GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 17


__ADS_3

Elson yang tidak mau Elain berpikir bahwa dia di anggap sama saja dengan orang biasa lain nya, pun menjelaskan.


“Bukan hanya kamu tetapi semua orang pun tidak mengetahui nya, kecuali keluarga terdekat.” Jawaban Elson yang bermaksud menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud merahasiakan itu dari nya.


Dan memang semua orang juga tidak tahu bahwa dia memiliki seorang adik. Namun Elain adalah wanita yang cerdas tentu saja dia bisa membuat jawaban Elson menjadi terdengar salah.


”Oh benar juga, saya lupa bahwa saya adalah orang luar.” Sambung Elain tertawa kecil, dan lihat penjelasan Elson yang tadi nya bermaksud baik kini menjadi bumerang untuk pria itu.


Ya, Elain memang pintar mencari celah dari setiap ucapan Elson sehingga membuat jawaban pria itu selalu terdengar salah.


Di masa lalu hal seperti ini juga sering terjadi. Ketika dua otak jenius bertemu, mereka akan saling berdebat serta mencari celah dari setiap jawaban dari lawan bicara.


“Maaf bukan begitu mak – ” Elson baru saja ingin menjelaskan lagi tetapi Elain langsung memotong nya.


“Tuan Elson, seperti nya saya harus kembali. Orang rumah sudah menelpon.” Potong Elain setelah mendengar nada dering telepon dari Handphone nya.


Elain bersyukur bahwa telepon dari kakek nya menyelamatkan nya dari situasi yang sangat buruk ini.


“Aku bisa mengantar, Mu?” tanya Elson berharap Elain bersedia di antar oleh nya.


“Tuan Elson itu tidak perlu, saya bisa mengendarai Mobil saya sendiri.”


“Tapi kamu baru saja minum Alkohol.”


“Tidak masalah, saya juga tidak pusing apalagi mabuk, selamat malam.” Setelah ucapan selamat malam, Elain langsung menyambar jaket dan tas nya kemudian meninggalkan Elson terlebih dahulu.


Sesampai nya di parkiran, Elain dengan cepat mengendari Mobil nya, sama sekali tidak ingin berpapasan dengan Elson.


Malam ini entah kenapa mobil yang melintasi jalan kota terlihat sangat sedikit, menambah kesan sepi di tengah malam yang harus masih nya sangat ramai.


Di dalam Mobil nya Elain memiliki perasaan campur aduk, rasa sakit hati nya adalah yang paling besar sehingga dia pun tidak bisa menahan nya lagi. Air matanya turun begitu saja.


Sedangkan di belakang Mobil nya tanpa dia sadari Elson terus mengikuti nya, pria itu mengawasi Elain hingga sampai di kediaman Bora dengan selamat.


***

__ADS_1


Pov Elain


Suasana hati ku sedang sangat tidak baik dari sejak aku mengetahui hubungan romantis antara kakak Tiri ku dengan Tunangan ku yang rencana nya minggu depan kami akan menikah.


Rasanya sakit sekali tapi lebih dari itu rasa marah lebih dominan menguasai hati ku, aku marah bahwa aku di permainkan dan aku lebih kecewa pada diri ku sendiri, mengapa dengan begitu mudah nya aku diperdayai oleh orang lain.


Untuk menghilangkan perasaan marah di hati ku, akhir nya berakhirlah aku mengajak kedua sahabat ku ke sebuah Bar terkenal di kota A.


Malam ini aku dan kedua sahabat ku untuk menghilangkan perasaan jengkel kami terhadap manusia yang berjenis kelamin pria di dunia ini, kami pun memutuskan untuk minum hingga mabuk.


Namun sayang nya seberapa pun banyak nya aku minum sama sekali tidak membuat ku mabuk, pusing pun juga tidak padahal kedua sahabat ku sudah mulai linglung.


Sudah tengah malam seorang pria yang selama sebelas tahun tidak pernah lagi muncul di kehidupan ku, malam ini tepat di malam terburuk ku ini dia tiba – tiba berada tepat d hadapan ku.


Tidak di sangka ternyata dia adalah kakak dari sahabat terdekat ku, mengapa? mengapa dia muncul lagi dan mengapa muncul di waktu terburuk ku.


Ya, Tuhan, aku sangat mengerti diri ku sendiri bahwa aku paling lemah berhadapan dengan pria ini, jangan! Aku tidak mau luluh dengan pria ini.


