah menunggu. Oh ya jangan lupa like yaa, hadiah sama vote juga, biar Author semakin semangat nulisnya. Terimakasihh.