Oh, hati dan pikiran ku tolong jangan lari ke pelukan nya, ingatlah selama ini kau telah membenci nya hingga ke tulang – tulang Mu, perbuatan nya sangat buruk pada Mu di masa lalu.


Apa yang harus ku lakukan, aku membenci nya tetapi aku bahkan tidak mampu memberi nya sumpah serapah, aku tidak mampu merendahkan nya.


Aku juga tidak mampu mencecar nya dengan  dengan berbagai kata kasar yang sedari dulu ingin ku lontar kan pada nya.


Sekarang seperti nya kebencian ku selama bertahun – tahun terasa hilang begitu saja dengan kehadiran nya malam ini. 


Di otak ku saat ini hanya ada berbagai pertanyaan tentang mengapa meninggal kan ku dengan cara yang menyakitkan seperti itu.


Aku tidak lagi mampu berada di ruangan yang sama dengan nya, hingga aku pun memilih untuk segera pulang ke rumah.


Ya, untung saja pada saat itu kakek ku menelpon, jadi aku bisa segera menghindarari keadaan yang rumit ini.


Di dalam Mobil ku, aku akhir nya tidak bisa lagi menahan air mata ku yang sejak tadi ku terus ku tahan.


Aku menangis sejadi – jadi nya, untung saja jalan kota sepi malam ini jadi aku bisa membawa mobil ku sepelan mungkin sembari sesenggukan.

__ADS_1


Hah, aku seperti nya mengingat kembali masa – masa indah kami dulu dan seandainya dia tidak pernah melukai ku mungkin aku akan hidup dengan sangat bahagia sampai saat ini.


***


Pov Elson


Adik – ku adalah peminum yang buruk, tidak ku kira dia akan berada di Bar bersama teman nya malam ini, bukan apa – apa aku pria yang sangat benci dengan yang nama nya Bar.


Bagi ku Bar adalah tempat berkumpul nya manusia – manusia kotor yang berbisnis ilegal dan dan pemain wanita atau pun pria.


Tetapi mengapa adik – ku sendiri malah sangat suka berada di Bar hanya untuk sekedar minum? bukankah di rumah alkohol juga ada? sangat aneh! 


Aku pun akhir nya memilih menjemput gadis nakal itu dengan tangan ku sendiri, namun sesuatu hal yang tak pernah ku bayangkan di mana di tempat yang ku anggap kotor itu wanita yang kucintai sejak dia masih kecil hingga saat ini, berada di Bar ini.


Ini sungguh mengejutkan jantung ku, kami saling berhadapan, sebagai orang yang arogan dan tidak pernah takut terhadap apa pun di dunia ini tetapi di depan wanita ini aku bahkan sangat sulit untuk sekedar membuka mulut ku.


Aku takut bahwa dia sangat membenci ku. Demi Tuhan, aku sangat merindukan nya. Sudah bertahun – tahun segala upaya ku lakukan untuk tidak mencari nya.


Aku bahkan menghindar dari segala hal yang berhubungan dengan dunia kedokteran hanya untuk menjauh dari lingkungan yang berkaitan dengan wanita ini.


Tetapi Tuhan malah mempertemukan ku dengan nya dimana aku bahkan tidak tahu apa yang harus ku ucap kan pada nya.


Dan lihatlah, gadis yang dulu masih sangat muda menjadi wanita yang sangat dewasa sekarang, dia sangat cantik aku sangat ingin memeluk nya, tetapi tidak!


Aku harus menahan nya kalau tidak, aku pastikan dia akan menendang ku dengan sangat kejam.


Setelah sekian lama berdiam aku akhir nya memberanikan diri untuk memulai percakapan dan ternyata wanita kesayangan ku ini masih bersedia merespon ku, tetapi jawaban nya sungguh sangat Formal, kita seperti orang asing.


Hati ku sakit, tetapi aku berusaha menahan nya. Hanya sedikit obrolan dan dia langsung berpamitan setelah Handphone nya berdering.


Ku rasa dia sangat bersyukur ada yang menelpon nya, karena dengan begitu dia bisa menghindar dari ku.


Karena dia tidak mau ku antar, terpaksa aku hanya bisa mengikuti nya secara diam – diam.


 Aku ingin memastikan wanita kesayangan ku baik – baik saja hingga sampai di rumah nya, dan syukurlah dia kembali dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2